Omar Putéh menulis:
- Eddy itu orang apa ya? Kata-kata orang, Eddy itu penyingkatan dari kata
nama Edward, benarkah? Jadi kalau katanya dia itu orang Achèh, kok makai nama
orang Barat ya? Nama Suher(y) itu, biasanya diambil pakai oleh orang
Mandailing? Di Kampung Laksana Banda Achèh ada teman saya, dari mandailing
bernama: Suher(y) Nasution dan di Malaysia, kawan saya, juga asal mandailing
yang pernah 2 tahun bersama Tengku Abu Daud Beureu-éh,juga bernamakan Suher(y)
Batubara, tetapi kedua mereka tidak pernah mau menempel nama Eddy atau Edward
didepan nama Suher(y)-nya itu.
- Ataukah Eddy atau Edward sebagai suatu perlambang kepada orang Achèh bahwa
dia sudah tidak bodoh lagi. Bagaimana dengan bengkel atau "Sekolah Bodoh
Alauddin Ziyadovic Umarov", yang dikelola oleh anggota-anggota dari Komite
Persiapan Achèh Merdeka di Heleførs, Norsborg, Swedia?
Kapan si Eddy L. Suher(y) ini peranah tahu apa itu ideology perjuangan GAM?
Anak ingusan!!!
Omar Putéh,
Norway.
Acheh Watch <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
KOMITE PERSIAPAN ACHEH MERDEKA DEMOKRATIK
(Preparatory Committee of The Free Acheh Democratic)
Secretariats:
New York, United States, tel/fax +1 718 3378843
Stockholm, Scandinavia tel + 46 739 756532
E-mail: [EMAIL PROTECTED] .info
Website: http://www.freeache h.info
Siaran Press
------------ -----
RAKYAT ACHEH PERLU MEMAHAMI SITUASI DAN MUSLIHAT POLITIK
Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam Sejahtra
Bangsa Acheh yang mulia.
Selamat menjalankan Ibadah Puasa, semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini
akan diterima Allah SWT.
Sudah sekian bulan Komite tidak mengeluarkan pernyataan kehadapan bangsa kami
sekalian, namun itu tidak berarti bahwa Komite telah tiada atau mundur,
sekali lagi kami tegaskan tidak ada kata mundur bagi komite yang didirikan
sebagai tumpuan terakhir bangsa Acheh melawan pendudukan Indonesia. Komite
untuk saat ini masih terus berusaha menambah anggota, membenahi organizational
dan membangun sumber ekonomi untuk kekuatan perjuangan kita di masa mendatang.
Perlu diketahui bahwa untuk membangun kembali sebuah platform perjuangan di
tengah euphoria sebagian dari rakyat kita dan mereka yang mengaku para bekas
pejuang dan sedang menikmati "pemberian" Indonesia, adalah bukan perkara mudah.
Ditambah lagi dengan perasaan kecewa sejumlah besar di antara kita terhadap
sikap GAM oligarkhi dan para penjual bangsa di masa lalu.
Komite menyadari di mana keberadaan Komite untuk saat ini bahkan untuk beberapa
waktu ke depan masih tidak diperhitungkan, akan tetapi seluruh anggota Komite
percaya cepat atau lambat kekuatan ini tak akan terbendung lagi.
Bangsa kami sekalian, kelompok GAM oligarkhi, para pendukung perjanjian
Helsinki dan Pemerintahan Viceroy Irwandi tengah serius memberi berbagai
harapan baru kehadapan bangsa Acheh. Menurut mereka dengan menabur janji dan
harapan, bangsa Acheh akan terlelap dan terus mendukung kekuatan status quo di
Acheh. Komite mengingatkan kepada kelompok tersebut bahwasanya strategi mereka
adalah suatu kesalahan fatal, karena rakyat sudah melihat perbuatan mereka di
masa lalu dan masa kini, dan sesungguhnya mereka sedang melangkah ke arah
kenistaan.
GAM oligarkhi pimpinan Malek Mahmud sudah mulai kehilangan idea dan populariti,
usaha mereka untuk terus menutupi kondisi sebenar tentang kesehatan pendiri
revolusi DR. Hasan Tiro, kami khawatirkan akan segera berakhir. Demikian pula
dengan pemerintahan viceroy Irwandi, yang tidak menunjukkan progress berarti
dan mulai terperangkap dengan keterbatasan perjanjian Helsinki dan Perundangan
otonomi pemberian Jakarta. Persoalan moral yang sangat parah juga menimpa
sebagian dari staff pemerintahannya.
Kejadian Salahuddin Al Fata, salah seorang delegasi dagang Acheh yang juga
dalam struktur komisi perdagangan Acheh international, tertangkap di New York
saat mencairkan check dengan jumlah jutaan US Dollars. Meskipun media
mengabarkan dia tertipu sindikat scammer internet, namun banyak kesimpulan yang
dapat ditarik dari peristiwa ini. Pertama, jika ia benar tertipu, maka viceroy
Irwandi telah mengangkat salah satu staff-nya yang tidak memiliki keahlian dan
daya intellektual sama sekali untuk bekerja dalam sebuah administrasi, terlebih
dalam sebuah lobi perdagangan yang sangat memerlukan sekuriti yang kuat untuk
sebuah investasi. Di sisi lain, ini menjadi sangat memalukan bagi nama Acheh di
mana seorang yang mengaku wakil mereka terlibat perjudian karena terkait dengan
lotre yang melanggar syariah. Seterusnya, peristiwa tersebut juga membuktikan
ketiadaan moral para staff pemerintah viceroy Irwandi, betapa saudara
Salahuddin Al Fata sangat mudah tergoda dengan kekayaan tidak
kira halal atau haram.
Keputusan Irwandi untuk tidak mengakui Salahuddin dalam rombongan resminya
adalah tidak dapat diterima akal sehat. Bagaimana mungkin seorang ketua dagang
internasional Acheh tidak menjadi anggota resmi delegasi sebuah misi dagang.
Dengan demikian, saudara sebangsa, jangan terlalu percaya dan berharap dari
keadaan sekarang, persiapkan kekuatan ekonomi dan politik untuk melanjutkan
perjuangan yang belum selesai. Dan yakinlah sebagian besar yang dijanjikan baik
oleh GAM oligarkhi maupun pemerintah otonomi adalah strategi pembodohan ke atas
bangsa Acheh, karena mereka telah menjadi kolaborator bersama dengan kekuasaan
pendudukan Indonesia.
Demikian Siaran Press
New York, 20 September 2007
Eddy L Suheri
jurubicara
---------------------------------
Check it out! Windows Live Spaces is here! Its easy to create your own
personal Web site.
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.