Saya tidak berhak merubah berita dan tidak mempunyai informasi kebenaran berita 
itu, maka tentunya pembaca  di PPDI  yang berada di tempat  atau yang memiliki 
fakta dapat mengkoreksi bahwa pemberitaan tsb benar atau tidak. Kalau Anda ya 
lebih tahu tentunya bisa  memberi koreksi dan menambah komentar agar yang 
kurang tahu menjadi lebih tahu dengan fakta yang dilampirkan. Mengenai 
penjajahan Belanda umumnya semua orang tahu, tetapi praktek pemerintah NKRI  
terletak pada yang bersedia membuka kedok, misalnya masih banyak korban tsunami 
tinggal di tenda dsbnya, korupsi yang berlangsung etc. ini semua penting sebab 
dimana-mana dilakukan pembodohan masyarakat. 


  ----- Original Message ----- 
  From: Ali Al Asytar 
  To: [email protected] 
  Cc: [email protected] 
  Sent: Monday, January 19, 2009 8:34 PM
  Subject: «PPDi» Re: «PPDi» Re: «PPDi» Re: «PPDi» Wakil Menteri Belanda 
Kebaktian di NAD



  Boleh saja tentunya anda memforward berita seperti itu tapi harus diberikan 
komentarnya bahwa Belanda berhubungan dengan Indonesia sebagai penerima 
warisannya bukan dengan Acheh.  Bagi kita bangsa Acheh - Sumatra, kunjuangannya 
ke proyek rekonstruksi pascatsunami tidak ada artinya. Pertama mengingat proyek 
tersebut tidak menguntungkan rakyat pada umumnya, kononpula para musibah 
tsunami. Kedua kita harus sadar andaipun menguntungkan Acheh sama halnya 
"gusuek meulisan bakrueng" sementara tanggung jawab Belanda atas kerusakan 
Acheh, akibat penjajahan warisannya kepada Indonesia, sedikitpun tidak mereka 
miliki. 




------------------------------------------------------------------------------
  From: Sunny <[email protected]>
  To: [email protected]
  Sent: Tuesday, January 20, 2009 7:44:31 PM
  Subject: «PPDi» Re: «PPDi» Re: «PPDi» Wakil Menteri Belanda Kebaktian di NAD



  Dalam berita itu ada kunjungan ke proyek paska tsunami yang dijalankan oleh 
Belanda. Apakah tidak boleh menyampaikan berita tentang adanya gereja di Aceh?

    ----- Original Message ----- 
    From: Ali Al Asytar 
    To: p...@yahoogroups. com 
    Cc: am...@tele2. se 
    Sent: Monday, January 19, 2009 7:24 PM
    Subject: «PPDi» Re: «PPDi» Wakil Menteri Belanda Kebaktian di NAD



    Menulis atau memforward tulisan orang atau berita dari media manapun bagi 
kita orang yang beriman tidak lain kecuali mengharapkan redha Allah. Kalau anda 
forward aktivitas gereja, apakah yang anda harap dari Allah? Kenapa tidak anda 
kabarkan saja hal yang berhubungan dengan pembangunan yang menguntungkan orang 
ramai?  Ingatlah apa saja yang kita lakukan didunia ini pasti ada balasannya.
    (alasytar, Acheh - Sumatra




----------------------------------------------------------------------------
    From: Sunny <am...@tele2. se>
    To: p...@yahoogroups. com
    Sent: Tuesday, January 20, 2009 1:57:34 AM
    Subject: «PPDi» Wakil Menteri Belanda Kebaktian di NAD



    http://www.gatra. com/artikel. php?id=122146


    Wakil Menteri Belanda Kebaktian di NAD

    Banda Aceh, 18 Januari 2009 15:24
    Wakil Menteri Transportasi dan Pengelolaan Air Belanda, Tineke Huizinga, 
melakukan kebaktian Minggu di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB), 
di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

    Dari Banda Aceh dilaporkan, Huizinga beserta rombongan, tiba di gereja di 
kawasan Peunayong itu, dan langsung melakukan kebaktian Minggu.

    Kedatangan Huizinga yang tidak direncanakan tersebut untuk beribadah, dan 
mendapat sambutan hangat dari jemaat gereja setempat.

    Usai melakukan kebaktian, wakil menteri yang mengenakan kemeja biru muda 
dan celana putih tersebut, sempat berfoto bersama rombongannya di depan gereja.

    Menurut juru bicara Kedutaan Besar Belanda, Gonneke de Ridder, tidak ada 
program resmi wakil menteri Belanda ini pada hari pertama kunjungannya. "Besok 
(Senin, 19/1) dia akan mengadakan pertemuan dengan Gubernur Aceh dan dengan 
kalangan pers serta melakukan kunjungan ke proyek rekonstruksi pascatsunami, " 
katanya.

    Huizinga dijadwalkan bakal meninjau kemajuan proyek rekonstruksi 
pascatsunami di Banda Aceh dalam rangkaian program kunjungan ke Indonesia yang 
dijadualkan berlangsung 18-23 Januari 2009.

    Dalam kunjungannya di Banda Aceh dan Jakarta, Huizinga bakal meninjau 
berbagai proyek, di antaranya pertahanan pesisir (coastal defence), penanganan 
masalah banjir di daerah perkotaan, air minum, sanitasi, dan perubahan cuaca.

    Di Banda Aceh, Huizinga ini akan mendapat penjelasan mengenai proyek-proyek 
rekonstruksi seperti proyek pertahanan pesisir, saluran pembuangan air kota, 
sistem peringatan dini, penyediaan air minum, dan sanitasi.

    Pada kesempatan itu, Huizinga juga bakal menghadiri acara penandatanganan 
perjanjian kerja sama jangka panjang antara perusahaan air minum Belanda dan 
Aceh.

    Belanda merupakan salah satu negara yang ikut membantu Aceh pascatsunami.

    Kementerian Lalu Lintas dan Perairan Belanda turut terlibat dalam renovasi 
pelabuhan Banda Aceh.

    Pasca tsunami, kerjasama Indonesia dengan Belanda semakin erat. Dalam 
kunjungan tersebut, Huizinga ingin memperkuat kerja sama tersebut.






   

Kirim email ke