Boleh saja tentunya anda memforward berita seperti itu tapi harus diberikan 
komentarnya bahwa Belanda berhubungan dengan Indonesia sebagai penerima 
warisannya bukan dengan Acheh.  Bagi kita bangsa Acheh - Sumatra, kunjuangannya 
keproyek rekonstruksi pascatsunami tidak ada artinya. Pertama mengingat proyek 
tersebut tidak menguntungkan rakyat pada umumnya, kononpula para musibah 
tsunami. Kedua kita harus sadar andaipun menguntungkan Acheh sama halnya 
"gusuek meulisan bakrueng" sementara tanggung jawab Belanda atas kerusakan 
Acheh, akibat penjajahan warisannya kepada Indonesia, sedikitpun tidak mereka 
miliki. 




________________________________
From: Sunny <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, January 20, 2009 7:44:31 PM
Subject: «PPDi» Re: «PPDi» Re: «PPDi» Wakil Menteri Belanda Kebaktian di NAD


Dalam berita itu ada kunjungan ke proyek paska 
tsunami yang dijalankan oleh Belanda. Apakah tidak boleh menyampaikan berita 
tentang adanya gereja di Aceh?
 
----- Original Message ----- 
From: Ali  Al Asytar 
To: p...@yahoogroups. com 
Cc: am...@tele2. se 
Sent: Monday, January 19, 2009 7:24  PM
Subject: «PPDi» Re: «PPDi» Wakil Menteri  Belanda Kebaktian di NAD

Menulis atau memforward tulisan orang atau berita dari media manapun bagi  kita 
orang yang beriman tidak lain kecuali mengharapkan redha Allah. Kalau  anda 
forward aktivitas gereja, apakah yang anda harap dari Allah? Kenapa tidak  anda 
kabarkan saja hal yang berhubungan dengan pembangunan yang menguntungkan  orang 
ramai?  Ingatlah apa saja yang kita lakukan didunia ini pasti ada  balasannya.
(alasytar, Acheh - Sumatra




________________________________
 From: Sunny  <am...@tele2. se>
To: p...@yahoogroups. com
Sent: Tuesday, January 20, 2009 1:57:34  AM
Subject: «PPDi» Wakil  Menteri Belanda Kebaktian di NAD


http://www.gatra. com/artikel. php?id=122146
 
 
Wakil  Menteri Belanda Kebaktian di NAD

Banda Aceh, 18 Januari 2009 15:24
Wakil Menteri  Transportasi dan Pengelolaan Air Belanda, Tineke Huizinga, 
melakukan kebaktian  Minggu di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB), 
di Banda Aceh,  Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Dari Banda Aceh dilaporkan, Huizinga  beserta rombongan, tiba di gereja di 
kawasan Peunayong itu, dan langsung  melakukan kebaktian Minggu.

Kedatangan Huizinga yang tidak direncanakan  tersebut untuk beribadah, dan 
mendapat sambutan hangat dari jemaat gereja  setempat.

Usai melakukan kebaktian, wakil menteri yang mengenakan  kemeja biru muda dan 
celana putih tersebut, sempat berfoto bersama  rombongannya di depan gereja.

Menurut juru bicara Kedutaan Besar  Belanda, Gonneke de Ridder, tidak ada 
program resmi wakil menteri Belanda ini  pada hari pertama kunjungannya. "Besok 
(Senin, 19/1) dia akan mengadakan  pertemuan dengan Gubernur Aceh dan dengan 
kalangan pers serta melakukan  kunjungan ke proyek rekonstruksi pascatsunami, " 
katanya.

Huizinga  dijadwalkan bakal meninjau kemajuan proyek rekonstruksi pascatsunami 
di Banda  Aceh dalam rangkaian program kunjungan ke Indonesia yang dijadualkan  
berlangsung 18-23 Januari 2009.

Dalam kunjungannya di Banda Aceh dan  Jakarta, Huizinga bakal meninjau berbagai 
proyek, di antaranya pertahanan  pesisir (coastal defence), penanganan masalah 
banjir di daerah  perkotaan, air minum, sanitasi, dan perubahan cuaca.

Di Banda Aceh,  Huizinga ini akan mendapat penjelasan mengenai proyek-proyek 
rekonstruksi  seperti proyek pertahanan pesisir, saluran pembuangan air kota, 
sistem  peringatan dini, penyediaan air minum, dan sanitasi.

Pada kesempatan  itu, Huizinga juga bakal menghadiri acara penandatanganan 
perjanjian kerja  sama jangka panjang antara perusahaan air minum Belanda dan  
Aceh.

Belanda merupakan salah satu negara yang ikut membantu Aceh  pascatsunami.

Kementerian Lalu Lintas dan Perairan Belanda turut  terlibat dalam renovasi 
pelabuhan Banda Aceh.

Pasca tsunami, kerjasama  Indonesia dengan Belanda semakin erat. Dalam 
kunjungan tersebut, Huizinga  ingin memperkuat kerja sama tersebut.
    


      

Kirim email ke