Gara" dua juta juga, mati ditembak oleh polisi penjajah NKRI.
 
http://www.youtube.com/watch?v=7lE47rSCEt0


--- On Fri, 10/17/08, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Sunny <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: «PPDi» Dua Juta Wargakota Jakarta Menderita Gangguan Jiwa
To: [email protected]
Date: Friday, October 17, 2008, 11:38 PM








Refleksi: Diantara dua juta warga Jakarta yang menderita gangguan jiwa  
pasti termasuk juga para petinggi negara baik sipil maupun militer di kota 
Jakarta dan sekitarnya jadi  tanpa ragu-ragu bisa disimpulkan bahwa kekuasaan 
NKRI dipegang oleh orang-orang  yang menderita ganguan jiwa. Sebahagian dari  
ciri-ciri gangguan jiwa khususnya bagi mereka ini mudah dikenal yaitu mereka  
korupsi, tipu-muslihat  dan menindas rakyat teristimewa di daerah-daerah. 
Bukankah kalau orang normal bermoral baik, tentu saja tidak melakukan hal - hal 
demikian. Mereka tidak mempunyai perasaan malu atau menyesal bila melakukan 
pelanggaran apapun. Apakah Anda pernah dengar petinggi NKRI meminta 
maaf?  Akibat dari kekuasaan negara berada di tanggang orang-orang  demikian, 
maka  yang disebut  negara tidak maju-maju malah mundur sesuai tuntutan zaman 
dan bertambah miskin, hutan dicukur, hasil kekayaaan diperut bumi dikosongkan 
dan yang tinggal hanya
 lobang-lobang kosong. Kalau orang sehat jasmania dan rohanian tentu akan 
bertanya dimana duit hasil kekayaan alam yang dikeruk? Dari segi 
sejarah situasiya tidak banyak berbeda dengan  di zaman kolonial masa 
silam.  Tidak ada hari depan yang gemilang nan sejahtera  bagi negeri  yang 
dipimpin orang-orang sakit jiwa,  hari depan penuh malapekata silih berganti 
bagi kehidupan rakyat. Senangkah Anda terus dikuasai oleh mereka yang 
berganguan jiwa? 
 
http://www.antara. co.id/arc/ 2008/10/16/ dua-juta- wargakota- jakarta-menderit 
a-gangguan- jiwa/
 

Dua Juta Wargakota Jakarta Menderita Gangguan Jiwa

Jakarta (ANTARA News) - Fakta kesehatan jiwa di ibukota Jakarta semakin 
memprihatinkan, di mana dari delapan juta penduduknya, dua juta di antaranya 
atau satu banding empat, menderita gangguan neurotik atau gangguan kecemasan.

"Gangguan ini tidak berbahaya, namun mengurangi produktivitas, " kata Staf Ahli 
Menteri Kesehatan, Rahmi Kuntoro, saat memberi sambutan pada Seminar "Kesehatan 
Jiwa Menjadi Prioritas global", di Jakarta, Rabu.

Sementara itu 8.000 dari dua juta penduduk Jakarta terdeteksi mengalami 
gangguan jiwa skizofrenia, yang pada level ini gangguan jiwa sudah dalam 
kategori berat. 

Data WHO menyebutkan, selama tiga tahun terakhir (2005-2007) sedikitnya 50 ribu 
orang Indonesia melakukan bunuh diri akibat kemiskinan dan himpitan ekonomi.

Faktor ekonomi ini, ujarnya, memang membuat seseorang menjadi rentan terhadap 
stress, cemas, ketergantungan pada zat psikoaktif serta berperilaku menyimpang. 
 













__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke