http://www.suarapembaruan.com/News/2007/11/08/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Budaya Membaca di Aceh Rendah
[BANDA ACEH] Budaya membaca di kalangan masyarakat sangat rendah, sehingga buku 
baru yang terbit di Indonesia, termasuk di Aceh sangat minim. Semua pihak harus 
berperan mendorong rakyat agar lebir gemar dalam membaca. 

Hal itu diungkapkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dalam sambutan tertulis yang 
dibacakan Asisten III Sekretariat Daerah Aceh Dermawan ketika membuka Pameran 
Buku Nasional Terbesar di Aceh tahun 2007, di Banda Aceh, Rabu (7/11). 

Rendahnya minat baca di masyarakat, tambahnya, bisa dilihat dari jumlah judul 
buku baru yang terbit di Indonesia, yaitu sekitar 5.000 judul. Angka tersebut 
sangat kecil kalau dibandingkan dengan Malaysia yang menerbitkan 15.000 judul 
buku per tahun, dan Inggris lebih dari 100.000 judul per tahun. 

Penyeb masyarakat kurang membaca akibat pengaruh media elektronik, munculnya 
teknologi televisi membuat masyarakat kita melompat dari budaya tutur ke budaya 
menonton, katanya. 


Menumbuhkan 

Deputi Bidang Agama, Sosial, dan Budaya Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi 
Aceh-Nias (BRR), T Safir Iskandar Wijaya mengatakan, guna menumbuhkan minat 
baca di masyarakat Aceh, BRR menggelar pameran buku nasional di Aceh tahun 
2007, yang mengambil tema "Aceh Membaca, Aceh Berjaya". 

"Pameran buku ini diperlukan baik dalam konteks pencanangan budaya membaca 
tingkat daerah sebagai pertanda kebangkitan masyarakat Aceh pascatsunami dan 
konflik, juga menjadi sarana pertukaran informasi antarkomunitas pecinta buku," 
sebutnya 

Panitia Pameran Buku Arnabun menyebutkan, pameran ini bertujuan menumbuhkan 
minat baca di kalangan masyarakat Aceh yang mulai bangkit setelah diterpa 
bencana gempa dan tsunami, tiga tahun silam. [147] 



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 8/11/07 

Kirim email ke