Chandra,
emailku yang di dnet lagi ada masalah.....
gimana kalo untuk sementara mulai saat ini daftarkan emailku yang
[EMAIL PROTECTED] ke milis kita ini
Ishom
----- Original Message -----
From: "ZaKaRiA" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, October 31, 2000 1:14 PM
Subject: Re: Meduro Version
> JXXX, itu pembicaraan MESUM.
> Indra bilang, " Kalau sudah robek beli lagi" .
>
> At 11:33 AM 10/31/00 +0700, Ar1f HIV Avian wrote:
> >iku mau ... misuh-misuh meduro !
> >
> >TriBudiSantoso wrote:
> >> Wadhuh sayang rek moduro gak ngerti iku.
> >>
> >> : Indra Sucahyo <[EMAIL PROTECTED]>
> >> > Mon bede PkhXXX bedeh .. mele pole cong....
> >> > Tak yee ...
> >
>
>
> Web Site Para Cantrik
> http://www.oposisi.com/posmo
>
> Gus Dur Memburu Wahyu Ratu
> Belakangan ini Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) makin santer
menjadi
> pembicaraan berbagai kalangan karena kebijakannya yang selalu
> kontroversial. Namun, bagi kalangan ulama yang sudah terbiasa hidup
> berdampingan dengan Gus Dur tampaknya apa yang dilakukan cucu pendiri NU
> itu merupakan hal yang biasa. Apakah Gus Dur akan di-lengser-kan?
Bagaimana
> dampaknya bila hal itu terjadi? Mengapa negeri ini masih tetap dilanda
> kerusuhan?
>
> BEBERAPA kalangan spiritualis berpendapat, hujatan yang sekarang ini
> dilontarkan ke Gus Dur akan membawa berkah tersendiri. Tidak hanya itu
> saja, bahkan ada yang mengatakan Gus Dur adalah Satrio Piningit. Benarkah?
> Ada kabar gres dari orang terdekat Gus Dur yang menyatakan kalau Gus Dur
> menolak mendapatkan sebutan itu. Dia menolak mentah-mentah kalau dikatakan
> sebagai Satrio Piningit.
> Malah sebaliknya, dari kabar yang diterima posmo menyebutkan, sekarang ini
> Gus Dur sedang melakukan pelacakan terhadap siapa sebenarnya Satrio
> Piningit itu. Bahkan, dikabarkan rencananya Gus Dur akan melakukan
> serangkaian perjalanan spiritual ke makam-makam leluhurnya. Dia berharap
> akan mendapatkan bisikan gaib untuk mencari jawaban siapa sebenarnya
Satrio
> Piningit yang selalu ini dirindukan oleh rakyat Indonesia, khususnya
> masyarakat Jawa.
>
> Satrio Piningit Palsu
> Memang selama ini banyak orang yang bermunculan dan mengaku sebagai Satrio
> Piningit. Hal itu tidak lain hanya mempergunakan kesempatan di mana rakyat
> sedang merindukan ketenteraman di negeri ini. "Kalau orang-orang yang
> bermunculan dan mengaku sebagai Satrio Piningit itu semua adalah palsu
> belaka. Memang ada, namun sekarang ini belum muncul. Dan saya sangat salut
> kalau Gus Dur melacaknya. Sebab orang itulah yang bisa menenteramkan
negeri
> ini karena dia mempunyai wahyu ratu," ujar Ki Dipo, ahli penafsir mimpi
itu.
> Memang hujatan terhadap Gus Dur akhir-akhir ini makin santer. Tidak hanya
> itu saja, bahkan Ketua MPR Amien Rais juga berjanji akan menggelar SI bila
> Gus Dur tidak mengundurkan diri. Untuk menangkal berbagai gejolak sekarang
> ini, sudah sewajarnya kalau Gus Dur melakukan serangkaian perjalanan
> spiritual mengunjungi tempat-tempat leluhurnya.
> Menurut Ki Dipo, dirinya telah melakukan serangkaian perjalanan di
berbagai
> tempat. Tampaknya, lanjut Ki Dipo, karena banyaknya kalangan spiritualis
> yang mengatakan kalau kemunculan Satrio Piningit itu di Alas Ketonggo,
> sekarang ini membuat alas yang terkenal angker itu menjadi pusat
> orang-orang yang mengaku sebagai Satrio Piningit untuk mendapatkan wahyu
> ratu. "Sebenarnya wahyu ratu itu sudah ada yang memilikinya," tandasnya.
> Lebih jauh Ki Dipo menceritakan, kalau seorang pimpinan mempunyai wahyu
> ratu, maka orang tersebut akan mampu menghipnotis rakyatnya, sehingga
> dirinya bisa mengendalikan pemerintahan dengan baik tanpa adanya gejolak
> yang mengakibatkan kerusuhan maupun ancaman disintegrasi bangsa.
> Ki Dipo mengungkapkan, bila DPR-MPR RI menggelar Sidang Istimewa (SI)
untuk
> mengadili presiden KH Abdurrahman Wahid, maka dampaknya akan sangat buruk.
> Bahkan tidak menutup kemungkinan bakal menimbulkan mala petaka yang sangat
> dahsyat. "Sebaiknya elite politik mengakhiri segala macam pertikaian,
sebab
> semua itu hanya didasarkan atas dasar balas dendam dan hanya untuk
> kepentingan pribadi. Inilah awal petaka di negeri ini," tambah Ki Dipo.
>
> Alas Ketonggo & Alas Purwo
> Keberadaan Alas Purwo dan Alas Ketonggo sejauh ini memang terkenal cukup
> wingit. Namun pada kenyataannya banyak dipergunakan oleh beberapa tokoh
> politik untuk bertapa mencari kesaktian agar bisa memimpin negeri ini.
> "Sebenarnya sudah banyak pucuk pimpinan politik secara diam-diam ingin
> mendapatkan wahyu ratu di kedua alas tersebut. Tapi untuk mendapatkan
wahyu
> ratu, bukan hal yang mudah sebab itu sudah ditentukan oleh Ilahi," ujar Ki
> Suryo Manggala, salah seorang pertapa di Alas Purwo, Banyuwangi.
> Ki Suryo menceritakan, bahwa dirinya sering melihat tokoh politik yang
> masuk ke dalam Alas Purwo. "Saya kurang tahu persis, sebenarnya apa yang
> mereka inginkan. Yang jelas, kebanyakan orang-orang yang bertapa di
wilayah
> ini hanya mengejar wangsit tentang kehidupan mereka," paparnya.
> Alas Purwo, lanjut Ki Suryo, ternyata sebuah alas yang cukup istimewa.
> Tidak hanya keangkeran dan kekeramatannya saja, tapi di dalamnya juga
> terdapat sebuah istana gaib yang dihuni oleh para arwah leluhur dan para
> pucuk pimpinan di negeri ini. "Saya sendiri pernah melihat istana itu.
> Bahkan lebih indah dan ada berbagai jenis tanaman yang buahnya sangat
> lebat. Biasanya di tempat itu juga sering dipergunakan sebagai tempat
> pertemuan untuk membahas keadaan negeri ini," cerita Ki Suryo.
> Tak kalah dahsyatnya juga terjadi di Alas Ketonggo. Alas ini dikenal oleh
> kalangan spiritualis sebagai pusat "larinya" benda-benda pusaka
peninggalan
> Kerajaan Majapahit. Di sana dikabarkan juga tempat munculnya mahkota raja
> Majapahit. "Siapa yang bakal mendapatkan mahkota itu, maka kelak dia bakal
> menjadi pemimpin di negeri ini," ujar Sumitro, salah seorang pertapa di
> Alas Ketonggo. Akankah keterpurukan negeri ini semakin parah bila Gus Dur
> dijatuhkan? Lalu siapakah sebenarnya pemegang wahyu ratu itu?
>