:: BERITA FOTO
26/03/2007. Sekretaris Bapel BRR, Tgk Kamaruzzaman mendengarkan tuntutan
mahasiswa agar gaji pegawai BRR diturunkan. Mahasiswa Unsyiah melakukan aksi,
Senin (26/03), gaji mereka dianggap tidak sesuai dengan lambannya proses
rehab/rekon di Aceh. (Hasbi Azhar)
DISCLAIMER
Situs ini dikelola oleh para wartawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja
Acehkita (Sepak) :: LINK SAHABAT
Surat Anda
Topik: MANA PEMIMPIN YG KAMI PILIH???
26 Maret 2007 dari Tom
Kepada pemerintah Aceh, gub, wagub bup, n wapub. Saya sangat sedih atas
pemukulan terhadap 4 anggota TNI di nisam. Saya seorg warga nisam sangat kecewa
atas pemukulan 4 prajurit TNI. Pemukulan terhadap 4 TNI lansung di sesali oleh
banyak pihak termasuk bapak bupati sendiri, padahal mereka sudah jelas
melanggar mou Helsingki. Di dalam mou Helsingki TNI hannya bisa membawa
senjatanya cuma 100 meter dari pos mereka, tapi yg berlaku di nisam sudah jelas
melanggar mou Helsingki. Sekarang kita semua tau yg bahwa masyarakat aceh
sedang di hantui oleh perampokkan bersenjata.Di sini jangan masyarakat yg kita
harus persalahkan, kenapa tidak TNI yg kita harus persalahkan?? di sini sudah
jelas sekali bahwa TNI masih tidak percaya kepada GAM atau KPA di Aceh.
Buktinya mereka masih mengirim intel2nya untuk memantau kawasan2 yg di anggap
kubu kuat Gam/Kpa. Kata bapak yogi gunawan ke 4 anggota tni itu berkunjung ke
sp 2 di mana famili merek méningal. kalau memang bener apa yg di bilang
bapak yogi gunawan, kenapa 4 tni itu bisa kesasar sampai ke alue 2? dari sp 2
kalau mau pulang ke Lhokseumawe ngapain harus ke alue 2?? jalan yg paling deket
pulang ke lhokseumawe adalah melalui jalan simpak kramat langsunga ke kandang n
lhokseumawe. kenapa mereka sampai ke alue2? yg jalan nya harus menyulusuri
Buloh blanga aran n nisam? Dan kenapa ke 4 Tni itu harus membawa senjata??
Apakah pemerinta aceh sekarang udah g pakailagi mou helsingki??? Mana suara2 yg
lantang seperti bapak Irwandi yusuf yg sebelum jadi gubernur mau menegakkan
hukum yg di tandatangi di helsingki?? kalau ini yg berlaku di aceh sekarang,
apa bedanya gubernur dulu ama sekarang?? ini jangan anggap masalah sepele. 4
anggota tni di pukuli massa tapi 12 warga kampung yg tidak bersalah di pukuli
TNI. Sy mau tau, untuk apa keberadaan Tni di Aceh?? apa untuk menjaga rakyat
atau untuk meresahkan rakyat?? kalau begini kelakuan tni ya sudah pasti mereka
untuk menakut2ti rakyat. kepada bapak bupati kami pilih
anda untuk membela kami bukan untuk membela tni. mungkin pemimpin2 aceh
sekarang udah lupa ama per´janjian mou helsingki. kalau bapak yogi gunawan
membela tni itu hal yg wajar karana itu anak buahnya tapi kalau bupati apakah
itu wajar?? lalu sapa yg mau me´mbela rakyat???? wahai bapak2 semua anda di
pilih di aceh untuk membela rakyat!! bukan untuk menidas rakyat.begitu juga tni
untuk melindungi rakyat bukan untuk membantai rakyat. kalau keberadaan tni di
aceh untuk membantai atau mencari musuh di aceh cepat angkat kaki dari bumi
aceh. mana pemimpin kami yg kami pilih di pilkada?? apakah mereka juga udah
takut gadoeh kanoet bu??? apakah kaak gini semua tipe2 org2 aceh. yg bisa cume
ngomong2 doang?? kalau ngomong burung pun bisa ngomong pak!! mana buktinya atas
janji2 anda untuk kami rakyat aceh. kami mau aceh kita segera menyelidiki atas
apa yg di katakan oleh bapak yogi gunawan. apakah ada org meninggal di sp 2
atau tidak. sekarang cuma media yg bisa di percaya di aceh.
jadi kepada media2 tolong di selidiki kasus ini. jangan sampai kasus ini
berulang lagi karna di sini cuma rakyat menderita. kepada bapak2 yg berkuasa di
aceh tolong berantas semua kejahatan di aceh seperti perampokan bersenjata,
kalau ini masih tetap berlaku maka jangan salahkan rakyat aceh kalau rakyat
aceh main hukum sendiri. kemabali ke pemukulan 4 tni. banyak pihak yg merasa
kasian. tapi tni langsung membalas nya dengan 12 warga alue 2 babak belur di
pukuli oleh tni. disini g ada pihak2 yg merasa kasihan. apakah keberadaan tni
di aceh untuk km lindun´gi atau mereka2 ini untuk melindungi kami??? tolong
jelaskan kepada saya wahai bapak yogi gunawan??
wasalam
Topik: Jangan Arogansi............
26 Maret 2007 dari Fauzi
Saya sangat menyesalkan tindakan aparatkeamanan yang sangat berutal dalam
menyelesaikan masalah kasus Nisam mau baik Danki dan Jajaran lain tidak datang
ke desa tersebut karena kasus ini pihak ke polisian yang mengusutnya itu adalah
tugas Polisi.Kalau TNI datang ke desa berarti memperuncing
masalah..........???????
Saya tidak pecaya dengan pernyataan Yogi Gunawan katanya aparat hukum yang
melakukan pemukulan terhadap masyarakat Nisam akan di tindak tegas itu semua
Omongan besar kenapa sebelum terjadi kita atasi itu adalah basa basi.
Buktinya banyak pelanggaran yang di lakukan aparat TNI hukum tidak pernah di
tegak kan.
Mari kita sama2 berpikir kedepan jangan kedepankan emosi itu semua bisa
merugikan semua pihak di mata masyarakat Internasional.....
Wassalam
Fauzi di Rantau Orang
Topik: salam keudroe memandum
25 Maret 2007 dari fadhlan
saya ada satu saranan.....saya adalah pelajar aceh utara, bireuen,tapi sekarang
sedang melanjutkan sekolah di college internasional islamic. di malaysia....
dan sekarang saya mengalami sedikit kendala tentang iuran pembelajaran......dan
saya harap pihak pemimpin aceh mau menyalurkan sedikit bantuan (alakadar),
untuk kami disini agar kami dapat menyambung pelajaran tanpa memikirkan hal
yang menyangkut pembiayaan.....kerana iuran pelajaran disini sedikit mahal
daripada di indonesia...balasan surat ini daripada pemerintah tinggi aceh
sangat kami harapkan..
Topik: aceh, sudan dan (makanan) serabi
25 Maret 2007 dari baginda
1.aceh sudah damai! tidak ada lagi perang
cukup polisi dan pramuka (praja muda karana) yang jaga keamanan. tentara
kirim saja ke sudan
tentara kok petantamg petenteng masuk
kampung. bawa senjata lagi
2.buat media masa (wabil khusus serabi eh serambi indonesia) jamgan suka
wawancara
pangdam supiadin deh. dia itu dididik untuk perang. di otaknya cuman ada
perang. pernyataannya provokatif.
kalau mau wawancara, wawancara saja menteri pertahanan, yan merupakan
representasi pemerintah (sipil).
Topik: TULISAN INI MERUPAKAN KASIHSAYANGKU KEPADA TNA SEKALIAN.
25 Maret 2007 dari Haidar Isfahani
Dalam menanggapi insiden Nisam Lhokseumawe, sebagian orang Acheh yang telah
merasakan nikmatnya paska perdamaian Helsinki sangat cemas akan terganggunya
suasana yang dirasakan mereka itu menguntungkan pribadi-pribadi. Mereka
sepertinya telah melupakan penganiayaan luar biasa TNI/POLRI terhadap rakyat
jelata. Entah benar sikap mereka yang demikian itu demi perdamaian atau
barangkali tidak terlibat sanak saudara mereka sebagai korban penganiaan dimasa
lalu. Saya berpendapat sikap mereka seperti itu ada benarnya andaikata mereka
proaktif untuk meluruskan UUPA agar sesuai dengan perjanjian Helsinki, tapi
kalau mereka hanya berdiam diri asik menikmati gaji atas penderitaan para
korban Tsunami atau berbagai fasilitas lainnya yang dapat mereka raih hingga
ekonomi mereka pribadi sangat menguntungkan, pastinya mereka itu telah
terperangkap dengan janji-janji muluk penguasa Indonesia yang lazimnya tidak
sesuai perbuatan dengan perkataannya.
Katanya pihak masyarakat kampung Nisam telah menghakimi sendiri terhadap
mata-mata yang menyusup kekampung tersebut. Lalu kita bertanya, kedatangan
truck reo yang datang kekampung tersebut apakah tidak termasuk menghakimi
sendiri? Sepatutnya pimpinan mereka dapat bertindak lebih 'arif dengan menempuh
prosedur yang berlaku. Begitu lama sudah pihak TNI/POLRI melakukan hukum rimba
terhadap rakyat jelata Acheh, apakah masih belum cukup? Empat orang mata-mata
itu masih dalam keadaan yang lumaian kondisinya, tapi bagaimana kondisi orang
kampung setelah mereka anianya dulu tidakkah mereka melihatnya? Apakah perlu
saya kirimkan gambarnya ke media Acehkita.com ini? Terlepas dulu ketimpangan
yang dilakukan para mata-mata itu sebagai perusak perdamaian, mereka itu umpama
mobil dijalan yang salah, lalu ketabrak sama sepeda, perumpamaan orang kampung
atau masyarakat sipil Nisam. Betapapun justru mobil yang salah bukan sepedanya,
kendatipun mobil terjungkal keparit sementara pengendara
sepeda dalam keadaan selamat. Perumpamaan ini sangat mudah dipahami oleh orang
awwam tapi begitu sulit dipahami pihak TNI/POLRI yang egois mentang-mentang
berbadan tegap sementara otaknya kosong dari pemikiran yang waras. Mereka
takmampu memahami kalau seorang tentra yang melawan pihak sipil yang tidak
bersenjata adalah tindakan pengecut. Kalau mereka berani coba satu lawan satu
tanpa senjata, baru namanya pemberani. Tapi kalau kita rame-rame pakai senjata
lagi masuk kampung, anak-anakpun bisa. Tidakkah mereka berfikir kalau senjata
yang mereka pakai itu milik rakyat ? Bukankah mereka digaji untuk menjaga
negara dari musuh luar? Tidak, sesungguhnya mereka itu tidak pernah berfikir
seperti itu disebabkan sudah buta mata hatinya.
Saya berbicara hari ini bukan hendak menasehati mereka. Buat apa kita nasehati
orang-orang yang memang bukan tipe manusia yang mengerti nasehat. Yang mereka
tau hanya berantam doang.
Terlalu banyak sudah pelanggaran yang mereka (baca pihak TNI/POLRI) lakukan
paska perjanjian Helsinki tapi sepertinya tidak adalagi pihak yang berwewenang
untuk meluruskannya. Barangkali mereka sedang asyik menikmati udara segar atas
penderitaan orang lain. Yang saya maksudkan masih banyak pihak yang menderita
ekonomi di Acheh sekarang kendatipun sebahagian yang lain lupa segalagalanya.
Ambil saja contoh ex TNA yang kecil-kecil pangkatnya, jangankan untuk
memperbaiki ekonominya sebagai haknya dari jerih membebaskan Acheh - Sumatra
melalui masuk hutan keluar hutan, makan seadanya dan tidurpun tak menentu
dirimba Tuhan--tapi sekarang uang reintegrasipun sebahagian besar dari mereka
belum mereka terima. Sebagian pembesar TNA asik dengan usaha tapi bukankah
usaha itu milik seluruh ex TNA? Kenapa hanya sebagian mereka saja yang
menikmatinya? Kenapa kita juga tidak jauh berbeda dengan sipa-i ketika kita
memiliki kesempatan untuk mengumpulkan kekayaan dunia? Tidakkah sepatutnya
kita ingat akan tanggung jawab kita didepan Allah subhanahu wata'ala?
Sesungguhnya ex TNA yang masih menderita ekonomi sekarang ini di Acheh -
Sumatra tidaklah termasuk orang-orang yang rugi di Dunia ini dibandingkan
dengan rintangan waktu yang demikian panjang kelak, malah kekal selama-lamanya.
Justru ex TNA yang kekenyangan sekarang inilah yang rugi dan akan menderita di
Akhirat kelak, na'uzubillahi minzalik. Saya tidak akan menasehati pihak
TNI/POLRI tapi TNA sebagai saudaraku seagama dan sebangsa. Justru itu suara
saya ini justru sebagai kisih sayang saya kepada anda sekalian. Aamin ya Rabbal
'aalamin. Salaamun 'alaikum wr wbr.
Topik: TNI Sekarang sudah jadi pengecut
25 Maret 2007 dari Pak Haji
Kapolda yang bertugas di Aceh perlu mengundurkan diri sebagai Kapolda di
Aceh,karena anak buahnya melakukan pungli dijajaran samsat atau dikenal
Saklantas,yang cukup meresahkan masyarakat ketika pengurusan STNK dan
BPKB.Korupsi penuh dilakukan oleh polisi tanpa hambatan,karena ia penegak
hukum.Kapolda adalah (bisa diumpamakan Babi) yang buat salah Anak
babi(bawahannya),jadi masyarakat mau mengadu kemana?karena ibu babi itu tidak
akan menindak anaknya,bukan? demikian juga dengan Polisi di Aceh hanya nol koma
99 persen yang bisa di percaya sama polisi
Sistem administrasi satu atap (Samsat) Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda
Aceh bak mesin anjungan tunai mandiri (ATM); Mendeposit ratusan juta rupiah
setiap bulan. Uang itu diduga hasil pungutan liar dari ratusan ribu wajib pajak
yang mengurus STNK dan BPKB. Warisan buruk yang turun temurun.
Topik: orang aceh sekarang bertambah bodoh apalagi setelah Tsunami.
25 Maret 2007 dari Abang. dewy
lihat apa yang terjadi di Nisam .
baru 4 orang TNI di keroyok satu daerah Nisam sudah salah.
dulu orang di Nisam banyak yang di potong-potong oleh TNI dan ada yang di
potong KONTOLNYA oleh TNI.yang di bakar hidup-hidup.kenapa sekarang di salah
kan orang kampung oleh pembesar-pembesar GAM dan Nazar pun bilang dia cukup
kesal dengan tindakan brutal orang kampung dan ilias passey bilang siapa yang
memukul TNI
harus menyerah diri ke polisi indonessia
kan nampak pembesar-pembesar GAM sudah bodoh.
orang kampung sudah 14 orang korban apa masih kurang.......? jawalah wahai
petinggi ACEH MERDEKA kenapa kamu masih menyesali tindakan orang kampung mu.
seharus nya kamu bilang TNI di keroyok bukan salah orang kampung tetapi salah
TNI
kerana tidak memakai buju dinas.makanya di keroyok. mana pembesar2 GAM......?
mana NURDIN ABDURRAHMAN CALON BUPATI
kerana dia bilang ORANG ACEH TIDAK ADA YANG BISA JADI PEMIMPIN ( TIDAK BISA DI
HARAP JADI PEMIMPIN )SEMUA BODOOOOH.
sekarang semua salah RAKYATTTTTT
Topik: Jangan memperkaruh suasana.
25 Maret 2007 dari Azhar
Saya menyesalkan tindakan TNI, sedikitnya 14 warga menjadi tindakan kekerasan
pasca kejadian Nisam.Katanya ingin melindungi rakyat kenapa harus memukul dan
sebagainya itu namanya enggak profesional.
Coba buat pendekatan dengan tokoh masyarakat yang ada di sana karena rakyat
Aceh enggak bisa di kerasi dan tolong baca sejarah.Jadi kalau masuk ke kampung
orang kasih salam jangan asal masuk.
Apakah TNI suka Aceh itu berkecamuk lagi?
Apakah enggak ada perang di Aceh tidak bisa mendapatkan uang yang lebih ?mari
kita renungkan betapa sedihnya rakyat Aceh sewaktu konflik isteri ke hilangan
suami anak ke hilangan Ayah di tambah lagi ekonomi yang terpuruk dan rakyat
sensara.Bapak TNI harus memikirkannya juga dan merenungkan Betapa banyak
Prajurit bapak yang tewas di Medan perang yang harus meninggalkan anak dan
istri?
Apakah kejadian ini harus terulang kembali?
Mari sama-sama kita menjaga perdamaian ini,kalau kita tidak bisa menjaga
perdamain ini kita tidak bisa membangun ekonomi rakyat yang lebih baik dan
pihak Asing tidak mau menanam modal untuk Aceh.
Wassalam
Azhar di pengasingan.
Topik: Perdamaian harus tetap di jaga.
25 Maret 2007 dari Azhar
Saya selaku masyarakat Aceh yang tinggal di luar negara cukup menyesalkan
tindakan yang berlaku di Nisam dan Sawang Aceh Utara,kenapa masalah ini harus
terjadi?
Kenapa TNI masuk ke kampung bawa senjata?
Mengapa tidak memakai baju Dinas?
Kalau cuma mau lihat family meninggal kenapa harus bawa senjata dan baju preman
ironi rasanya karena sekarang bukan zaman nya perang lagi jadi jangan memancing
suasana yg tidak baik.Jadi saya berharap semua pihak tetap menjaga sebuah
perdamaian yang hakiki baik Anggota KPA,TNI,POLRI dan Semua unsur masyarakat
yang luas karena sebuah harga perdamaian cukup mahal harganya tidak bisa di
bayar dengan Uang, Rekontruksi dan lain-lain.
Karena rakyat Aceh sudah lama merindui perdamaian.Mari sama kita jaga
perdamaian ini saya cukup berharap jangan ada lagi darah dan air mata di tanah
Serambi Mekah.
Wassalam
Azhar di Canada.
Topik: Assalamua'laikum.wbt semua saudaraku
25 Maret 2007 dari Finboy/Putra aceh
Disini sedikit ingin saya terangkan mengapa kejadian Alue dua-Nisam bisa
terjadi..menurut saya semua itu disebabkan karena TNI sudah kehilangan akal dan
tidak mendapat keuntungan apa-apa lagi disaat Aceh sudah aman dan damai,sebab
itulah TNI sendiri yang mencari penyakit,sedangkan dalam MoU sudah dijelaskan
kalau TNI di Aceh hanya sebagai alat pertahanan eksternal Aceh dan polisi yang
berhak melakukan pengamanan dan pengusutan atas segala kasus pelanggaran hukum
di Aceh.akan tetapi mengapa sampai sekarang TNI masih berkeliaran dan membawa
senjata ke desa-desa dengan alasan pengamanan ataupun mengunjungi saudara yang
meninggal.kalaupun dikatakan mengunjungi saudara yang meninggal saya rasa nggak
perlu senjata saat berkunjung..semua itu hanya alasan semata-mata dan saya rasa
Gubernur harus mengganti semua komandan militer yang selama ini bertugas di
Aceh demi ketenangan dan kedamaian rakyat..setahu saya dinegara manapun nggak
ada tentara mengambil alih tugas polisi kecuali
keadaan darurat dan sedangkan di Aceh sudah aman jadi sebenarnya banyak
pelanggaran yang dilakukan TNI pasca MoU.
Halaman : [1] 2 3 4 »» [»]
Topik: orang aceh sekarang bertambah bodoh apalagi setelah Tsunami.
25 Maret 2007 dari Abang. dewy
lihat apa yang terjadi di Nisam .
baru 4 orang TNI di keroyok satu daerah Nisam sudah salah.
dulu orang di Nisam banyak yang di potong-potong oleh TNI dan ada yang di
potong KONTOLNYA oleh TNI.yang di bakar hidup-hidup.kenapa sekarang di salah
kan orang kampung oleh pembesar-pembesar GAM dan Nazar pun bilang dia cukup
kesal dengan tindakan brutal orang kampung dan ilias passey bilang siapa yang
memukul TNI
harus menyerah diri ke polisi indonessia
kan nampak pembesar-pembesar GAM sudah bodoh.
orang kampung sudah 14 orang korban apa masih kurang.......? jawalah wahai
petinggi ACEH MERDEKA kenapa kamu masih menyesali tindakan orang kampung mu.
seharus nya kamu bilang TNI di keroyok bukan salah orang kampung tetapi salah
TNI
kerana tidak memakai buju dinas.makanya di keroyok. mana pembesar2 GAM......?
mana NURDIN ABDURRAHMAN CALON BUPATI
kerana dia bilang ORANG ACEH TIDAK ADA YANG BISA JADI PEMIMPIN ( TIDAK BISA DI
HARAP JADI PEMIMPIN )SEMUA BODOOOOH.
sekarang semua salah RAKYATTTTTT
---------------------------------
Alt i én. Få Yahoo! Mail med adressekartotek, kalender og notisblokk.