SEJAK KAPAN WALI NANGGROE HASAN MUHAMMAD DI TIRO PANDAI MENYEBUT BAPAK KEPADA 
PEMIMPIN INDONESIA....??????????????????... SIAPA YANG BUAT TEKS NASKAH PIDATO 
ITU...???????????????????


Sabtu, 11 Oktober 2008 | 19:37 WIB
        
                Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
 
 Kehadapan hadirin dan hadirat yang saya cintai. 
 

Marilah kita bersama panjatkan puji dan syukur kehadhirat Allah
Subhanahu Wata'ala yang telah memberikan rahmat dan kurnia-Nya kepada
kita sekalian dalam bentuk kebebasan dan kedamaian yang menyeluruh di
persada tanah Aceh sejak dari tanggal 15 Agustus tahun 2005 selepas
mengalami konflik bersenjata selama 30 tahun yang bermula pada tahun
1976. 
 
 Pada hari ini saya sangat berbahagia begitu juga para
hadirin-hadirat sekalian. Allah telah melimpahkan nikmat kepada kita,
sehingga pada hari yang paling bersejarah ini, Insya Alllah saya dalam
keadaan sehat walafiat, dapat kembali menginjakkan kaki di bumi Aceh
dan saya dapat bertemu muka langsung dengan saudara-saudara, di mana
selama ini, telah memberi kesetiaan kepada saya di dalam perjuangan
menuntut hak, keadilan dan martabat bagi Aceh.
 
 Kebebasan dan
perdamaian yang menyeluruh di Aceh sekarang ini adalah merupakan nikmat
yang telah diberikan Allah kepada Aceh. Belum p ernah terjadi dalam
sejarah Aceh selama berada dalam penjajahan dan pendudukan bangsa
asing, rakyat mendapatkan kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh
seperti saat sekarang ini. 
 
 Kesemuanya ini adalah merupakan
hasil jerih payah perjuangan gigih yang tel ah diberikan oleh rakyat
Aceh dengan jatuh korban puluhan ribu jiwa banyaknya, sementara gempa
dan tsunami telah memakan korban sekitar ratusan ribu jiwa banyaknya.
Saudara-saudara kita yang telah syahid telah meninggalkan ribuan anak
yatim piyatu, saudar a -saudara kita yang hilang harta dan cedera tubuh
badannya juga tidak terhitung jumlahnya. Ini adalah menjadi
tanggung-jawab kita semua untuk memberi bantuan kepada mareka yang akan
kita penuhi melalui proses demokrasi dan berencana sebagaimana yang
telah kita sepakati di dalam MoU Helsinki.
 
 Kami ingatkan:
konflik 30 tahun yang disusuli oleh gempa dan tsunami, mengakibatkan
Aceh kehilangan segala-galanya, kita tidak sanggup kehilangan masa
depan kita. Justru raihlah masa depan kita melalui proses yang telah
ditentukan di dalam MoU Helsinki ini dengan cukup teliti dan
berdisiplin tinggi.
 
 Di dalam perang kita telah sangat banyak
pengorbanan, akan tetapi, dalam kedamaian kita harus bersedia berkorban
lebih banyak lagi. Memang, biaya perang sangat mahal akan te tapi biaya
memelihara perdamain jauh lebih mahal. Peliharalah kedamaian ini untuk
kesejahtraan kita semua.
 
 Perundingan perdamaian yang panjang
seru dan alot antara pihak GAM dan pihak Pemerintah Republik Indonesia
di Helsinki, Finlandia. Telah menghasilka n kesepakatan yang dinamakan
Memorandum of Understanding ataupun yang lebih dikenal dengan MoU
Helsinki. Yang ditandatangani oleh pihak GAM dan RI pada tanggal 15
Agustus 2005 adalah merupakan dasar pijakan hukum bagi terciptanya
kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat
bagi semua pihak.
 
 Adapun sebagian dari hal-hal penting yang terdapat di dalam kesepakatan 
bersama MoU Helsinki adalah: 
 

Pertama: Mantan pejuang Aceh tidak ada lagi dipanggil dengan sebutan
"sparatis", karena t elah mengikat diri dengan kesepakatan yang telah
di tanda-tangani oleh pihak seperti termaktup di dalam MoU Helsinki.
Kini rakyat Aceh sudah mulai merasakan hidup aman dan tenang serta
tidak lagi merasa takut terhadap berbagai tindakan kekerasan seperti y
ang terjadi di masa konflik yang baru berakhir sekitar tiga tahun yang
lalu.
 
 Kedua: Aceh telah lama dilupakan dunia, akan tetapi
dengan gempa dan tsunami serta adanya MoU Helsinki, Aceh telah menjadi
perhatian dunia internasional untuk dapat dibantu secara langsung
terhadap kepentingan rakyat Aceh dari segala kehancuran dan ketinggalan
di semua bidang.
 
 Ketiga: Aceh akan mendapatkan kebebasan dalam
bentuk hak-hak sipil, politik dan mengenai hak-hak ekonomi, sosial dan
budaya sebagaimana tercantum di dalam K onvenan Internasional
Perserikatan Bangsa-bangsa, di mana proses tersebut, dijalankan melalui
proses demokrasi, adil dan bermartabat. Sebagai imbalan, Pemerintah
Pusat mempunyai hak-hak tersendiri yang telah diatur di dalam MoU
Helsinki tersebut. 
 
 Dalam ke sempatan yang berbahagia ini,
saya ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak Pimpinan Urusan Luar
Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Javier Solana di atas dukungan penuhnya
terhadap kami dan juga kepada mantan Ketua Tim Misi Monitoring Aceh,
Pieter Cornelis Feith beserta Staf dari negara-negara anggota Uni
Eropa, ASEAN, Norwegia dan Swiss yang telah berhasil memantau dan
menjalankan isi MoU Helsinki sehingga di Aceh terpelihara dan terjaga
perdamaian yang menyeluruh ini. 
 
 Juga saya tidak lupa
mengucapkan terim a kasih kepada mantan Presiden Martti Ahtisaari dari
Finlandia, mantan Sekretaris Jendral PBB Kofi Annan, pemerintah Amerika
Serikat, Jepang, Swiss, Swedia, Norwegia dan lain lain yang telah
berusaha keras membantu mencari jalan terbaik, guna menyelesaika n
konflik Aceh secara damai.
 
 Dalam kesempatan ini, teristimewa,
saya ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak Pemerintah Republik
Indonesia yang tetap komitmen dengan isi-isi MoU Helsinki dan untuk
ini, saya menghargai kebijaksanaan dan tekad baik yang " decisive" yang
telah diambil oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil
Presiden Bapak Yusuf Kalla yang sejak dari awal lagi tahun 2000, telah
merintis jalan penyelesaian konflik yang berkepanjangan di Aceh, harus
melalui perundingan bukan den gan cara kekerasan senjata.
 

Kepada rakyat Aceh, saya menyerukan untuk tetap memelihara dan menjaga
perdamaian yang menyeluruh dan jangan berusaha untuk menghancurkan
perdamaian ini. Kalau masih ada pihak-pihak yang menentang dan tidak
menyetujui MoU Helsin ki ini, maka di sini, saya menyerukan untuk
kembali dan bersatu dengan rakyat Aceh yang sekarang sedang memelihara
dan menikmati kedamaian dan kebebasan yang menyeluruh di bumi Aceh. 
 

Perjuangan rakyat Aceh sekarang ini, adalah perjuangan ke arah sistem
ya ng membawa aspirasi seluruh rakyat Aceh melalui perangkat politik
dalam usaha memelihara perdamaian, keamanan dan kebebasan dengan cara
yang adil, jujur, dan bermartabat bagi semuanya. Perlu diingat, bahwa
perjuangan dengan melalui jalur politik dan demok rasi inilah yang
didukung dan disokong sepenuhnya oleh dunia internasional serta saya
yakin, juga didukung sepenuhnya oleh semua lapisan rakyat Indonesia
yang cinta perdamaain, kestabilan dan kesejahteraan negara ini untuk
masa yang akan datang. 
 
 Pada kesem patan ini, saya berpesan
kepada seluruh rakyat Aceh untuk tetap menjaga kesatuan Aceh dan jangan
sekali-kali terpancing pada usaha-usaha jahat dari beberapa kelompok
supersif, dalam usaha mereka untuk menyabotase perdamaian, mengadu
domba kita sesama kita dan memecah belah Aceh, yang kalau tidak kita
tidak sedari, untuk membendunginya, akhirnya akan menimbulkan konflik
berdarah untuk kesekian kalinya yang akan menghancur-leburkan dan
merugikan kesemua pihak. 
 
 Tak lupa saya ucapkan terima kasih
setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bersusah payah
memfasilitasi kepulangan saya dan rombongan ke tanah air sebegitu baik. 
 

Terima kasih yang tak terhingga kepada saudara-saudara yang saya kasihi
sekalian, yang telah bersusah payah datang ke Banda Aceh dar i seluruh
Aceh untuk menyambut kepulangan saya ketanah pusaka ini secara meriah
sekali, yang tentunya, tak dapat saya lupakan sepanjang hayat saya.
Hanya Allah yang akan membalas segala kebaikan saudaraku sekalian.
Amin, amin, amin ya Rabbal alamin.
 
 Akhirnya mengingat kita
masih berada di bulan syawal, bulan fitrah, saya ucapkan Selamat hari
Raya Idul Fitri tahun 1429 H. Mohon ma'af lahir dan batin. 
 
 Sekian dan terima kasih.

 Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


 Teungku Hasan Muhammad di Tiro   


[EMAIL PROTECTED]  www.lauttawar.com  http://kenmahara.multiply.com/
  http://www.myspace.com/lingegroup
http://www.youtube.com/user/wintakengen



      

Kirim email ke