Omar Puteh itu siapa ya?.
Mengapa li paya selalu mencari biawak dan babi hutan?
Razali Abbdullah, dinamakan dengan nama demikian sebagai Li paya,
sudah jelaslah, karena dia itu di lahir kan dalam paya meulingou, waktu mamak
nya mencari daun kangkung untuk makanan siangnya.
Li paya, dikatakan sebagai li muruwa paya meulinggou, karena
ceritanya, sejak kecil li paya sudah biasa keluar masuk paya meulinggou untuk
mencari biawak, selain mencari biawak li paya juga memburu babi hutan di dalam
paya ter sebut, hasil buruan nya di jual ke langsa dari hasil itu lah li paya @
li muruwa. Menghidupi keluarga nya. Selain tak punya kelebihan yang lain li
pya@ li muruwa ini tak di sukai teman teman karena bau badan nya seperti bau
biawak.
Suatu hari li paya@ li Muruwa ini kedatangan kawannya dari lain
kecamatan mengunjungi nya. Karena kawan nya itu sama profesi dengan nya dan
ahli dalam menguliti biawak , maka di ajak lah kawan nya itu masuk paya mencari
biawak, tampa terduga duga lipaya@ li muruwa dan kawan nya terserempak
sekawanan babi hutan, babi hutan lari puntang panting karena tidak menyangka li
paya@ li muruwa ada di situ. Kawan li paya@ li muruwa takut bukan kepalang ,
sehingga bergetarlah seluruh tubuh nya. Li pya @ li muruwa ketawa ter bahak
bahak melihat kawan nya itu, lalu kawan nya itu ber tanya sama li paya@ li
muruwa, kenapa babi hutan begitu takut sama kamu? Li paya@ li muruwa menjawab
sebab kakek saya keturunan mereka, tengok telinga saya kan sama dengan mereka
seraya li muruwa menunjukkan daun telinga yang ka teu gloeng.
Setelah li paya@ li muruwa ketangkap tangan mencuri kambing di
kampung nya lari lah li paya@ li muruwa ini ke Malaysia, di sana li paya@ li
muruwa ini melanjut profesi nya menguliti biawak dari Damansara sampai ke
Gombak, dan di jual sama toke cina di sana. setiap hari hanya biawak dan ular
piton yang di cari nya. Karena terlalu pandai nya li paya@ li muruwa ini
menangkap biawak di malaysia banyak peternak ayam di sana aman di buat nya,
khabar ke ahlian li paya@ li muruwa menangkap biawak sampai lah kelinga agung
saat itu, suatu hari li paya@ li muruwa ini di undang ke istana sultan. Lalu
agung me anugerah kan bintang ke hormatan ahli biawak untuk li paya@ li muruwa
ini.
Tak lama berselang toke nya itu memberikan li [EMAIL
PROTECTED] muruwa se buah tas hitam dari kulit biawak yang dia kuliti. Tas
hitam itu lah yang selalu di bawa nya ke mana mana dan di dalam selalu ada
bintang kehormatan tersebut dan se buah buku dengan judul ANAK KU IKUTILAH
JEJAK AYAH MU. Yang di karang nya sendiri, isi buku tersebut adalah cara
menangkap biawak ban berburu babi hutan. Konon nya buku tersebut akan di serah
kan untuk anak nya sebagai pusaka untuk melanjut profesinya .
dia ini sebaik saja balik dari kerja nya, sudah tidak bisa
lagi melihat baju nya, yang penuh lumpur dan kotar waktu bergumul dengan
biawak,seolah-olah baju itu bukan bajunya. Sebagaimana pengalaman nya li
[EMAIL PROTECTED] muruwa melihat kearah mana-mana tempurung krang-krang
kosong, atau mana lobang-lobang ternganga-melompong, yang bertaburan
disepanjang tepian pantai landai. Disebutkan demikian, setelah li [EMAIL
PROTECTED] muruwa ber hasil menangkap banyak biawak dalam lobang lobang seperti
itu,
Mengenai penamaannya sebagai Omar puteh, itu datangnya dari sesiapa yang suka
menakut-nakuti anak anak kecil yang nakal dan suka gembeng-menangis, karena
melihat style-nya yang selalu berkepit dengan tas kecilnya, walau kemanapun dia
berjingkrak, sekalipun merayap masuk ke jamban.
Li paya@ li muruwa, yang hanya berpengalaman kerja, sebagai pen cari biawak
dan pemburu babi hutan dalam paya melinggou, kemudian pada hari ini, telah
dikenal oleh seluruh bangsa Achèh, yang ada di skandinavian sebagai tukang
fitnah yang jahat, kotor dan tidak beradab! Kita tunggu saja li paya ini akan
kena tapak bangsa aceh karena ulah nya memfitnah.
Masa li [EMAIL PROTECTED] muruwa sudah sangat dekat
Bersambung + 1
omar puteh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Omar Putéh menulis:
- Eddy itu orang apa ya? Kata-kata orang, Eddy itu penyingkatan dari kata
nama Edward, benarkah? Jadi kalau katanya dia itu orang Achèh, kok makai nama
orang Barat ya? Nama Suher(y) itu, biasanya diambil pakai oleh orang
Mandailing? Di Kampung Laksana Banda Achèh ada teman saya, dari mandailing
bernama: Suher(y) Nasution dan di Malaysia, kawan saya, juga asal mandailing
yang pernah 2 tahun bersama Tengku Abu Daud Beureu-éh,juga bernamakan Suher(y)
Batubara, tetapi kedua mereka tidak pernah mau menempel nama Eddy atau Edward
didepan nama Suher(y)-nya itu.
- Ataukah Eddy atau Edward sebagai suatu perlambang kepada orang Achèh bahwa
dia sudah tidak bodoh lagi. Bagaimana dengan bengkel atau "Sekolah Bodoh
Alauddin Ziyadovic Umarov", yang dikelola oleh anggota-anggota dari Komite
Persiapan Achèh Merdeka di Heleførs, Norsborg, Swedia?
Kapan si Eddy L. Suher(y) ini peranah tahu apa itu ideology perjuangan GAM?
Anak ingusan!!!
Omar Putéh,
Norway.
Acheh Watch <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
KOMITE PERSIAPAN ACHEH MERDEKA DEMOKRATIK
(Preparatory Committee of The Free Acheh Democratic)
Secretariats:
New York, United States, tel/fax +1 718 3378843
Stockholm, Scandinavia tel + 46 739 756532
E-mail: [EMAIL PROTECTED] .info
Website: http://www.freeache h.info
Siaran Press
------------ -----
RAKYAT ACHEH PERLU MEMAHAMI SITUASI DAN MUSLIHAT POLITIK
Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam Sejahtra
Bangsa Acheh yang mulia.
Selamat menjalankan Ibadah Puasa, semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini
akan diterima Allah SWT.
Sudah sekian bulan Komite tidak mengeluarkan pernyataan kehadapan bangsa kami
sekalian, namun itu tidak berarti bahwa Komite telah tiada atau mundur,
sekali lagi kami tegaskan tidak ada kata mundur bagi komite yang didirikan
sebagai tumpuan terakhir bangsa Acheh melawan pendudukan Indonesia. Komite
untuk saat ini masih terus berusaha menambah anggota, membenahi organizational
dan membangun sumber ekonomi untuk kekuatan perjuangan kita di masa mendatang.
Perlu diketahui bahwa untuk membangun kembali sebuah platform perjuangan di
tengah euphoria sebagian dari rakyat kita dan mereka yang mengaku para bekas
pejuang dan sedang menikmati "pemberian" Indonesia, adalah bukan perkara mudah.
Ditambah lagi dengan perasaan kecewa sejumlah besar di antara kita terhadap
sikap GAM oligarkhi dan para penjual bangsa di masa lalu.
Komite menyadari di mana keberadaan Komite untuk saat ini bahkan untuk beberapa
waktu ke depan masih tidak diperhitungkan, akan tetapi seluruh anggota Komite
percaya cepat atau lambat kekuatan ini tak akan terbendung lagi.
Bangsa kami sekalian, kelompok GAM oligarkhi, para pendukung perjanjian
Helsinki dan Pemerintahan Viceroy Irwandi tengah serius memberi berbagai
harapan baru kehadapan bangsa Acheh. Menurut mereka dengan menabur janji dan
harapan, bangsa Acheh akan terlelap dan terus mendukung kekuatan status quo di
Acheh. Komite mengingatkan kepada kelompok tersebut bahwasanya strategi mereka
adalah suatu kesalahan fatal, karena rakyat sudah melihat perbuatan mereka di
masa lalu dan masa kini, dan sesungguhnya mereka sedang melangkah ke arah
kenistaan.
GAM oligarkhi pimpinan Malek Mahmud sudah mulai kehilangan idea dan populariti,
usaha mereka untuk terus menutupi kondisi sebenar tentang kesehatan pendiri
revolusi DR. Hasan Tiro, kami khawatirkan akan segera berakhir. Demikian pula
dengan pemerintahan viceroy Irwandi, yang tidak menunjukkan progress berarti
dan mulai terperangkap dengan keterbatasan perjanjian Helsinki dan Perundangan
otonomi pemberian Jakarta. Persoalan moral yang sangat parah juga menimpa
sebagian dari staff pemerintahannya.
Kejadian Salahuddin Al Fata, salah seorang delegasi dagang Acheh yang juga
dalam struktur komisi perdagangan Acheh international, tertangkap di New York
saat mencairkan check dengan jumlah jutaan US Dollars. Meskipun media
mengabarkan dia tertipu sindikat scammer internet, namun banyak kesimpulan yang
dapat ditarik dari peristiwa ini. Pertama, jika ia benar tertipu, maka viceroy
Irwandi telah mengangkat salah satu staff-nya yang tidak memiliki keahlian dan
daya intellektual sama sekali untuk bekerja dalam sebuah administrasi, terlebih
dalam sebuah lobi perdagangan yang sangat memerlukan sekuriti yang kuat untuk
sebuah investasi. Di sisi lain, ini menjadi sangat memalukan bagi nama Acheh di
mana seorang yang mengaku wakil mereka terlibat perjudian karena terkait dengan
lotre yang melanggar syariah. Seterusnya, peristiwa tersebut juga membuktikan
ketiadaan moral para staff pemerintah viceroy Irwandi, betapa saudara
Salahuddin Al Fata sangat mudah tergoda dengan kekayaan tidak
kira halal atau haram.
Keputusan Irwandi untuk tidak mengakui Salahuddin dalam rombongan resminya
adalah tidak dapat diterima akal sehat. Bagaimana mungkin seorang ketua dagang
internasional Acheh tidak menjadi anggota resmi delegasi sebuah misi dagang.
Dengan demikian, saudara sebangsa, jangan terlalu percaya dan berharap dari
keadaan sekarang, persiapkan kekuatan ekonomi dan politik untuk melanjutkan
perjuangan yang belum selesai. Dan yakinlah sebagian besar yang dijanjikan baik
oleh GAM oligarkhi maupun pemerintah otonomi adalah strategi pembodohan ke atas
bangsa Acheh, karena mereka telah menjadi kolaborator bersama dengan kekuasaan
pendudukan Indonesia.
Demikian Siaran Press
New York, 20 September 2007
Eddy L Suheri
jurubicara
---------------------------------
Check it out! Windows Live Spaces is here! Its easy to create your own
personal Web site.
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.