http://www.suarapembaruan.com/News/2007/12/05/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY -------------------------------------------------------------------------------- Mantan GAM Peringati Milad dengan Doa [BANDA ACEH] Para mantan kombatan dan sipil Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tergabung dalam Komite Peralihan Aceh (KPA) bersama rakyat di sejumlah daerah di Provinsi Aceh, Selasa (4/12), memperingati Milad ke-31 dengan doa, kenduri, dan menyantuni anak yatim korban konflik. Hadir dalam acara itu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, prajurit TNI, Polri dan pejabat di Kabupaten Aceh Besar dan provinsi serta para mantan petinggi GAM. Kegiatan yang dipusatkan di Makam Pahlawan Teungku Cik Di Tiro, Indapuri, Kabupaten Aceh Besar berlangsung sederhana, tidak ada pengibaran bendera bulan bintang. Selain di kompleks Makam Pahlawan Nasional Teungku Cik Di Tiro, Milad juga diperingati di Desa Meureue, Kecamatan Indrapuri, tepatnya di kompleks Makam Teungku Gle Iniem di Desa Krueng Kale, Kemukiman Siem, Kecamatan Darussalam dan kawasan Lhoknga serta daerah lain di Aceh. Pembacaan doa bersama di Indapuri dipimpin Teungku Syekh Ahmad dimulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB, lalu dilanjutkan kenduri rakyat yang dihadiri ratusan warga dan anak yatim serta janda korban konflik dari sekitar lokasi. Jaga Perdamaian Wakil Ketua KPA Aceh Besar, Saifuddin ben Yahya menyebutkan, pembacaan doa untuk untuk mengenang kawan-kawan seperjuangan yang telah meninggal Milad GAM kali ini untuk menjaga perdamaian, bukan seperti Milad sebelumnya yang diperingati dengan upacara militer dan pengibaran bendera. Kegiatan ini sama sekali tidak mempengaruhi proses perdamaian yang sedang berlangsung. KPA juga sudah memberitahukan jauh-jauh hari peringatan ulang tahun ini kepada pihak berwenang. "Kita juga mengundang petinggi TNI, gubernur, dan sejumlah pejabat di Aceh," katanya. Gubernur Irwandi mengatakan, peringatan milad GAM tidak bertentangan dengan hukum. Tidak perlu dipersoalkan, saya datang ke sini sebagai masyarakat biasa dan sebagai gubernur. Saya punya hak menghadiri acara kerakyatan seperti ini, dalam rombongan saya juga ada polisi, BIN, TNI," katanya. Wakil Kepolisian Daerah Aceh, Brigjen (Pol) Fajar Prihantoro mengatakan, polisi tidak menggelar operasi pada hari Milad GAM karena KPA sudah menegaskan tidak ada pengibaran bendera. Diserukan kepada semua pihak untuk menjaga perdamaian Aceh. Sebelumnya Juru Bicara KPA, Ibrahim bin Syamsuddin mengajak semua pihak untuk memelihara perdamaian. Dia juga meminta semua pihak untuk mewaspadai gerakan yang akan mengganggu perdamaian pada hari ulang tahun GAM. Tidak ada pengibaran bendera dalam acara tersebut. Berbeda dengan GAM, Sabtu (1/12) lalu, sejumlah pendukung simpatisan Papua Merdeka justru mengibarkan bendera "Bintang Kejora" ketika menggelar Perayaan 1 Desember yang disebut-sebut sebagai Hari Kemerdekaan Bangsa Papua. Kegiatan doa juga dilakukan di pendopo kediaman almarhum Ketua Presidium Dewan Papua (PDP) Theys Hiyo Eluay yang dihadiri sekitar 500 orang. [ROB/147] -------------------------------------------------------------------------------- Last modified: 5/12/
