suharto bukan muhammad, anda tersilap, kawan


________________________________
From: sunny <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sun, January 31, 2010 7:06:20 PM
Subject: «PPDi» Maling Ayam Babak Belur

  
Refleksi: Peringatan bagi yang mau mencuri atau belajar mencuri, 
yaitu  jangan menjadi  pencuri ayam,  pisang atau celana 
dalam wanita, singkatnya barang-barang  berharga sepeser, sebab 
kalau tertangkap hukumannya seribu kali lebih berat dari pada 
koruptor. 
 
Jadilah petinggi NKRI agar kalau mencuri yang 
beristilah respektabel disebut korupsi. Bila tertangkap basah atau kering, 
pasti Anda tidak akan dihajar oleh  masa sampai peot bin semaput, 
melainikan mendapat pelayanan manusiawi, diantar dengan mobil 
polisi  dan kalau terbukti korupsi, jangan kuatir  penjara bagi 
koruptor adalah seperti berlibur di losemen. Makin besar hasil kourpsi 
makin lux pula layanannya. Keluar penjara duit 
korupsi sudah bermamak biak, fulus bertumpuk-tumpuk untuk memungkinan menikmati 
kelezatan surga dunia. 
 
Lihat kepada 
alm. mantan presiden NKRI Muhammad Soeharto, tidak ada yang berani 
mengutik-utik 
menyelidiki apakah harta kekayaannya yang ditaruh disana-sini di berbagai 
pelosok dunia adalah harta haram atau halal. 
 
Kalau pencuri kelas 
kambing selain hukumannya berat, keluar penjara kantong tetap kosong. Hidup 
tetap menderita,
 
 
 
http://www.surabaya post.co.id/ ?mnu=berita&act=view&id=655f4d36484b23f8 
feb1aaa25d9765d7&jenis=1679091c5a880 faf6fb5e6087eb1b 2dc
 
 
 
Maling Ayam Babak Belur 
Selasa, 5 Januari 2010 | 09:02 WIB 


PROBOLINGGO - 
Dibandingkan maling uang negara (koruptor), nasib maling ayam lebih menderita. 
Seorang tersangka pencuri ayam, Sodor (28), warga Jrebeng Lor, Kec. Kedopok, 
Kota Probolinggo babak belur akibat dihajar massa yang 
menangkapnya.

            
Ceritanya, Sodor yang sedang mencuri ayam di rumah Khusairi, warga Kel. 
Sumbertaman, Kec. Wonoasih, Kota Probolinggo, Senin (4/1) dinihari dipergoki 
pemiliknya. Sebenarnya, Sodor tidak sendirian saat beraksi mengendap-endap dan 
masuk ke kandang ayam di belakang rumah 
Khusairi.

            
Saat itu Sodor ditemani rekannya, Nosi (25), warga Sumbertaman. Begitu keduanya 
masuk ke kandang ayam, sejumlah ayam terkejut. Unggas yang ketakutan dan 
berkeok-keok itu membangunkan 
Khusairi.

            
Khusairi langsung menghampiri kandang ayamnya. Karuan Sodor dan Nosi langsung 
lari terbirit-birit. Apalagi sejumlah warga di kampung tempat tinggal Khusairi 
juga terbangun kemudian mengejar maling ayam 
itu.

            
Teriakan, “Maling, maling, maling ayam!” semakin membuat kencang lari Sodor dan 
Nosi. Sodor kemudian mencoba bersembunyi di semak-semak, sementara Nosi terus 
berlari.

            
Sejumlah warga kemudian mengetahui persembunyian Sodor di semak-semak. Sodor 
pun 
tidak berkutik ketika terkepung. Begitu tertangkap, Sodor pun dihajar massa 
beramai-ramai.

            
Tidak seberapa lama, Kapolsek Wonoasih, AKP Ohim dan Kanit Reskrim Aiptu Gatot 
Sentosa datang di lokasi kejadian. Kedua personel polisi itu sempat menerima 
telepon saat massa mengejar kedua pencuri ayam 
itu.

            
Sodor, tersangka pencuri ayam, yang sudah babak belur kemudian diserahkan 
kepada 
polisi. Sementara itu Nosi berhasil kabur dan hingga kini dinyatakan masuk 
daftar pencarian orang 
(buron).

            
Setelah babak belur, Sodor pun kini terancam pasal pencurian. “Tersangka 
pencuri 
ayam kami jerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 sampai 7 tahun,” 
ujar AKP 
Ohim.

            
Mengapa Sodor mencuri ayam? Kepada polisi yang memeriksanya, pria tersebut 
mengaku, ayam itu akan disembelihnya untuk dimakan. “Saya jarang makan enak, 
sebagian lagi saya jual untuk biaya pengobatan mata saya yang sakit,” ujarnya. 
isa
 


      

Kirim email ke