Sejak semula saya sudah tahu, bahwa nama Nabi dipakai untuk penipuan, sekarang 
tinggal adalah tugas Anda untuk turut membongkar penipuan yang mereka lakukan.

  ----- Original Message ----- 
  From: Ali Al Asytar 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, February 03, 2010 11:08 PM
  Subject: PPDi Re: «PPDi» Re: PPDi Re: «PPDi» Maling Ayam Babak Belur


    



  Sebetulnya anda yang tidak tau bahwa nama Muhammad digunakan untuk mengelabui 
orang-orang yang lugu keti dia naik haji. Hal ini sama seperti gelarannya 
'bapak pembangunan'. Anda tinggal di Stavanger, bukan? Emailnya kok dari ambon!?


------------------------------------------------------------------------------
  From: sunny <[email protected]>
  To: [email protected]
  Sent: Wed, February 3, 2010 1:31:27 AM
  Subject: «PPDi» Re: PPDi Re: «PPDi» Maling Ayam Babak Belur

    
   

  Sobat,

  Maaf, mungkin Anda tidak mengetahui bahwa Soeharto memakai nama Muhammad 
sebagai nama mukanya, dan Soeharto sebagai nama keluarga. 
  Wassalam,

    ----- Original Message ----- 
    From: Ali Al Asytar 
    To: p...@yahoogroups. com 
    Sent: Sunday, January 31, 2010 8:11 PM
    Subject: PPDi Re: «PPDi» Maling Ayam Babak Belur


      



    suharto bukan muhammad, anda tersilap, kawan


----------------------------------------------------------------------------
    From: sunny <am...@tele2. se>
    To: p...@yahoogroups. com
    Sent: Sun, January 31, 2010 7:06:20 PM
    Subject: «PPDi» Maling Ayam Babak Belur

      

    Refleksi: Peringatan bagi yang mau mencuri atau belajar mencuri, yaitu  
jangan menjadi  pencuri ayam,  pisang atau celana dalam wanita, singkatnya 
barang-barang  berharga sepeser, sebab kalau tertangkap hukumannya seribu kali 
lebih berat dari pada koruptor. 

    Jadilah petinggi NKRI agar kalau mencuri yang beristilah respektabel 
disebut korupsi. Bila tertangkap basah atau kering, pasti Anda tidak akan 
dihajar oleh  masa sampai peot bin semaput, melainikan mendapat pelayanan 
manusiawi, diantar dengan mobil polisi  dan kalau terbukti korupsi, jangan 
kuatir  penjara bagi koruptor adalah seperti berlibur di losemen. Makin besar 
hasil kourpsi makin lux pula layanannya. Keluar penjara duit korupsi sudah 
bermamak biak, fulus bertumpuk-tumpuk untuk memungkinan menikmati kelezatan 
surga dunia. 

    Lihat kepada alm. mantan presiden NKRI Muhammad Soeharto, tidak ada yang 
berani mengutik-utik menyelidiki apakah harta kekayaannya yang ditaruh 
disana-sini di berbagai pelosok dunia adalah harta haram atau halal. 

    Kalau pencuri kelas kambing selain hukumannya berat, keluar penjara kantong 
tetap kosong. Hidup tetap menderita,



    http://www.surabaya post.co.id/ ?mnu=berita&act=view&id=655f4d36484b23f8 
feb1aaa25d9765d7&jenis=1679091c5a880 faf6fb5e6087eb1b 2dc



    Maling Ayam Babak Belur 
    Selasa, 5 Januari 2010 | 09:02 WIB 


    PROBOLINGGO - Dibandingkan maling uang negara (koruptor), nasib maling ayam 
lebih menderita. Seorang tersangka pencuri ayam, Sodor (28), warga Jrebeng Lor, 
Kec. Kedopok, Kota Probolinggo babak belur akibat dihajar massa yang 
menangkapnya.

                Ceritanya, Sodor yang sedang mencuri ayam di rumah Khusairi, 
warga Kel. Sumbertaman, Kec. Wonoasih, Kota Probolinggo, Senin (4/1) dinihari 
dipergoki pemiliknya. Sebenarnya, Sodor tidak sendirian saat beraksi 
mengendap-endap dan masuk ke kandang ayam di belakang rumah Khusairi.

                Saat itu Sodor ditemani rekannya, Nosi (25), warga Sumbertaman. 
Begitu keduanya masuk ke kandang ayam, sejumlah ayam terkejut. Unggas yang 
ketakutan dan berkeok-keok itu membangunkan Khusairi.

                Khusairi langsung menghampiri kandang ayamnya. Karuan Sodor dan 
Nosi langsung lari terbirit-birit. Apalagi sejumlah warga di kampung tempat 
tinggal Khusairi juga terbangun kemudian mengejar maling ayam itu.

                Teriakan, “Maling, maling, maling ayam!” semakin membuat 
kencang lari Sodor dan Nosi. Sodor kemudian mencoba bersembunyi di semak-semak, 
sementara Nosi terus berlari.

                Sejumlah warga kemudian mengetahui persembunyian Sodor di 
semak-semak. Sodor pun tidak berkutik ketika terkepung. Begitu tertangkap, 
Sodor pun dihajar massa beramai-ramai.

                Tidak seberapa lama, Kapolsek Wonoasih, AKP Ohim dan Kanit 
Reskrim Aiptu Gatot Sentosa datang di lokasi kejadian. Kedua personel polisi 
itu sempat menerima telepon saat massa mengejar kedua pencuri ayam itu.

                Sodor, tersangka pencuri ayam, yang sudah babak belur kemudian 
diserahkan kepada polisi. Sementara itu Nosi berhasil kabur dan hingga kini 
dinyatakan masuk daftar pencarian orang (buron).

                Setelah babak belur, Sodor pun kini terancam pasal pencurian. 
“Tersangka pencuri ayam kami jerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 
5 sampai 7 tahun,” ujar AKP Ohim.

                Mengapa Sodor mencuri ayam? Kepada polisi yang memeriksanya, 
pria tersebut mengaku, ayam itu akan disembelihnya untuk dimakan. “Saya jarang 
makan enak, sebagian lagi saya jual untuk biaya pengobatan mata saya yang 
sakit,” ujarnya. isa






  

Kirim email ke