Omar Putéh menulis:
1. Di tahun 1980 atau 4 tahun setelah Reproklamasi 4 Desember, 1976,
dimanakah As-syahid Tengku Hajji Ilyas Leubèe, mantan Menteri Kehakiman Negara
Achèh Sumatra?
2. Saya tanyakan juga: Tahun berapkah As-syahid Tengku Hajji Ilyas Leubèe,
rebah-syahid ditembak oleh ABRI, ketika sedang sembahyang berjemaah dengan
mantan Camat Djeunib?
3. Saya sudah menghebahkan pertanyaan: Apa itu Amerika, apa itu Indonesia dan
apa itu Achèh? Ataupun sekarang saya robah sedikit dari mana asal nama
Amerika, asal nama Indonesia dan asal nama Achèh?
4. Saya sudah jelaskan, jika menyebut saja Achèh berarti itu bermakna: Achèh
itu sebagai bangsa dan Achèh itu sebagai nasionalisme!
5. Walaupun saya sudah modified sedikit point 3, tetapi jika menyebut saja
Amerika atau Indonesia bukan berarti akan sudah terus menggambarkan pada maksud
bangsa atau kebangsaan (nasionalisme). Karena akan menghendaki penjelasan
tambahan singkat atau agak panjang.
6. Makanya akan jelas apa itu Achèh dan apa itu Gayo dalam konteks ini, yang
kemudian akan tersambungkan pada uraian asal Abu Takengon sendiri tentang pa
itu Melayu Tua dan apa itu Melayu Muda, kalau saya kan uraiankannya nanti.
7. Jangan terkicuhkan dengan apa-apa bacaan yang Abu Takengon sendiri dari
uraian para antropologist di Google atau Yahoo atau lain sumber, karena
bagaimana kalau disambungkan dengan uraian dari para archiologist pula nanti,
seperti dibayangkan oleh mereka-mereka yang tersebut dipoint 8 (sila baca
kembali uraian mereka, khususnya uraian tambahan dari Aladdin Ziayadovich
Umarov yang atheis-komunis itu?
8. Ataupun jangan juga terkicuh akan lemparan paparan dari Rima dan para
Amir-Amirnya misal: Ramli Affan atau kembalinya lagi si Alauddin Ziyadovich
Umarov yang atheis-komunis, yang menyusun hasil koleksi kutipan Google atau
Yahoo-nya seperti anak-anak main keretapi-keratapian itu.
9. Jangan hendaknya orang akanmembaca yang Abu Takengon seperti orang yang
sedang dalam kesurupan: Hana peuë peugah lée (ini bahasa Achèh).
10. Kalau benar Abu Takengon sebagai seorang sarjana, maka usahakanlah
berpikir sebagai seorang sarjana tetapi bukan sebaliknya. Karena ketika kita
mula melangkah ke pintu gerbang perguruan tinggi dulu, maka kita sudah terajak
untuk mengingat kembali seluruh kemasa perjalanan pelajaran awal persekolahan
atau pendidikan dari sejak sekolah dasar sekalian.
11. Cobalah Abu Takengon ulangi bacaan sejarah perjalanan dari kehadiran
asal-muasal pupulasi masyarakat pertama di bumi Achèh.
Abu Takengon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ass,
Pak omar saya ingin katakan :
GAYO lebih dahulu masuk islam daripada ACEH.
ini juga fakta sejarah dan bukan sejarah yang dibuat-buat atau
dikarang-karang.
Menurut Pidato Tgk Ilyas Leube tahun 1980 tentang Sejarah GAYO di Takengon
yang di moderatori Tgk Baihaqi AK (mantan anggota DPR RI dari PPP Thn 1999-2004)
jadi yang memiliki KEDAULATAN di ACEH bukan bangsa ACEH sendiri (yang memakai
bahasa jak keunoe, jak keudeh) tapi yang memiliki KEDAULATAN di ACEH ini
adalah BANGSA GAYO.
Kalau anda tdk percaya silahkan tanya pada Tgk Yunus Jamil (ahli sejarah Aceh
dan Gayo) dari Ulee Lhee, Banda Aceh.
Wass,
Abu Takengon
The Bangsagayo Democratic Movement
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.