Hai mak! Kemanolah awak pogi ini hari. Eloklah awak tido aja. Benarlah katamu, Wen Indahnya bahasa Melayu - Deli. Tapi jangnlah pula kau sebutkan sepertinya kamu orang Indonesia. Apapun ceritanya bukanlah hal yang prinsipil. Apalah artinya indahnya sebuah bahasa sementara sepakterjangnya macam bukan manusia. Dari itu kuharapkan engkau jangan asik berbicara penyakit "sawan" saat dunia lagi wabah "disentri".
________________________________ From: Win Wan Nur <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, January 16, 2009 1:10:08 PM Subject: [acehkita] Logat Melayu Malaysia/Singapura Yang Tidak Memiliki Estetika Dalam menanggapi tulisan saya " My Hero Cinta Laura", seorang miliser bernama Taufik menyatakan keheranannya atas banyaknya orang Indonesia yang tidak menyukai "Singlish" alias Bahasa Inggris Logat Melayu. Si miliser ini bertanya apakah ketidak sukaan itu karena dalam “Singlish” ada logat melayunya?, “bagaimana dengan bahasa Inggris Logat Amerika atau Bahasa Inggris Logat Australia?”, tanyanya. Dengan pertanyaannya itu saya menangkap ada kesan kalau si miliser yang melayu ini seolah-olah menuduh orang seperti saya yang juga melayu ini dan juga orang-orang Indonesia lainnya merasa rendah dengan budaya sendiri ketika disandingkan dengan budaya eropa. Padahal masalahnya bukan itu. Bahasa Inggris sering terdengar eksotis atau minimal unik ketika diucapkan bukan dengan logat aslinya. Misalnya ketika diucapkan dengan logat Perancis. Bagi yang kurang paham maksud saya tontonlah film "Before Sunrise", Film yang disutradarai Richard Linklater, dibintangi oleh Ethan Hawke dan aktris Perancis Julie Delpy. Perhatikan dialog-dialog mereka di film itu, terutama pada adegan ketika 'Celine', karakter yang diperankan oleh Julie Delpy pura-pura menelpon temannya. Dalam dialog itu Bahasa Inggris yang diucapkan oleh lidah Perancis Julie begitu seksinya sampai lelaki normal manapun akan bangkit kelakian-lakiannya saat Julie Delpy mengatakan "Dring..dring". Begitu juga jika bahasa Inggris diucapkan dengan logat Italia yang mengalun-alun. Sebaliknya kalau bahasa Perancis diucapkan dengan lidah Anglo Saxon (Inggris, Amerika dan Australia). Bahasa yang indah itu jadi terdengar jelek sekali. Perhatikan orang Amerika yang mengatakan terima kasih dalam bahasa perancis. "Mersyi Byukyu" kata mereka. Sama sekali tidak indah. Bahasa Inggris juga bisa terdengar menarik ketika diucapkan dengan logat non eropa, misalnya bahasa Inggris logat Jamaika yang diucapkan dengan lidah afrika. Bahkan bahasa Inggris juga bisa terdengar unik ketika diucapkan dengan logat Asia. Contohnya bahasa Inggris logat India. Untuk lebih mengerti maksud saya tontonlah acara ‘Coffee with Karan’. Sebuah acara bincang-bincang yang menghadirkan bintang-bintang Bollywood dengan dipandu oleh Karan sutradara film India legendaris ‘Kuch Kuch Hota Hai’. Dalam acara itu, baik Karan maupun tamu-tamunya semua berbahasa Inggris dengan logat India, tidak asli Inggris tapi terdengar unik dan nyaman buat didengar. Sama sekali tidak mengganggu seperti 'Singlish'. Jadi yang harus diketahui oleh miliser ini adalah; masalah kenapa banyak orang Indonesia yang tidak menyukai Singlish. Itu adalah semata karena masalah estetika. Harus diakui meskipun secara ekonomi jauh dibawah Malaysia/Singapura. Tapi dalam hal memahami estetika orang Indonesia jauh lebih maju dibandingkan orang Malaysia dan Singapura yang sama-sama berakar Melayu. Bukti dari lebih majunya orang Indonesia dalam hal memahami estetika ini bisa kita saksikan beberapa waktu yang lalu. Ketika Malaysia dengan muka tembok tanpa sedikitpun rasa malu mengakui berbagai hasil karya budaya negeri ini sebagai milik mereka. Jadi menurut saya pertanyaan aneh seperti yang diungkapkan si miliser ini bisa muncul adalah semata karena si penanya ini sudah putus salah satu bagian sarafnya yang bertanggung jawab dalam menilai estetika. Masalah kenapa saya dan banyak orang Indonesia tidak menyukai ‘Singlish’ (saya malah membenci) adalah karena satu alasan saja. Logat Malaysia dan Singapura itu adalah salah satu kalau tidak bisa disebut sebagai Logat terjelek di Dunia. Logat Melayu Malaysia/Singapura itu seperti logat Jerman yang sama sekali tidak enak didengar saat dipakai untuk mengucapkan bahasa apapun, termasuk bahasa Jerman sendiri. Bahasa Melayu adalah salah satu bahasa paling Indah di dunia. Tapi Bahasa Melayu yang indah inipun bisa terdengar jelek jika diucapkan dalam logat beberapa daerah. Misalnya ketika bahasa Melayu diucapkan dengan logat Jawa, Madura dan tentu saja logat Batak yang 'best of the best' atau lebih tepat ‘worst of the worst’ alias sejelek-jeleknya logat di Indonesia. Tapi sejelek-jeleknya mendengarkan orang berbicara bahasa Melayu dengan logat lokal itu. Logat-logat yang buruk itu masih jauh lebih enak terdengar di telinga dibanding mendengarkan orang yang berbicara bahasa Melayu dengan logat Malaysia/Singapura, yang bahkah terasa lebih mengganggu di telinga dibanding mendengar ringkikan kuda. Logat Melayu yang paling indah menurut saya adalah Logat Melayu Deli yang dipakai sehari-hari oleh orang Medan dan sekitarnya. Cewek Medan yang bicara dengan logat Melayu Deli, di telinga saya sama seksinya dengan Bahasa Inggris yang diucapkan oleh lidah Perancis Julie Delpy dalam "Before Sunrise", sama-sama bisa langsung membangkitkan syaraf kelaki-lakian saya. Keindahan logat Melayu Deli ini tidak banyak diketahui orang, karena orang di luar Medan tidak banyak yang tahu keindahan Logat asli Medan ini. Medan yang sekarang menjadi ibukota Sumatera Utara ini. Dalam wilayah provinsinya jauh lebih banyak Batak daripada Melayunya. Sementara Batak adalah suku yang terkenal dengan tembak langsungnya. Mentalitas mereka seperti supir angkot, melibas apa saja yang ada di hadapannya. Apa yang terjadi ketika Batak dan Melayu yang berbeda karakter disatukan dalam satu administrasi sebuah Provinsi?. Hasilnya adalah seperti yang terjadi di Sumatera Utara. Orang Melayu yang seperti juga bahasanya yang mengalun berkelok dan berputar-putar untuk sampai ke satu masalah. Habis dilindas oleh Batak seperti buldozer yang melindas jejeran botol limun. Dominasi orang Batak di Medan bukan hanya dalam sisi ekonomi dan kekuasaan. Dalam hal bahasa juga, logat Melayu Deli yang indah 'dipermak' habis-habisan oleh orang-orang Batak yang sekarang mendominasi Kota Asli Melayu itu. Sehingga Logat Melayu Deli yang Indah itupun hancur lebur remuk redam ketika diucapkan dengan lidah ‘Balige’ atau ‘Simalungun’. Begitu dominannya Batak di Medan sampai-sampai orang tidak tahu lagi kalau Medan itu adalah kota melayu terbesar di Sumatera. Sehingga kalau sekarang kita berada di luar Medan dan mengatakan berasal dari Medan. Orang akan menanyakan “bisa bahasa Batak?”, atau langsung dengan semena-mena memanggil kita dengan panggilan ‘Ucok’. Sialnya lagi akibat dari dominannya Batak di Medan ini. Sekarang logat Medan yang dikenal oleh orang di luar Medan adalah logat Melayu Deli hancur lebur remuk redam yang diucapkan oleh lidah ‘Balige’ atau ‘Simalungun’ tadi. Sehingga logat Melayu Deli bukannya dikagumi keindahannya, tapi sebaliknya malah dijadikan bahan olok-olok dan tertawaan di televisi atau film-film Indonesia semacam Naga Bonar dan sejenisnya. Kembali ke logat Melayu Malaysia/Singapura. Saya akui, mendengar orang Jawa, Madura dan terutama Orang Batak berbahasa melayu memang terasa mengganggu. Tapi setidaknya logat mereka tidak sampai membuat sakit kuping seperti ketika bahasa itu digunakan oleh orang Malaysia atau Singapura. Nah ketika digunakan saat berbicara dalam bahasa Inggris juga sama, yang salah sebenarnya bukan bahasa Inggris atau logat Melayunya. Tapi ‘Singlish’ menjadi tidak enak didengar adalah semata karena logat Malaysia/Singapura itu memang sama sekali tidak memiliki estetika. Meskipun mungkin akan banyak orang Malaysia/Singapura yang tidak setuju dan sakit hati membaca tulisan saya ini. Tapi sebenarnya, jauh di lubuk hatinya, di bagian nurani mereka yang paling jujur yang bebas dari kesombongan akibat kemajuan ekonomi negaranya beberapa dekade belakangan ini. Orang Malaysia/Singapura, seperti juga orang Jawa dan Sunda sebenarnya sangat menyadari kalau logat mereka memang sama sekali tidak ada bagus-bagusnya. Karena kesadaran dari lubuk hati terdalam inilah, orang Melayu Malaysia/Singapura akan membuang ke tong sampah logat asli mereka ketika bahasa Melayu mereka gunakan dalam mengekspresikan keindahan suatu seni. Seperti bernyanyi misalnya. Seperti Duta, Shelia On 7 yang hilang logat Jawanya ketika menyanyikan lagu Sephia, coba perhatikan pula ketika sedang menyanyi penuh perasaan, Amy Search, Sheila Madjid atau Siti Nurhaliza sampai Hadi Mirza yang Singaporean Idol itu...Apakah mereka menggunakan logat asli mereka?...Logat Melayu Malaysia/Singapura yang terdengar lebih buruk dari suara ringkikan kuda? Tidak!...ketika bernyanyi, dengan penuh rasa sadar mereka semua meninggalkan logat asli mereka yang kampungan dan luar biasa norak itu. Mereka memilih menggunakan logat Melayu Indonesia yang modern dan penuh estetika. Untuk lebih bisa merasakan betapa hancurnya logat Melayu Malaysia/Singapura dan betapa indahnya logat Melayu kita...coba nyanyikan potongan bait "Isabella", lagu legendaris kelompok ‘Search’ yang saya tuliskan di bawah ini dengan logat aslinya. Isabelè adèlah...kisah cintè duè duniè Mengapè kitè berjumpè...namon akhirnyè terpisah. ...... Smogè dibukè kan pintu hatimu untok ku agar terbentang jalan...andaikan engkau setiè... Oh..Isabelè.... ...... Diè...Isabelè...kisah cintè...yang tlah larè Terpisah...keranè adat yang berbezè... Cintè Gugor bersamè... daon-daon kekeringan.... Bayangkan... Amy sang vokalis ‘Search ‘ itu bernyanyi dengan logat aslinya yang seperti itu, dengan huruf ‘R’ cadel yang terdengar indah jika diucapkan orang Perancis tapi terdengar seperti ngeongan kucing yang tersedak duri ikan asin jika diucapkan oleh orang Malaysia/Singapura. Kalaulah dulu ‘Search’ memutuskan memakai logat asli mereka itu saat menyanyikan Isabella. Saya jamin orang Batak yang logat melayunya paling hancur di Indonesia inipun akan muntah mendengarnya. Wassalam Win Wan Nur www.winwannur.blogspot.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Yahoo! Groups Links
