JXXX, itu pembicaraan MESUM.
Indra bilang, " Kalau sudah robek beli lagi" .
At 11:33 AM 10/31/00 +0700, Ar1f HIV Avian wrote:
>iku mau ... misuh-misuh meduro !
>
>TriBudiSantoso wrote:
>> Wadhuh sayang rek moduro gak ngerti iku.
>>
>> : Indra Sucahyo <[EMAIL PROTECTED]>
>> > Mon bede PkhXXX bedeh .. mele pole cong....
>> > Tak yee ...
>
Web Site Para Cantrik
http://www.oposisi.com/posmo
Gus Dur Memburu Wahyu Ratu
Belakangan ini Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) makin santer menjadi
pembicaraan berbagai kalangan karena kebijakannya yang selalu
kontroversial. Namun, bagi kalangan ulama yang sudah terbiasa hidup
berdampingan dengan Gus Dur tampaknya apa yang dilakukan cucu pendiri NU
itu merupakan hal yang biasa. Apakah Gus Dur akan di-lengser-kan? Bagaimana
dampaknya bila hal itu terjadi? Mengapa negeri ini masih tetap dilanda
kerusuhan?
BEBERAPA kalangan spiritualis berpendapat, hujatan yang sekarang ini
dilontarkan ke Gus Dur akan membawa berkah tersendiri. Tidak hanya itu
saja, bahkan ada yang mengatakan Gus Dur adalah Satrio Piningit. Benarkah?
Ada kabar gres dari orang terdekat Gus Dur yang menyatakan kalau Gus Dur
menolak mendapatkan sebutan itu. Dia menolak mentah-mentah kalau dikatakan
sebagai Satrio Piningit.
Malah sebaliknya, dari kabar yang diterima posmo menyebutkan, sekarang ini
Gus Dur sedang melakukan pelacakan terhadap siapa sebenarnya Satrio
Piningit itu. Bahkan, dikabarkan rencananya Gus Dur akan melakukan
serangkaian perjalanan spiritual ke makam-makam leluhurnya. Dia berharap
akan mendapatkan bisikan gaib untuk mencari jawaban siapa sebenarnya Satrio
Piningit yang selalu ini dirindukan oleh rakyat Indonesia, khususnya
masyarakat Jawa.
Satrio Piningit Palsu
Memang selama ini banyak orang yang bermunculan dan mengaku sebagai Satrio
Piningit. Hal itu tidak lain hanya mempergunakan kesempatan di mana rakyat
sedang merindukan ketenteraman di negeri ini. "Kalau orang-orang yang
bermunculan dan mengaku sebagai Satrio Piningit itu semua adalah palsu
belaka. Memang ada, namun sekarang ini belum muncul. Dan saya sangat salut
kalau Gus Dur melacaknya. Sebab orang itulah yang bisa menenteramkan negeri
ini karena dia mempunyai wahyu ratu," ujar Ki Dipo, ahli penafsir mimpi itu.
Memang hujatan terhadap Gus Dur akhir-akhir ini makin santer. Tidak hanya
itu saja, bahkan Ketua MPR Amien Rais juga berjanji akan menggelar SI bila
Gus Dur tidak mengundurkan diri. Untuk menangkal berbagai gejolak sekarang
ini, sudah sewajarnya kalau Gus Dur melakukan serangkaian perjalanan
spiritual mengunjungi tempat-tempat leluhurnya.
Menurut Ki Dipo, dirinya telah melakukan serangkaian perjalanan di berbagai
tempat. Tampaknya, lanjut Ki Dipo, karena banyaknya kalangan spiritualis
yang mengatakan kalau kemunculan Satrio Piningit itu di Alas Ketonggo,
sekarang ini membuat alas yang terkenal angker itu menjadi pusat
orang-orang yang mengaku sebagai Satrio Piningit untuk mendapatkan wahyu
ratu. "Sebenarnya wahyu ratu itu sudah ada yang memilikinya," tandasnya.
Lebih jauh Ki Dipo menceritakan, kalau seorang pimpinan mempunyai wahyu
ratu, maka orang tersebut akan mampu menghipnotis rakyatnya, sehingga
dirinya bisa mengendalikan pemerintahan dengan baik tanpa adanya gejolak
yang mengakibatkan kerusuhan maupun ancaman disintegrasi bangsa.
Ki Dipo mengungkapkan, bila DPR-MPR RI menggelar Sidang Istimewa (SI) untuk
mengadili presiden KH Abdurrahman Wahid, maka dampaknya akan sangat buruk.
Bahkan tidak menutup kemungkinan bakal menimbulkan mala petaka yang sangat
dahsyat. "Sebaiknya elite politik mengakhiri segala macam pertikaian, sebab
semua itu hanya didasarkan atas dasar balas dendam dan hanya untuk
kepentingan pribadi. Inilah awal petaka di negeri ini," tambah Ki Dipo.
Alas Ketonggo & Alas Purwo
Keberadaan Alas Purwo dan Alas Ketonggo sejauh ini memang terkenal cukup
wingit. Namun pada kenyataannya banyak dipergunakan oleh beberapa tokoh
politik untuk bertapa mencari kesaktian agar bisa memimpin negeri ini.
"Sebenarnya sudah banyak pucuk pimpinan politik secara diam-diam ingin
mendapatkan wahyu ratu di kedua alas tersebut. Tapi untuk mendapatkan wahyu
ratu, bukan hal yang mudah sebab itu sudah ditentukan oleh Ilahi," ujar Ki
Suryo Manggala, salah seorang pertapa di Alas Purwo, Banyuwangi.
Ki Suryo menceritakan, bahwa dirinya sering melihat tokoh politik yang
masuk ke dalam Alas Purwo. "Saya kurang tahu persis, sebenarnya apa yang
mereka inginkan. Yang jelas, kebanyakan orang-orang yang bertapa di wilayah
ini hanya mengejar wangsit tentang kehidupan mereka," paparnya.
Alas Purwo, lanjut Ki Suryo, ternyata sebuah alas yang cukup istimewa.
Tidak hanya keangkeran dan kekeramatannya saja, tapi di dalamnya juga
terdapat sebuah istana gaib yang dihuni oleh para arwah leluhur dan para
pucuk pimpinan di negeri ini. "Saya sendiri pernah melihat istana itu.
Bahkan lebih indah dan ada berbagai jenis tanaman yang buahnya sangat
lebat. Biasanya di tempat itu juga sering dipergunakan sebagai tempat
pertemuan untuk membahas keadaan negeri ini," cerita Ki Suryo.
Tak kalah dahsyatnya juga terjadi di Alas Ketonggo. Alas ini dikenal oleh
kalangan spiritualis sebagai pusat "larinya" benda-benda pusaka peninggalan
Kerajaan Majapahit. Di sana dikabarkan juga tempat munculnya mahkota raja
Majapahit. "Siapa yang bakal mendapatkan mahkota itu, maka kelak dia bakal
menjadi pemimpin di negeri ini," ujar Sumitro, salah seorang pertapa di
Alas Ketonggo. Akankah keterpurukan negeri ini semakin parah bila Gus Dur
dijatuhkan? Lalu siapakah sebenarnya pemegang wahyu ratu itu?