Tidak ada apa yang patut ditulis selama mengenai Pak Irwandi selama dia menjadi
Gubernur alias anak bawahan NKRI.
Yang patut ditanyakan apakah Oto yang dia dapat, setelah berapa banyak rayakyat
korban dimasa Referandum+Gam=Oto itu hasilnya.
Pak Irwandi juga mengatakan akan mengadi semua keroptur di ATjéh. Kalau
maunagkap jangn taangkap maleng jemuran. kenapa ngak di tang kap yang meng
habiskan uang BRR Nias sebangyak 500 miljar Dollar, itu pun ngak jalan gemana.
Jangan kita tanya janji manisnya di semasa GAM...meutamah klah ateuh
tubung,ku-uh ling lampaya.
rahmat smur aceh rahmat <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
Assalammu`alaikum Jamaa`ah milist.
Menjadi tidak adil kalau banyak anggota milist yang
memberikan analisa kemudian dituduh beretorika, cang
panah dan lain sebagainya.
bukankah ketika kita menjustifikasi seseorang banyak
retorika, kita juga sedang beretorika?
Kalau hal demikian yang terjadi, maka demokrasi akan
mati. semua disumbat dan akan dilarang atas nama
kebanyakan retorika.
Dan saat ini saya punya pertanyaan penting?
Kenapa kita tidak mencoba memberikan coretan-coretan
kecil tentang keberhasilan irwandi-Nazar selama
setahun ini?
Atau benar bahwa pemerintahan baru ini sudah menjadi
sentralistik gaya orde baru, seperti yang dituduhkan
Muntasir hamid, kader partai utama penyangga orde
baru...
Membingungkan memang kader partai orde baru menuduh
mantan pemberontak melakukan pemerintahan ala orde
baru.
Atau pertanyaan saya juga akan dianggap retorika?
Ka gawat menyoe meunan...
wass
Rahmat Djailani
--- radja perdamaian <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Ya kita yang akan mendapatkan pelayanan publik,
> kitakan bagian yang mendapatkan pelayanan, saya
> lihat bahwa saat ini belum ada aturan yang jelas
> sehingga apabila ada di antara kita melayangkan
> surat atau apapun, kita hanya dikatakan pesan bapak
> akan saya sampaikan ke atasan....
>
> nah itukah yang dikatakan aturan...maka menurut
> aku, harus ada aturan yang dibuat dalam
> undang-undang atau qanun yang mengatur peran warga
> atau si yang mendapatkan pelayanan dalam
> memonitoring pelayanan publik....
>
> Saleum DAMEe
>
> ----- Original Message ----
> From: | r i m a | <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, January 17, 2008 12:22:23 PM
> Subject: RE: [IACSF] Diskusi Pelayanan Publik
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Bisa saja, jika ada atau
> maujud, maka pengkritisan lanjutan pastinya pada
> kauantitas (cakupan) dan kualitas
> aturan yang dibuat. Lebih jauh lagi, kita akan
> bicara pada tema kemauan
> kekuasaan untuk menyediakan dirinya dikendalikan/
> memenuhi aspirasi masyarakat,
> disisi lain kita juga harus mengkaji
> kesiapan/kemampuan masyarakat untuk memerintah
> kekuasaan.
>
>
>
>
>
> Defini masyarakat juga
> harus dibongkar-kembali, karena term masyarakat
> selalu merujuk ke
> kumpulan populasi manusia non-penguasa/ bukan
> negara. Dimana beda-beda antara populasi
> kekuasaan dan non-kekuasaan tidaklah seperti hitam &
> putih, selalu saja ada
> ruang abu-abu diantara keduanya.
>
>
>
>
>
> Mungkin bisa merujuk ke
> grafik cilet-cilet dibawah ini:
>
>
>
>
>
> KEKUASAAN ------------ ------>
> Vs <------------ ----- PENENTANG
>
>
> Organisasi Politik ------------>
> Vs <------------ - Organisasi Politik
>
>
>
> Ormas + Thinktank ------------ ->
> Vs <------------ - Ormas + Thinktank
>
>
>
> Massa Pendukung ------------ --->
> Vs <------------ -- Massa Pendukung
>
>
>
>
>
> Pada tingkatan 1, 2 dan
> 3, opini aparatus negara-lah yang berada
> ditengah-tengah dan menjadi rebutan antara
> keduanya. Sementara ditingkatan massa bawah, massa
> mengambang/apolitis lah yang
> menjadi rebutan.
>
>
>
>
>
> Dari sini, kembali ke tema
> masyarakat yang mengontrol kepemimpinan,
> pertanyaanku sederhana saja, masyarakat
> yang mana?
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> From: [EMAIL PROTECTED] com
> [mailto:IACSF@ yahoogroups. com] On Behalf Of radja
> perdamaian
>
> Sent: Thursday, January 17, 2008
> 11:49 AM
>
> To: [EMAIL PROTECTED] com
>
> Subject: Re: [IACSF] Diskusi
> Pelayanan Publik
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Kalau menurut aku gampang aja,
> bikin peraturan yang bisa memberi peluang rakyat
> untuk mengontrol jalannya
> pelayanan publik .....bereskan
>
>
>
>
>
> salam DAMEe
>
>
>
>
> ----- Original Message
> ----
>
> From: | r i m a | <gulam.pawoun@ gmail.com>
>
> To: [EMAIL PROTECTED] com
>
> Sent: Thursday, January 17, 2008 10:17:46 AM
>
> Subject: RE: [IACSF] Diskusi Pelayanan Publik
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Tokoh-Tokoh
> Aceh dan Indonesia pada umumnya hanya pinter
> beretorika dan menjual teori-teori
> dengan konsep-konsep yang tak pasti, makanya tak
> salah jika
> Indonesia hanya melahirkan para komentator-komentat
> or,
=== message truncated ===
__________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
---------------------------------
Går det långsamt? Skaffa dig en snabbare bredbandsuppkoppling.
Sök och jämför hos Yahoo! Shopping.