| | | |
Tulisan berikut ini merupakan dakwah buat orang yang terlanjur bersatupadu dalam system Indonesia munafiq, agar segera bertaubat sebelum tibanya suatu Hari
dimana banyak wajah yang hitam muram: :
TEMPELAK YANG SANGAT MENYAKITKAN TERHADAP ORANG - ORANG YANG
IKUT SYSTEM THAGHUT INDONESIA DHALIM
AKIBAT YANG DIDERITA ORANG-ORANG YANG BERSATUPADU DALAM SYSTEM THAGHUT
PANCASILA
Di Akhirat
kelak manusia dibagi kepada 2 golongan, yaitu golongan yang hitam muram
dan golongan yang putih berseri-seri (QS,3:106-107) . Golongan yang
hitam muram adalah golongan yang bersatu padu dalam system Thaghut,
kendatipun mereka mengaku diri sebagai orang yang beriman sebagaimana
firman Allah: "Dan diantara manusia ada yang me ngatakan: Kami beriman
kepada Allah dan hari kemudian, padahal mereka itu sesungguhnya
bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan
orang-orang dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu
dirinya sendiri, namun mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada
penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu, dan bagi mereka azab
yang pedih, disebabkan mereka berdusta. Dan bila dikatakan kepada
mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka Bumi. Mereka menjawab:
Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. Ingatlah,
sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, namun
mereka tidak sadar." (QS,2: 8-12)
Keterangan
diatas adalah ditujukan kepada orang orang yang mengaku diri sebagai
orang orang yang beriman, namun mereka bersekongkol dalam system
Thaghut. Perhatikanlah bagaimana sikap dan penampilan pembesar-pembesar
dan orang-orang yang bersekongkol (kerjasama) dalam system Penjajah
Hindunesia Jawa. Dimulut mereka senantiasa keluar kata kata yang baik
dan berwibawa, namun sesungguhnya mereka adalah dhalim (membuat
tandingan dengan Allah dan menempatkan Al Qur'an dibawah Pancasila).
Dalam alinia
diatas saya memaparkan contoh orang-orang yang tergolong kedalam
golongan yang hitam muram nanti, model yang menganggap diri beriman,
padahal tidak. Sedangkan yang jelas-jelas mengakui tidak beriman, buat
apa saya paparkan. Justru yang model "Maling teriak malinglah" yang
perlu kita jelaskan agar mereka tau diri dalam berbicara dimana-mana.
Di mimbar Internet, telivisi, surat kabar, majalah, buletin dan
sebagainya. Yang jelas mereka adalah pembohong-pembohong berlagak
wibawa.
Selanjutnya
orang orang yang putih berseri-seri wajahnya adalah orang-orang yang
mengikuti pemimpin pemimpin yang mendapatkan redha Allah. Jelasnya
adalah orang orang yang berada dalam system Allah. Mereka itulah yang
mendapat Ampunan Allah dari kesalahan kesalahan yang masuk dalam
katagori "dapat" diampuni.
Ketika Allah
memerintahkan Petugasnya (Malaikat) untuk memasukkan orang-orang yang
hitam muram wajahnya ke dalam neraka, mereka memohon pada Allah:
1)Ya Allah ! Berilah kami kesempatan sekali lagi untuk hidup di dunia, agar
kami dapat mentaati Engkau.
2)Ya
Allah ! isteriku isteriku, anak anakku, (kalau kebetulan isteri atau
anaknya termasuk dalam golongan yang putih wajahnya), masukkan mereka
kedalam neraka dan masukkan aku kedalam syurga.
3) Ya Allah kalau
kedua permohonan kami tidak dapat engkau kabulkan, jadikanlah kami
sebagai tanah saja, kami tidak sanggup menahan pedihnya siksaan api
neraka.
Pengamat
yang mulia ! Betapa sedihnya orang orang yang wajahnya hitam muram pada
saat itu. Begitu takutnya api neraka sampai mereka minta untuk
dikorbankan anak atau isterinya, padahal betapa sayangnya mereka kepada
isteri dan anaknya saat di dunia. Dan terakhir sekali sampai mereka
mohon untuk dijadikan tanah saja agar tidak terkena azab neraka. Namun
yakinlah apa yang di-Firmankan Allah: "Dan Kami tidaklah menganiaya
mereka, namun merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri...." (QS,
11: 101)
Perhatikanlah
sekali lagi bagaimana dhalimnya mereka terhadap sesama manusia saat di
dunia. Ketika mereka memiliki kekuasaan di dunia, mereka membunuh,
menganianya, memperkosa, menghina, mencuri, merampas, merampok dan
menipu rakyat jelata sebagaimana sepak terjang TNI/POLRI di Acheh.
Kesemuanya itu akan mendapat balasannya di Akhirat kelak. Mereka
termasuk ke dalam golongan yang wajahnya hitam muram.
Pada saat
mereka memohon agar dijadikan tanah saja, Allah menempelak mereka
dengan tempelak yang paling menyakitkan sebagaimana yang diabadikan
dalam surah Yasin: "Bukankah sudah kuperintahkan kepadamu hai Bani Adam
supaya kamu tidak tunduk patuh kepada syaithan. Sesungguhnya syaithan
itu musuh yang nyata bagi kamu. Dan tunduk patuhlah kepada da Ku.
Inilah jalan yang selurus-lurusnya. Sesungguhnya syaithan itu telah
menyesatkan sebahagian besar diantarakamu. Apakah kamu tidak berfikir ?
Inilah Jahannam yang dulu kamu diancam (dengannya). Masuklah kamu
kedalamnya hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. Pada hari
ini Kami tutup mulut mereka, tangan dan kaki Kami minta kesaksian
terhadap apa yang telah mereka kerjakan dahulu" (QS,36: 60-65)
Betapa
jelasnya Ancaman Allah kepada orang orang yang membangkang perintahNya
saat di dunia, namun orang orang yang telah banyak melakukan kesalahan
sudah tertutup hatinya untuk taubat, betapapun jelasnya dakwah yang
dialamatkan kepada mereka, malah mereka menganggap pendakwah itu telah
menghinanya dan sebagainya.
Billahi fi sabililhaq.
Muhammad Al Qubra
Acheh -Sumatra "Yang menang belum tentu benar, tang benar pasti menang" (alstr) From: Sunny <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Saturday, December 6, 2008 10:12:58 PM Subject: [PEMBEBASAN PAPUA] Milad GAM, Bendera Bulan Sabit Berkibar
Jawa Pos
Jum'at, 05 Desember 2008 ]
Milad GAM, Bendera Bulan Sabit Berkibar
PEUREULAK -
Kekhawatiran akan adanya pengibaran bendera GAM (Gerakan Aceh Merdeka) dalam
peringatan ulang tahun (milad) ke-32 GAM pada 4 Desember kemarin menjadi
kenyataan. Di tiang bendera SD Negeri Seunebok Pidie, Peureulak, Aceh Timur,
sempat berkibar bendera tersebut selama beberapa menit.
Aparat Polres
Aceh Timur akhirnya menurunkan bendera itu sekitar pukul 06.00. "Tidak tahu
persis siapa pelakunya, tapi dugaan kita pelakunya orang tidak waras alias
gila," tegas Kapolres Aceh Timur AKBP Drs Ridwan Usman.
Menurut dia,
insiden itu merupakan ulangan peristiwa yang sama setahun lalu. Saat itu tepat
pada milad GAM juga ada pengibaran bendera berlambang bulan sabit di lokasi yang
sama.
Setelah diselidiki, ujar Ridwan Usman, diperoleh informasi
pelakunya adalah seorang warga setempat. Pihaknya langsung menciduk pelaku untuk
dimintai keterangan seputar tindakannya mengibarkan bendera GAM tersebut.
"Ternyata pelakunya orang yang tidak waras alias stres," ujar
Kapolres.
Karena terbukti memang tidak waras, sambung Kapolres, akhirnya
pelaku dikembalikan ke keluarganya. "Bagaimana kita mau periksa dia, pelaku
tidak cukup syarat untuk diperiksa," ujar Ridwan. Dia menambahkan, memang
kadang-kadang dia suka bicara terkait konflik Aceh dan tentang perdamaian, tapi
bicaranya ngelantur tidak jelas ujung pangkalnya.
Secara umum tidak ada
aktivitas apa pun yang mengarah pada perayaan milad GAM kemarin. Dia menilai
proses reintegrasi Aceh sudah mulai berjalan dengan baik. "Kita berharap semua
kondisi Aceh terus membaik. Ini supaya masyarakat Aceh bisa mengejar
ketertinggalan dengan wilayah-wilayah lain di Indoensia," imbuh Ridwan.
Jauh-jauh hari Kapolda NAD (Nanggroe Aceh Darusalam) Irjen Pol Drs
Rismawan MM menegaskan, tidak ada istilah peringatan GAM 4 Desember. "Jika itu
tetap dilakukan, jelas melanggar kesepakatan damai dan diusut tuntas. Apalagi
mengibarkan bendera GAM, jelas itu dinilai makar," tegas Kapolda.
Dia juga menilai tidak ada istilah doa bersama pada tanggal
tersebut. ''Kalau berdoa mengapa mesti 4 Desember. Kan banyak hari dan
waktu lain yang tentu lebih baik untuk melakukan doa," tegas
Kapolda.
Penegasan Kapolda tersebut mengacu pada pembacaan surat
Yasin, tahlil, dan doa bersama yang diadakan KPA (Komite Pemulihan Aceh) Langsa
di Sekretariat KPA Langsa di Gampong Sungai Pauh, Langsa Barat, kemarin. Ratusan
mantan kombatan GAM dan masyarakat larut dalam doa memanjatkan permohonan demi
keselamatan perdamaian yang telah diraih.
"Juga berdoa bagi kebahagiaan
arwah para syuhada pejuang GAM yang telah gugur dalam perjuangan masa lalu,
karena atas jasa merekalah hingga Aceh hari ini meraih kemenangan dalam damai,"
ungkap Ketua KPA Langsa Usman Abdullah.
(dai/agt/ris/ jpnn/ruk)
| | |
|  |
|