Alah hai meutuah, keupeue adakna propessor ineng, meupropessor agam manteng hana tatuhoba, hana manfaat keu perdjuangan (GAM) untok bila kawom dhu'afa. Awaknjan nakeuh manusia-manusia "berwajah putjat". Mereka justru terbenam dalam status quo dimana-mana hampir diseluruh dunia. Yang kita butuhkan adalah manusia-manusia Idiolog, bukan Ilmuan. Kalau kerja Idiolog sudah berhasil mendepak penindas yang terselubung dengan Konstitusi Taghut hipokrit itu, barulah Ilmuan itu dibutuhkan dalam suatu komunitas ISLAM Kaffah. Yang namanya Ilmuan, kendatipun sudak mencapai titik klimaknya dengan titel Propessor, mereka tetap mengabdi kepada penguasa, apakah penguasa itu zalim atau adil, haq atau bathil itu bukan urusan mereka. Makanya ketika negara dikuasai penguasa Zalim, propessor sungguh sangat menyebalkan bagi kaum dhu'afa. Disaat kaum dhu'afa merintih di gubuk-gubuk derita seperti Acheh sekarang ini merintih di tenda-tenda darurat akibat ulah Kuntoro cs, pribadi "Abu Dzar Ghifari" sangat dibutuhkan untuk mendepak Kuntoro cs. Namun realitanya di Acheh sekarang Idiolog "Abu Dzar Ghifari" sepertinya sudah tenggelam dalam "sejuta" harapan. Ironisnya dalam kondisi seperti itu, ada orang Aceh yang menanyakan "Ibnu Shina" bukan "Abu Dzar Ghifari". Maaasya Allaaah. Salamun 'alaikum wr wbr alsytr,-
----- Original Message ---- From: Mr Murizal <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, February 12, 2007 7:14:31 PM Subject: [acehkita] Unsyiah Tidak Punya Perempuan Profesor http://www.acehmaga zine.com/ index.php? action=HotNews& no=arf262 ------------ --------- --------- --- Real people. Real questions. Real answers. Share what you know. [Non-text portions of this message have been removed] ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com
