LIPAYA @ LI MEURUWA
SEKARANG BERADA DI NORWEGIA
BERASAL DARI KEBUN BINATANG PAYA
BUJOK TUNONG LANGSA



To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Fri, 21 Sep 2007 16:27:52 
-0700Subject: Re: «PPDi» Siaran Press: RAKYAT ACHEH PERLU MEMAHAMI SITUASI DAN 
MUSLIHAT POLITIK





Omar Putéh menulis:
 
- Eddy itu orang apa ya?  Kata-kata orang, Eddy itu penyingkatan dari kata nama 
Edward, benarkah?  Jadi kalau katanya dia itu orang Achèh, kok makai nama orang 
Barat ya?  Nama Suher(y) itu, biasanya diambil pakai oleh orang Mandailing?  Di 
Kampung Laksana Banda Achèh ada teman saya, dari mandailing bernama: Suher(y)  
Nasution dan di Malaysia, kawan saya, juga asal mandailing yang pernah 2 tahun 
bersama Tengku Abu Daud Beureu-éh,juga bernamakan Suher(y) Batubara, tetapi 
kedua mereka tidak pernah mau menempel nama Eddy atau Edward didepan nama 
Suher(y)-nya itu.
 
- Ataukah Eddy atau Edward sebagai suatu perlambang kepada orang Achèh bahwa 
dia sudah tidak bodoh lagi.  Bagaimana dengan bengkel atau "Sekolah Bodoh 
Alauddin Ziyadovic Umarov", yang dikelola oleh anggota-anggota dari Komite 
Persiapan Achèh Merdeka di Heleførs, Norsborg, Swedia?
 
Kapan si Eddy L. Suher(y) ini peranah tahu apa itu ideology perjuangan GAM?  
Anak ingusan!!!
 
Omar Putéh,
Norway.
 
  
 
 Acheh Watch <[EMAIL PROTECTED]> wrote:





KOMITE PERSIAPAN ACHEH MERDEKA DEMOKRATIK(Preparatory Committee of The Free 
Acheh Democratic)Secretariats: New York, United States, tel/fax +1 718 3378843 
Stockholm, Scandinavia tel + 46 739 756532E-mail: [EMAIL PROTECTED] 
.infoWebsite: http://www.freeache h.infoSiaran Press------------ -----RAKYAT 
ACHEH PERLU MEMAHAMI SITUASI DAN MUSLIHAT POLITIKAssalamualaikum Wr. Wb.Salam 
SejahtraBangsa Acheh yang mulia.Selamat menjalankan Ibadah Puasa, semoga amal 
ibadah kita di bulan Ramadhan ini akan diterima Allah SWT.Sudah sekian bulan 
Komite tidak mengeluarkan pernyataan kehadapan bangsa kami sekalian, namun itu 
tidak berarti bahwa Komite telah tiada atau mundur, sekali lagi kami tegaskan 
tidak ada kata mundur bagi komite yang didirikan sebagai tumpuan terakhir 
bangsa Acheh melawan pendudukan Indonesia. Komite untuk saat ini masih terus 
berusaha menambah anggota, membenahi organizational dan membangun sumber 
ekonomi untuk kekuatan perjuangan kita di masa mendatang. Perlu diketahui bahwa 
untuk membangun kembali sebuah platform perjuangan di tengah euphoria sebagian 
dari rakyat kita dan mereka yang mengaku para bekas pejuang dan sedang 
menikmati "pemberian" Indonesia, adalah bukan perkara mudah. Ditambah lagi 
dengan perasaan kecewa sejumlah besar di antara kita terhadap sikap GAM 
oligarkhi dan para penjual bangsa di masa lalu. Komite menyadari di mana 
keberadaan Komite untuk saat ini bahkan untuk beberapa waktu ke depan masih 
tidak diperhitungkan, akan tetapi seluruh anggota Komite percaya cepat atau 
lambat kekuatan ini tak akan terbendung lagi. Bangsa kami sekalian, kelompok 
GAM oligarkhi, para pendukung perjanjian Helsinki dan Pemerintahan Viceroy 
Irwandi tengah serius memberi berbagai harapan baru kehadapan bangsa Acheh. 
Menurut mereka dengan menabur janji dan harapan, bangsa Acheh akan terlelap dan 
terus mendukung kekuatan status quo di Acheh. Komite mengingatkan kepada 
kelompok tersebut bahwasanya strategi mereka adalah suatu kesalahan fatal, 
karena rakyat sudah melihat perbuatan mereka di masa lalu dan masa kini, dan 
sesungguhnya mereka sedang melangkah ke arah kenistaan.GAM oligarkhi pimpinan 
Malek Mahmud sudah mulai kehilangan idea dan populariti, usaha mereka untuk 
terus menutupi kondisi sebenar tentang kesehatan pendiri revolusi DR. Hasan 
Tiro, kami khawatirkan akan segera berakhir. Demikian pula dengan pemerintahan 
viceroy Irwandi, yang tidak menunjukkan progress berarti dan mulai terperangkap 
dengan keterbatasan perjanjian Helsinki dan Perundangan otonomi pemberian 
Jakarta. Persoalan moral yang sangat parah juga menimpa sebagian dari staff 
pemerintahannya. Kejadian Salahuddin Al Fata, salah seorang delegasi dagang 
Acheh yang juga dalam struktur komisi perdagangan Acheh international, 
tertangkap di New York saat mencairkan check dengan jumlah jutaan US Dollars. 
Meskipun media mengabarkan dia tertipu sindikat scammer internet, namun banyak 
kesimpulan yang dapat ditarik dari peristiwa ini. Pertama, jika ia benar 
tertipu, maka viceroy Irwandi telah mengangkat salah satu staff-nya yang tidak 
memiliki keahlian dan daya intellektual sama sekali untuk bekerja dalam sebuah 
administrasi, terlebih dalam sebuah lobi perdagangan yang sangat memerlukan 
sekuriti yang kuat untuk sebuah investasi. Di sisi lain, ini menjadi sangat 
memalukan bagi nama Acheh di mana seorang yang mengaku wakil mereka terlibat 
perjudian karena terkait dengan lotre yang melanggar syariah. Seterusnya, 
peristiwa tersebut juga membuktikan ketiadaan moral para staff pemerintah 
viceroy Irwandi, betapa saudara Salahuddin Al Fata sangat mudah tergoda dengan 
kekayaan tidak kira halal atau haram.Keputusan Irwandi untuk tidak mengakui 
Salahuddin dalam rombongan resminya adalah tidak dapat diterima akal sehat. 
Bagaimana mungkin seorang ketua dagang internasional Acheh tidak menjadi 
anggota resmi delegasi sebuah misi dagang. Dengan demikian, saudara sebangsa, 
jangan terlalu percaya dan berharap dari keadaan sekarang, persiapkan kekuatan 
ekonomi dan politik untuk melanjutkan perjuangan yang belum selesai. Dan 
yakinlah sebagian besar yang dijanjikan baik oleh GAM oligarkhi maupun 
pemerintah otonomi adalah strategi pembodohan ke atas bangsa Acheh, karena 
mereka telah menjadi kolaborator bersama dengan kekuasaan pendudukan Indonesia. 
Demikian Siaran PressNew York, 20 September 2007Eddy L Suherijurubicara

Check it out! Windows Live Spaces is here! It’s easy to create your own 
personal Web site. 



Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! 
FareChase. 
 






_________________________________________________________________
Skaffa nya Windows Live Messenger!
http://get.live.com/messenger/overview

Kirim email ke