klub boleh kaya...pemainnya berlabel bintang...tapi kalo mental juara belum 
tertanam dalam team, masih akan sulit untuk mencapai juara sejati. kosistensi 
permainan, pengalaman dalam bermain baik di level lokal ataupun eropa, 
regenerasi pemain dalam klub yang terjaga baik, akan menjadikan sebuah klub 
dapat bertahan lama dan menjadi juara sejati. itulah yang menjadikan MU, Real 
Madrid, AC Milan dan Barcelona tumbuh manjadi team besar. uang banyak bukan 
jaminan akan mendapatkan gelar dengan mudah. 
bravo sepakbola Indonesia....
glory...glory...glory united
peace ya pak jae...just sharing aja kok....:D



________________________________
Dari: jaerony <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Dikirim: Jumat, 28 Oktober 2011 10:24
Judul: [porsenipar] Menanti City Mengguncang Eropa


 
Menanti City Mengguncang 
Eropa
Oleh: Agung 
Setyahadi  
 
 
Manchester City dalam empat hari membanjiri Liga Primer dan 
Piala Liga dengan 11 gol. Enam gol ke gawang musuh bebuyutan Manchester United 
dan lima gol ke gawang Wolverhampton Wanderers. Namun, gebrakan City belum 
mampu 
mengguncang Eropa. Tim besutan Roberto Mancini itu masih tertatih-tatih dalam 
debutnya di Liga Champions.
City perlu menjaga konsistensi permainan di kompetisi domestik 
sekaligus mengangkat posisinya di Grup A Liga Champions. City baru mengantongi 
empat poin dari tiga laga, di bawah Napoli dan pemimpin grup, Bayern Muenchen. 
Kemenangan dalam tiga laga sisa mutlak diraih City untuk melaju ke perdelapan 
final
Dalam tiga laga babak penyisihan grup Liga Champions, ”The 
Citizens” ditahan 1-1 oleh Napoli, diempaskan Bayern Muenchen 0-3, dan sekali 
menang 2-1 atas Villarreal di Stadion City of Manchester.
Saat menjamu Villarreal, pasukan Mancini tertinggal 0-1 pada 
menit keempat dan baru bisa menyamakan kedudukan dua menit menjelang turun 
minum 
melalui gol bunuh diri Marchena. City baru bisa memastikan tiga poin pada 
detik-detik akhir, tepatnya menit ketiga tambahan waktu babak kedua melalui gol 
Sergio Aguero.
Gol pamungkas itu diyakini sebagai tonggak kebangkitan mental 
pemain City. Mereka tidak pupus harapan dan terus menggedor pertahanan lawan 
hingga wasit meniup peluit panjang.
Pekan depan, kedahsyatan permainan City pada Liga Primer dan 
Liga Champions bakal diuji Villarreal yang termotivasi membalas kekalahan. 
Stadion El Madrigal bukan tempat ramah bagi City. Apalagi, City belum pernah 
mengukir kemenangan di Spanyol.
”The Citizens” bermain imbang 3-3 melawan Athletic Club pada leg 
kedua Piala UEFA Winners Cup musim 1969/1970, ditekuk Valencia 1-2 pada Piala 
UEFA 1972/1973, dan kalah 1-3 di kandang Real Racing Club pada Piala UEFA 
2008/2009.
Mancini juga punya pengalaman kurang bagus dengan Villarreal 
saat menangani Inter Milan. Villarreal mendepak Inter dalam perempat final Liga 
Champions 2005/2006.
Namun, musim ini, Villarreal belum menunjukkan sebagai tim yang 
sangat berbahaya. Mereka baru menang sekali dari sembilan laga La Liga dan 
sekali menang dari lima pertandingan Liga Champions saat melawan Odense BK pada 
babak play-off.
Sementara City sedang berada dalam grafik yang terus menanjak 
dengan delapan kali menang dan sekali imbang pada Liga Primer. Laga terakhir 
menjungkalkan Manchester United 6-1 di Old Trafford menjadi pencapaian terbesar 
City yang melambungkan kepercayaan diri David Silva dan 
rekan-rekannya.
Silva yang menemukan permainan terbaiknya musim ini menjadi 
motor serangan yang menyuplai bola ke ujung tombak. James Milner juga bermain 
efektif sebagai penghubung lini belakang dengan Silva. Milner bergerak bebas di 
tengah, memotong ke kiri dan kanan saat menggempur pertahanan lawan 
bersama-sama 
dengan bek sayap Micah Richards dan Gael Clichy.
Mancini juga memiliki Mario Balotelli, Edin Dzeko, dan Sergio 
Aguero yang sama-sama tajam di ujung tombak. Mereka bertiga mengisi posisi 
pencetak gol terbanyak musim lalu, Carlos Tevez, yang sepertinya bakal segera 
hengkang dari City.
Kepercayaan diri dan mental para pemain City yang membubung 
kembali meminta korban dengan mengandaskan Wolverhampton Wanderers 5-2 dalam 
Piala Liga.
City bangkit setelah ditinggal 0-1 oleh Wolverhampton Wanderers. 
Tim ”Biru Langit” kembali mengejutkan dengan mencetak tiga gol balasan dalam 
tiga menit melalui Adam Johnson, Samir Nasri, dan Edin Dzeko.
Pengganti Scholes Manchester United yang berjuang bangkit 
dari kekalahan pertama musim ini akan menjamu Ottelul Galatti, yang pekan lalu 
ditekuk 0-2. United bakal diuji terlebih dahulu oleh Everton, akhir pekan ini, 
dalam Liga Primer.
Musim ini, United belum menemukan gelandang bertahan sekelas 
Paul Scholes untuk melapis empat pemain bertahan. Pemain muda Tom Cleverley 
kemudian dimainkan sebagai gelandang jangkar dan mampu menjalankan posisinya 
daripada Darren Fletcher atau Anderson yang cenderung sebagai pendobrak 
pertahanan lawan.
Tanpa pemain kalem di lini tengah, jarak antara lini depan dan 
belakang terlalu jauh. Ruang terbuka ini menyebabkan United dalam tujuh laga 
awal Liga Primer musim ini telah 97 kali diterobos tendangan ke 
gawang.
Ini masalah besar United mengingat bagi tim yang sering 
diterobos umpan lawan, potensi kebobolan pun tinggi. Musim lalu, tiga tim yang 
banyak diterobos umpan lawan adalah Blackpool, West Ham, dan Birmingham. 
Semuanya terdegradasi.
Musim lalu, United berada di peringkat ketiga klub yang lini 
pertahanannya jarang diterobos umpan lawan. Cleverley pekan ini sudah bisa 
tampil, demikian juga dengan Antonio Valencia. Kedua pemain muda itu sudah 
diturunkan saat mengalahkan Aldershot 3-0 pada Piala Liga.
Dengan materi pemain yang dimiliki United, bahkan pemain lapis 
kedua, kemenangan atas Otelul di Old Trafford bukan sesuatu yang istimewa. 
United masih membutuhkan tambahan tiga poin untuk mengamankan posisi sebagai 
dua 
tim teratas di Grup C.
Di Grup D, FC Lyon dan Ajax bersaing ketat mengamankan posisi 
kedua. Lyon yang pekan lalu dibungkam Real Madrid 0-4 di Santiago Bernabeu 
bakal 
kembali bertemu pasukan Jose Mourinho itu di Stadion Stade de Gerland, pekan 
depan.
Lyon harus bangkit setelah dalam Liga Perancis diempaskan Lille 
1-3. Lyon dua kali kebobolan melalui bola-bola mati. Titik lemah skuad juara 
bertahan Liga Perancis ini bakal menjadi pintu masuk para pemain serang Real 
Madrid yang saat ini sedang berada di puncak permainan.
Ajax yang sama-sama mengantongi empat poin dengan Lyon menjamu 
lawan yang relatif lebih ringan, Dinamo Zagreb. Klub asal Kroasia itu menjadi 
juru kunci Grup D dengan nol poin.
Chelsea dan Arsenal yang masing-masing memimpin Grup E dan F 
akan bertemu pada Liga Primer. Chelsea kemudian tandang ke kandang Genk, yang 
pekan lalu disikat 0-5 di Stamford Bridge. Adapun Arsenal terancam dikudeta 
oleh 
tim tamu, Olympique Marseille. Arsenal menang 1-0 pada pertemuan pertama. ”The 
Gunners” bisa menjaga dominasi jika pertandingan melawan Chelsea, akhir pekan 
ini, berakhir positif. (Reuters/AFP/AP/UEFA) 

Kirim email ke