Sumpah seperti ini hanyalah hiasan bibir belaka. Sumpah yang kosong dari
ideology yang haq, kecuali ideology yang bathil, njakni ideology Pancasila
alias ideology Puncasilap, versikami orang Acheh - Sumatra. Sumpah seperti ini
barangkali sama dengan sumpahnya Mat Nur Juli (baca tulisan M.Yusuf Abdul
Jalil) Sumpah yang benar adalah sumpah atas nama Pemilik Dunia ini, nyakni
Allah swt. Selain dari itu adalah nol nol menganga.
________________________________
From: ChanCT <[EMAIL PROTECTED]>
To: HKSIS <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, October 28, 2008 3:07:31 PM
Subject: [kota_jakarta] Sumpahku
Sumpahku.Budi S.Tanuwibowo
(Sekjen
Perhimpunan INTI).
Ketika bibir bergetar
memecah keheningan,
Dada ini bergelora
penuh semangat membara,
Kala tekad membaja
mengoyak udara,
Jiwa ini bangkit
mewujudkan makna,
Makna manusia
Merdeka,
Yang punya harga
diri,
Sarat harapan dan
masa depan.
Satu Nusa, Satu
Bangsa dan satu Bahasa
Indonesia.
Kini tekad itu
telah terpatri di sudut
tulang-belulang.
Masuk jauh ke
segenap relung dan sel
tubuhku,
Mewarnai setiap
tarikan nafas dan aliran
darah,
Sejiwa, satu, tak
terpisahkan….
Wahai angin dan
mentari yang menari liar di atas
kepalaku,
Dengarkanlah
sumpah yang lahir dari
jiwaku,
Yang tercurah
tumpah tanda harga diriku,
Aku cinta tanah
ini,
Aku bangga jadi
warga bangsa ini.
Aku menjiwai
bahasa ibu pertiwi,
Tak sejengkalpun kan
kutinggalkan rumahku ini,
Meski ku harus
mati dan berkorban diri,
Takkan kulepaskan
persaudaraan erat bangsa
ini,
Karena kuyakin dan
percaya,
Sesungguhnya di
empat penjuru lautan semua
bersaudara……
Indonesia,
engkaulah hidup dan matiku !
Selamat menghayati
80 tahun Sumpah Pemuda !