http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=1963
Jum'at, 13 Juli 2007
NASIONAL
Ulama Aceh Pertanyakan Keinginan LSM Ungkit Masa Lalu
BANDA ACEH, Lampost Online: Kalangan ulama di Provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam (NAD), mengingatkan komponen masyarakat untuk tidak mengungkit
"luka" lama setelah Pemerintah dan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah
menyatakan kesepakan mengakhiri konflik di daerah ini.
"Kita semua sudah sepakat untuk tidak membicarakan masalah luka lama dan
para pihak juga telah bertekad membangun Aceh dalam suasana damai dan aman
dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Sekjen Himpunan
Ulama Dayah Aceh (Huda) Tgk Faisal Aly di Banda Aceh, Jumat.
Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi
pihak-pihak tertentu yang kemungkinan ingin mengembalikan konflik di Aceh.
Hal itu disampaikan menyikapi keinginan sejumlah aktivis lembaga swadaya
masyarakat (LSM) bergerak bidang HAM yang meminta Komisi HAM PBB agar mendesak
Pemerintah RI untuk mengusut kasus-kasus pelanggaran HAM masa konflik Aceh.
"Kita perlu mempertanyakan kok masih ada orang-orang yang mengatasnamakan
masyarakat Aceh yang ingin mengungkit masa lalu. Padahal kita semua telah
berkomitmen membangun Aceh baru yang damai dan aman dibawah tuntunan Syariat
Islam," tambahnya.
Bukankah dalam Islam sudah disebutkan bahwa orang yang saling memaafkan
atas kesalahan masa lalu itu lebih besar pahalanya disisi Allah SWT, jelasnya.
Menurut Faisal, yang paling penting dilakukan pemerintah dan elemen
masyarakat adalah bagaimana memperhatikan keluarga korban konflik, misalnya
terhadap anak yatim sehingga dapat memperoleh pendidikan yang layak dan
kehidupan ekonominya tertanggulangi.
"Sebenarnya perhatian terhadap korban konflik, memberikan perlindungan
kepada anak yatim yang ditinggalkan orangtuanya akibat konflik bersenjata itu
harus menjadi pemikiran pegiat reformasi, pemerintah dan legislatif, bukan
masalah yang dikemudian hari menimbulkan rasa dendam," kata dia.
Di pihak lain, Faisal Aly yang juga Ketua Rabithah Thaliban Aceh (RTA)
juga mengimbau masyarakat agar tidak terpedaya dengan tipuan asing.
"Mari kita tingkatkan ukhwah Islamiah sesama umat Islam. Jangan
terpengaruh pihak asing yang jelas-jelas menginginkan umat ini terpecah-pecah
dengan praktek adu dombanya," kata dia.(Antara/N-1)
<<bening.gif>>
