Kalau menurut saya, sepertinya ngga ada "content" yang mengandung SARA (he3x ... istilah jaman Orba nech).

Hanya saja, kalau ada kesan bahwa setiap penutur dari bahasa dimaksud adalah "ndeso", "terbelakang", "miskin", "kampungan", dan yang lain yang tidak sesuai dengan "kamus kapitalis" *), maka ini yang SESAT!, dan ini masih melekat kelihatannya. Dan, ini juga yang kelihatannya agak menghambat perkembangan di sekitaran Kabupaten Tegal.

Kedua, kesan hubungan "rakyat jelata" dengan "priyayi" masih melekat di masyarakat. "Priyayi" yang dengan feodalismenya main suruh-suruh terekam dalam sejarah di Karesidenan Pekalongan dalam bentuk perlawanan rakyat denga para feodalis tadi (saya lupa nama peristiwanya, tapi itu di sekitaran Karesidenan Pekalongan).

Banyak kawan-kawan saya yang anak Priyayi Bos-bos Pabrik Gula dan "surasane" ya seperti itu. Tapi, dengan melihat fakta bahwa "prestasi nyata" lebih berarti daripada memasalahkan bahasa yang sesungguhnya sangat demokratis itu (sampai-sampai di kampung2 tidak ada tingkatan bahasa, padahal di Jawa paing tidak ada 3 tingkatan bahasa), maka kita perlu berbesar hati.

Seorang menteri pertanian, Suswono (kader PKS dari Slawi) adalah putra asli daerah "ngapak-ngapak" yang cukup bagus performanya. Juga, komponen-komponen mobil Kiat Esemka juga diproduksi di daerah ini dalam jumlah besar. Dsb.dsb. ....

Silakan orang ngomong, tapi kita jangan tercerabut dari jati diri kita karena "kejawaan" kita (maaf) adalah sangat berarti meskipun model Srimulatan dan Tukul Arwana adalah bentuk penertawaan diri sendiri kalau tidak dibilang narsis.

Just sharing ...

Wassallam / Jaerony.-

*) bentuk pergulatan masyarakat sekitar, di mana di masa lalu para priyayi sangat amat merendahkan/meremehkan, dan ini sudah usang.


----- Original Message ----- From: <[email protected]>
To: <[email protected]>
Cc: "FPS Indonesia (JKT)-Jaerony" <[email protected]>; <[email protected]>
Sent: Friday, January 27, 2012 9:25 AM
Subject: Re: [porsenipar] OOT: Rehat Sejenak... (Sorry roaming sebentar)


Waduh, mohon maaf kalau ternyata ada yang bikin tersinggung.
Karena saya juga sebenarnya nggak terlalu ngerti juga bahasa
banyumasan/tegal, tapi karena saya bisa menebak lucunya
(terutama setelah tahu ending-nya) makanya saya forward.

Mungkin ada ada yang bisa jelasin bagian kalimat yang
kurang 'pas' di bagian mana? biar saya bisa lebih hati-hati lagi.


   -- A. Yahya Sjarifuddin.


--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

Kirim email ke