Ya itu sudah jelas, bahkan banyak massa yang tidak puas hati dengan text yang 
di baca Malek

--- On Mon, 13/10/08, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Sunny <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: «PPDi» Re: «PPDi» WALI MEMANGGIL BAPAK KE SUSILO DAN YUSUF 
KALA??????????????????????
To: [email protected], "aceh news" <[EMAIL PROTECTED]>, "acsa group" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "acehnisk acehnisk" <[EMAIL PROTECTED]>, "kuasa rakyat" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "fondamen talis" <[EMAIL PROTECTED]>, "opsisi oposisi" <[EMAIL 
PROTECTED]>
Date: Monday, 13 October, 2008, 4:55 PM







Membaca pidato ini memberikan kesan bahwa bukan Tengku Hassan di Tiro yang 
menulis, tetapi orang lain.
 

----- Original Message ----- 
From: tawar laut 
To: pdi pdi ; aceh news ; acsa group ; acehnisk acehnisk ; kuasa rakyat ; 
fondamen talis ; opsisi oposisi 
Sent: Sunday, October 12, 2008 7:26 AM
Subject: «PPDi» WALI MEMANGGIL BAPAK KE SUSILO DAN YUSUF KALA???????? ????????? 
?????








SEJAK KAPAN WALI NANGGROE HASAN MUHAMMAD DI TIRO PANDAI MENYEBUT BAPAK KEPADA 
PEMIMPIN INDONESIA... .???????? ????????? ?... SIAPA YANG BUAT TEKS NASKAH 
PIDATO ITU...?????? ????????? ????


Sabtu, 11 Oktober 2008 | 19:37 WIB
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kehadapan hadirin dan hadirat yang saya cintai. 

Marilah kita bersama panjatkan puji dan syukur kehadhirat Allah Subhanahu 
Wata'ala yang telah memberikan rahmat dan kurnia-Nya kepada kita sekalian dalam 
bentuk kebebasan dan kedamaian yang menyeluruh di persada tanah Aceh sejak dari 
tanggal 15 Agustus tahun 2005 selepas mengalami konflik bersenjata selama 30 
tahun yang bermula pada tahun 1976. 

Pada hari ini saya sangat berbahagia begitu juga para hadirin-hadirat sekalian. 
Allah telah melimpahkan nikmat kepada kita, sehingga pada hari yang paling 
bersejarah ini, Insya Alllah saya dalam keadaan sehat walafiat, dapat kembali 
menginjakkan kaki di bumi Aceh dan saya dapat bertemu muka langsung dengan 
saudara-saudara, di mana selama ini, telah memberi kesetiaan kepada saya di 
dalam perjuangan menuntut hak, keadilan dan martabat bagi Aceh.

Kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh di Aceh sekarang ini adalah merupakan 
nikmat yang telah diberikan Allah kepada Aceh. Belum p ernah terjadi dalam 
sejarah Aceh selama berada dalam penjajahan dan pendudukan bangsa asing, rakyat 
mendapatkan kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh seperti saat sekarang ini. 

Kesemuanya ini adalah merupakan hasil jerih payah perjuangan gigih yang tel ah 
diberikan oleh rakyat Aceh dengan jatuh korban puluhan ribu jiwa banyaknya, 
sementara gempa dan tsunami telah memakan korban sekitar ratusan ribu jiwa 
banyaknya. Saudara-saudara kita yang telah syahid telah meninggalkan ribuan 
anak yatim piyatu, saudar a -saudara kita yang hilang harta dan cedera tubuh 
badannya juga tidak terhitung jumlahnya. Ini adalah menjadi tanggung-jawab kita 
semua untuk memberi bantuan kepada mareka yang akan kita penuhi melalui proses 
demokrasi dan berencana sebagaimana yang telah kita sepakati di dalam MoU 
Helsinki.

Kami ingatkan: konflik 30 tahun yang disusuli oleh gempa dan tsunami, 
mengakibatkan Aceh kehilangan segala-galanya, kita tidak sanggup kehilangan 
masa depan kita. Justru raihlah masa depan kita melalui proses yang telah 
ditentukan di dalam MoU Helsinki ini dengan cukup teliti dan berdisiplin tinggi.

Di dalam perang kita telah sangat banyak pengorbanan, akan tetapi, dalam 
kedamaian kita harus bersedia berkorban lebih banyak lagi. Memang, biaya perang 
sangat mahal akan te tapi biaya memelihara perdamain jauh lebih mahal. 
Peliharalah kedamaian ini untuk kesejahtraan kita semua.

Perundingan perdamaian yang panjang seru dan alot antara pihak GAM dan pihak 
Pemerintah Republik Indonesia di Helsinki, Finlandia. Telah menghasilka n 
kesepakatan yang dinamakan Memorandum of Understanding ataupun yang lebih 
dikenal dengan MoU Helsinki. Yang ditandatangani oleh pihak GAM dan RI pada 
tanggal 15 Agustus 2005 adalah merupakan dasar pijakan hukum bagi terciptanya 
kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi 
semua pihak.

Adapun sebagian dari hal-hal penting yang terdapat di dalam kesepakatan bersama 
MoU Helsinki adalah: 

Pertama: Mantan pejuang Aceh tidak ada lagi dipanggil dengan sebutan 
"sparatis", karena t elah mengikat diri dengan kesepakatan yang telah di 
tanda-tangani oleh pihak seperti termaktup di dalam MoU Helsinki. Kini rakyat 
Aceh sudah mulai merasakan hidup aman dan tenang serta tidak lagi merasa takut 
terhadap berbagai tindakan kekerasan seperti y ang terjadi di masa konflik yang 
baru berakhir sekitar tiga tahun yang lalu.

Kedua: Aceh telah lama dilupakan dunia, akan tetapi dengan gempa dan tsunami 
serta adanya MoU Helsinki, Aceh telah menjadi perhatian dunia internasional 
untuk dapat dibantu secara langsung terhadap kepentingan rakyat Aceh dari 
segala kehancuran dan ketinggalan di semua bidang.

Ketiga: Aceh akan mendapatkan kebebasan dalam bentuk hak-hak sipil, politik dan 
mengenai hak-hak ekonomi, sosial dan budaya sebagaimana tercantum di dalam K 
onvenan Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa, di mana proses tersebut, 
dijalankan melalui proses demokrasi, adil dan bermartabat. Sebagai imbalan, 
Pemerintah Pusat mempunyai hak-hak tersendiri yang telah diatur di dalam MoU 
Helsinki tersebut. 

Dalam ke sempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengucapkan terimakasih 
kepada pihak Pimpinan Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Javier Solana 
di atas dukungan penuhnya terhadap kami dan juga kepada mantan Ketua Tim Misi 
Monitoring Aceh, Pieter Cornelis Feith beserta Staf dari negara-negara anggota 
Uni Eropa, ASEAN, Norwegia dan Swiss yang telah berhasil memantau dan 
menjalankan isi MoU Helsinki sehingga di Aceh terpelihara dan terjaga 
perdamaian yang menyeluruh ini. 

Juga saya tidak lupa mengucapkan terim a kasih kepada mantan Presiden Martti 
Ahtisaari dari Finlandia, mantan Sekretaris Jendral PBB Kofi Annan, pemerintah 
Amerika Serikat, Jepang, Swiss, Swedia, Norwegia dan lain lain yang telah 
berusaha keras membantu mencari jalan terbaik, guna menyelesaika n konflik Aceh 
secara damai.

Dalam kesempatan ini, teristimewa, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada 
pihak Pemerintah Republik Indonesia yang tetap komitmen dengan isi-isi MoU 
Helsinki dan untuk ini, saya menghargai kebijaksanaan dan tekad baik yang " 
decisive" yang telah diambil oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan 
Wakil Presiden Bapak Yusuf Kalla yang sejak dari awal lagi tahun 2000, telah 
merintis jalan penyelesaian konflik yang berkepanjangan di Aceh, harus melalui 
perundingan bukan den gan cara kekerasan senjata.

Kepada rakyat Aceh, saya menyerukan untuk tetap memelihara dan menjaga 
perdamaian yang menyeluruh dan jangan berusaha untuk menghancurkan perdamaian 
ini. Kalau masih ada pihak-pihak yang menentang dan tidak menyetujui MoU Helsin 
ki ini, maka di sini, saya menyerukan untuk kembali dan bersatu dengan rakyat 
Aceh yang sekarang sedang memelihara dan menikmati kedamaian dan kebebasan yang 
menyeluruh di bumi Aceh. 

Perjuangan rakyat Aceh sekarang ini, adalah perjuangan ke arah sistem ya ng 
membawa aspirasi seluruh rakyat Aceh melalui perangkat politik dalam usaha 
memelihara perdamaian, keamanan dan kebebasan dengan cara yang adil, jujur, dan 
bermartabat bagi semuanya. Perlu diingat, bahwa perjuangan dengan melalui jalur 
politik dan demok rasi inilah yang didukung dan disokong sepenuhnya oleh dunia 
internasional serta saya yakin, juga didukung sepenuhnya oleh semua lapisan 
rakyat Indonesia yang cinta perdamaain, kestabilan dan kesejahteraan negara ini 
untuk masa yang akan datang. 

Pada kesem patan ini, saya berpesan kepada seluruh rakyat Aceh untuk tetap 
menjaga kesatuan Aceh dan jangan sekali-kali terpancing pada usaha-usaha jahat 
dari beberapa kelompok supersif, dalam usaha mereka untuk menyabotase 
perdamaian, mengadu domba kita sesama kita dan memecah belah Aceh, yang kalau 
tidak kita tidak sedari, untuk membendunginya, akhirnya akan menimbulkan 
konflik berdarah untuk kesekian kalinya yang akan menghancur-leburkan dan 
merugikan kesemua pihak. 

Tak lupa saya ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada semua pihak yang 
telah bersusah payah memfasilitasi kepulangan saya dan rombongan ke tanah air 
sebegitu baik. 

Terima kasih yang tak terhingga kepada saudara-saudara yang saya kasihi 
sekalian, yang telah bersusah payah datang ke Banda Aceh dar i seluruh Aceh 
untuk menyambut kepulangan saya ketanah pusaka ini secara meriah sekali, yang 
tentunya, tak dapat saya lupakan sepanjang hayat saya. Hanya Allah yang akan 
membalas segala kebaikan saudaraku sekalian. Amin, amin, amin ya Rabbal alamin.

Akhirnya mengingat kita masih berada di bulan syawal, bulan fitrah, saya 
ucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri tahun 1429 H. Mohon ma'af lahir dan batin. 

Sekian dan terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


Teungku Hasan Muhammad di Tiro   



[EMAIL PROTECTED] com
www.lauttawar. com
http://kenmahara. multiply. com/

http://www.myspace. com/lingegroup
http://www.youtube. com/user/ wintakengen

 














      

Kirim email ke