Membaca pidato ini memberikan kesan bahwa bukan Tengku Hassan di Tiro yang
menulis, tetapi orang lain.
----- Original Message -----
From: tawar laut
To: pdi pdi ; aceh news ; acsa group ; acehnisk acehnisk ; kuasa rakyat ;
fondamen talis ; opsisi oposisi
Sent: Sunday, October 12, 2008 7:26 AM
Subject: «PPDi» WALI MEMANGGIL BAPAK KE SUSILO DAN YUSUF
KALA??????????????????????
SEJAK KAPAN WALI NANGGROE HASAN MUHAMMAD DI TIRO PANDAI MENYEBUT BAPAK
KEPADA PEMIMPIN INDONESIA....??????????????????... SIAPA YANG BUAT TEKS NASKAH
PIDATO ITU...???????????????????
Sabtu, 11 Oktober 2008 | 19:37 WIB
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kehadapan hadirin dan hadirat yang saya cintai.
Marilah kita bersama panjatkan puji dan syukur kehadhirat Allah
Subhanahu Wata'ala yang telah memberikan rahmat dan kurnia-Nya kepada kita
sekalian dalam bentuk kebebasan dan kedamaian yang menyeluruh di persada tanah
Aceh sejak dari tanggal 15 Agustus tahun 2005 selepas mengalami konflik
bersenjata selama 30 tahun yang bermula pada tahun 1976.
Pada hari ini saya sangat berbahagia begitu juga para hadirin-hadirat
sekalian. Allah telah melimpahkan nikmat kepada kita, sehingga pada hari yang
paling bersejarah ini, Insya Alllah saya dalam keadaan sehat walafiat, dapat
kembali menginjakkan kaki di bumi Aceh dan saya dapat bertemu muka langsung
dengan saudara-saudara, di mana selama ini, telah memberi kesetiaan kepada saya
di dalam perjuangan menuntut hak, keadilan dan martabat bagi Aceh.
Kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh di Aceh sekarang ini adalah
merupakan nikmat yang telah diberikan Allah kepada Aceh. Belum p ernah terjadi
dalam sejarah Aceh selama berada dalam penjajahan dan pendudukan bangsa asing,
rakyat mendapatkan kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh seperti saat
sekarang ini.
Kesemuanya ini adalah merupakan hasil jerih payah perjuangan gigih yang
tel ah diberikan oleh rakyat Aceh dengan jatuh korban puluhan ribu jiwa
banyaknya, sementara gempa dan tsunami telah memakan korban sekitar ratusan
ribu jiwa banyaknya. Saudara-saudara kita yang telah syahid telah meninggalkan
ribuan anak yatim piyatu, saudar a -saudara kita yang hilang harta dan cedera
tubuh badannya juga tidak terhitung jumlahnya. Ini adalah menjadi
tanggung-jawab kita semua untuk memberi bantuan kepada mareka yang akan kita
penuhi melalui proses demokrasi dan berencana sebagaimana yang telah kita
sepakati di dalam MoU Helsinki.
Kami ingatkan: konflik 30 tahun yang disusuli oleh gempa dan tsunami,
mengakibatkan Aceh kehilangan segala-galanya, kita tidak sanggup kehilangan
masa depan kita. Justru raihlah masa depan kita melalui proses yang telah
ditentukan di dalam MoU Helsinki ini dengan cukup teliti dan berdisiplin tinggi.
Di dalam perang kita telah sangat banyak pengorbanan, akan tetapi,
dalam kedamaian kita harus bersedia berkorban lebih banyak lagi. Memang, biaya
perang sangat mahal akan te tapi biaya memelihara perdamain jauh lebih mahal.
Peliharalah kedamaian ini untuk kesejahtraan kita semua.
Perundingan perdamaian yang panjang seru dan alot antara pihak GAM dan
pihak Pemerintah Republik Indonesia di Helsinki, Finlandia. Telah menghasilka n
kesepakatan yang dinamakan Memorandum of Understanding ataupun yang lebih
dikenal dengan MoU Helsinki. Yang ditandatangani oleh pihak GAM dan RI pada
tanggal 15 Agustus 2005 adalah merupakan dasar pijakan hukum bagi terciptanya
kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh, berkelanjutan dan bermartabat bagi
semua pihak.
Adapun sebagian dari hal-hal penting yang terdapat di dalam kesepakatan
bersama MoU Helsinki adalah:
Pertama: Mantan pejuang Aceh tidak ada lagi dipanggil dengan sebutan
"sparatis", karena t elah mengikat diri dengan kesepakatan yang telah di
tanda-tangani oleh pihak seperti termaktup di dalam MoU Helsinki. Kini rakyat
Aceh sudah mulai merasakan hidup aman dan tenang serta tidak lagi merasa takut
terhadap berbagai tindakan kekerasan seperti y ang terjadi di masa konflik yang
baru berakhir sekitar tiga tahun yang lalu.
Kedua: Aceh telah lama dilupakan dunia, akan tetapi dengan gempa dan
tsunami serta adanya MoU Helsinki, Aceh telah menjadi perhatian dunia
internasional untuk dapat dibantu secara langsung terhadap kepentingan rakyat
Aceh dari segala kehancuran dan ketinggalan di semua bidang.
Ketiga: Aceh akan mendapatkan kebebasan dalam bentuk hak-hak sipil,
politik dan mengenai hak-hak ekonomi, sosial dan budaya sebagaimana tercantum
di dalam K onvenan Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa, di mana proses
tersebut, dijalankan melalui proses demokrasi, adil dan bermartabat. Sebagai
imbalan, Pemerintah Pusat mempunyai hak-hak tersendiri yang telah diatur di
dalam MoU Helsinki tersebut.
Dalam ke sempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengucapkan
terimakasih kepada pihak Pimpinan Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa,
Javier Solana di atas dukungan penuhnya terhadap kami dan juga kepada mantan
Ketua Tim Misi Monitoring Aceh, Pieter Cornelis Feith beserta Staf dari
negara-negara anggota Uni Eropa, ASEAN, Norwegia dan Swiss yang telah berhasil
memantau dan menjalankan isi MoU Helsinki sehingga di Aceh terpelihara dan
terjaga perdamaian yang menyeluruh ini.
Juga saya tidak lupa mengucapkan terim a kasih kepada mantan Presiden
Martti Ahtisaari dari Finlandia, mantan Sekretaris Jendral PBB Kofi Annan,
pemerintah Amerika Serikat, Jepang, Swiss, Swedia, Norwegia dan lain lain yang
telah berusaha keras membantu mencari jalan terbaik, guna menyelesaika n
konflik Aceh secara damai.
Dalam kesempatan ini, teristimewa, saya ingin mengucapkan terimakasih
kepada pihak Pemerintah Republik Indonesia yang tetap komitmen dengan isi-isi
MoU Helsinki dan untuk ini, saya menghargai kebijaksanaan dan tekad baik yang "
decisive" yang telah diambil oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan
Wakil Presiden Bapak Yusuf Kalla yang sejak dari awal lagi tahun 2000, telah
merintis jalan penyelesaian konflik yang berkepanjangan di Aceh, harus melalui
perundingan bukan den gan cara kekerasan senjata.
Kepada rakyat Aceh, saya menyerukan untuk tetap memelihara dan menjaga
perdamaian yang menyeluruh dan jangan berusaha untuk menghancurkan perdamaian
ini. Kalau masih ada pihak-pihak yang menentang dan tidak menyetujui MoU Helsin
ki ini, maka di sini, saya menyerukan untuk kembali dan bersatu dengan rakyat
Aceh yang sekarang sedang memelihara dan menikmati kedamaian dan kebebasan yang
menyeluruh di bumi Aceh.
Perjuangan rakyat Aceh sekarang ini, adalah perjuangan ke arah sistem
ya ng membawa aspirasi seluruh rakyat Aceh melalui perangkat politik dalam
usaha memelihara perdamaian, keamanan dan kebebasan dengan cara yang adil,
jujur, dan bermartabat bagi semuanya. Perlu diingat, bahwa perjuangan dengan
melalui jalur politik dan demok rasi inilah yang didukung dan disokong
sepenuhnya oleh dunia internasional serta saya yakin, juga didukung sepenuhnya
oleh semua lapisan rakyat Indonesia yang cinta perdamaain, kestabilan dan
kesejahteraan negara ini untuk masa yang akan datang.
Pada kesem patan ini, saya berpesan kepada seluruh rakyat Aceh untuk
tetap menjaga kesatuan Aceh dan jangan sekali-kali terpancing pada usaha-usaha
jahat dari beberapa kelompok supersif, dalam usaha mereka untuk menyabotase
perdamaian, mengadu domba kita sesama kita dan memecah belah Aceh, yang kalau
tidak kita tidak sedari, untuk membendunginya, akhirnya akan menimbulkan
konflik berdarah untuk kesekian kalinya yang akan menghancur-leburkan dan
merugikan kesemua pihak.
Tak lupa saya ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada semua
pihak yang telah bersusah payah memfasilitasi kepulangan saya dan rombongan ke
tanah air sebegitu baik.
Terima kasih yang tak terhingga kepada saudara-saudara yang saya kasihi
sekalian, yang telah bersusah payah datang ke Banda Aceh dar i seluruh Aceh
untuk menyambut kepulangan saya ketanah pusaka ini secara meriah sekali, yang
tentunya, tak dapat saya lupakan sepanjang hayat saya. Hanya Allah yang akan
membalas segala kebaikan saudaraku sekalian. Amin, amin, amin ya Rabbal alamin.
Akhirnya mengingat kita masih berada di bulan syawal, bulan fitrah,
saya ucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri tahun 1429 H. Mohon ma'af lahir dan
batin.
Sekian dan terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Teungku Hasan Muhammad di Tiro
[EMAIL PROTECTED]
www.lauttawar.com
http://kenmahara.multiply.com/
http://www.myspace.com/lingegroup
http://www.youtube.com/user/wintakengen