http://www.republika.co.id/launcher/view2/mid/161/news_id/1164
Dunia Islam >> Jejak Islam
2008-07-23 10:10:00
Dinasti Penguasa Khwarizmia
Di era kejayaannya, wilayah Khwarizmia sempat dikuasai sebuah
kerajaan bernama Dinasti Khwarizmi. Tak jelas betul, kerajaan itu
berdiri. Yang jelas, dinasti itu didirikan oleh Anush Tigin Gharcai -
seorang bekas budak Sultan Seljuk yang ditunjuk sebagai Gubernur
Khwarizmia. Kerajaan Khwarizmi hanya mampu bertahan hingga tahun 1220
M, setelah dihancurkan pasukan Mongol di bawah pimpinan Jengis Khan.
Sejak
tahun 992 M hingga 1041 M, wilayah itu dikuasai Kerajaan Ghaznavid.
Namun, pada tahun 1077 M, Khwarizmia berhasil ditaklukkan Dinasti
Seljuk. Sejak saat itu, sultan Seljuk menugaskan Anush Tigin Gharcai
sebagai gubernur di provinsi Khwarizmia. Pada tahun 1141 M, Sultan
Seljuk, Ahmed Sanjar dikalahkan Kara Khitay. Cucu Anush Tigin, Ala
Ad-Din Aziz terpaksa bergabung ke Kara Khitay.
Sultan Ahmed
Sanjar pada tahun 1156 M terbunuh, ketika negara Seljuk mengalami
chaos. Momen itu dimanfaatkan para penguasa Khwarizmi untuk
mengembangkan wilayah kekuasaannya ke selatan. Pada tahun 1194 M,
sultan terakhir Kerajaan Seljuk, Togrull III dikalahkan penguasa
Khwarizmia, Ala ad-Din Tekish. Selain menyudahi kekuasaan Seljuk, dia
juga membebaskan diri dari pengaruh Kara Khitay.
Memasuki abad
ke-12 M, Tekish meninggal dunia dan digantikan puteranya Ala ad-Din
Muhammad. Di era kekuasaan Ala Ad-Din Muhammad itulah seluruh kekuasaan
Seljuk Raya berhasil ditaklukkan. Dia kemudian mendaulat dirinya
sebagai Shah - gelar raja Persia. Ala Ad-Din Muhammad pun sangat
dikenal sebagai Shah Khwarizmi. Wilayah kekuasaan Kerajaan Khwarizmi
semakin meluas, ketika pada tahun 1212 M, dia mengalahkan Gur-Khan
Kutluk dan menguasai tanah Kara Khitay.
Wilayah kekuasaan
Kerajaan Khwarizmi pun membentang mulai dari Syr Darya hingga Baghdad
dan dari Sungai Indus hingga ke Laut Kaspia. Sayangnya, kekuasaan
Kerajaan Khwarizmi tak mampu bertahan lama. Pada tahun 1218 M, Jengis
Khan mengirimkan duta perdagangannya ke negara yang tengah maju dan
berkembang pesat itu. Namun, pemerintahan Khwarizmi menolak tawaran
dagang dari penguasa Dinasti Mongol itu.
Jengis Khan yang
dikenal sosok brutal dan sadis pun menuntut pertanggungjawaban Shah
Khwarizmi. Invasi pun dilakukan. Tak kurang dari 200 ribu pasukan
Mongol menyerbu wilayah kekuasaan Kerajaan Khwarizmi. Dalam waktu dua
tahun, kawasan Asia Tengah dikuasai dan ditaklukkan tentara Mongol.
Wilayah-wilayah penting dalam peradaban Islam seperti, Bukhara,
Samarkand, dan ibu kota Khwarizmia, Urgench dihancurkan. Sultan Ala
Ad-Din Muhammad mencoba menyelamatkan diri dari serangan ganas pasukan
Jengis Khan itu dan beberapa pekan kemudian wafat di sebuah pulau di
Laut Kaspia. Putera Sultan Ala Ad-Din Muhammad, Jalal Ad-Din Manguberdi
pun menggantikan posisi ayahnya sebagai sultan baru. Namun, dia menolak
menggunakan gelar shah.
Sultan Jalal Ad-Din pun mencoba untuk
menyelamatkan diri dari kepungan tentara Mongol dengan melarikan diri
ke India. Upaya untuk lolos dari kejaran tentara Mongol tak berlangsung
mulus. Dalam Pertempuran Indus, sang sultan kalah. Namun, Jala Ad-Din
berhasil meloloskan diri ke Kesultanan Delhi.
Ketika Khwarizmia
dihancurkan Mongol, penduduk di wilayah itu memilih menjadi tentara
bayaran di Irak utara. Para tentara bayaran asal Khwarizmia itu sempat
disewa Salih Ayyub, Sultan Dinasti Ayyubiah yang berpusat di Mesir
untuk melawan Salih Ismail. Tentara bayaran dari Khwarizmia itu
terlibat dalam Perang Salib. Berkat kekuatan tentara Khwarizmia, umat
Islam mampu menguasai Yerusalem hingga tahun 1917 M - ketika Inggris
mengambilalihnya dari Kerajaan Usmani Turki. hri/yto
Foto: twccenter.net ()