________________________________
Soal kecam-mengecam adalah hal yang biasa. Adakah kemampuannya untuk membub
arkannya? Kata pepatah: "Anjing bergong-gong, kafilah lalu". Acheh hari ini
berbagai "penyakit" akan bermunculan bagaikan cendawan tumbuh di musim hujan.
Siapakah yaqng memiliki power di Tanah Rencong? Irwandi dan M Nazarkah?
Dari: sunny <am...@tele2. se>
Kepada: p...@yahoogroups. com
Terkirim: Ming, 14 Februari, 2010 19:58:10
Judul: «PPDi» Ulama Kecam Kontes Waria Aceh
Hadist
Nabi saw: "Rasulullah saw mengutuk orang-orang lelaki yang meniru
orang-orang perempuan dan orang-orang perempuan yang meniru orang
laki-laki"
(HR.Bukhari) ....
"Rasulullah saw mengutuk
orang laki-laki yang memakai pakaian seperti pakaian orang perempuan,
dan mengutuk orang perempuan yang memakai pakaian seperti pakaian
laki-laki". (HR.Abu Daud)
Ulama Kecam Kontes Waria Aceh
Minggu, 14 Pebruari 2010 17:47 WIB Banda Aceh
(ANTARA News) - Kalangan ulama Aceh mengecam keras kontes waria yang
diselenggarakan di aula LPP RRI Banda Aceh, Sabtu malam (13/2), demikian Sekjen
Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Ali di Banda Aceh,
Minggu.
"Kami mengecam keras pelaksanaan kontes waria dan tindakan itu
telah menodai pelaksanaan syariat Islam di Aceh," kata Faisal.
Ia
menyatakan, kontes itu tidak pantas dilakukan karena perbuatan tersebut
jelas-jelas bertentangan dengan syariat Islam yang berlaku menyeluruh di
provinsi berjuluk "Serambi Mekah" itu.
"Kontes itu, apapun alasannya
jelas bertentangan dengan Syariat Islam dan kita berharap para pihak untuk
mempertanggungjawab kan terhadap kegiatan yang bertentangan dengan adat dan
budaya serta agama Islam tersebut," katanya.
Dalam Islam, demikian Ketua
Dewan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Aceh ini, tidak ada istilah "waria" tapi
yang ada "khuntsa" dan adalah haram jika laki-laki menyerupai wanita dan
sebaliknya.
"Artinya, waria itu buatan manusia yakni laki-laki menyerupai
perempuan, sementara `khuntsa` yang ada dan diakui dalam Islam karena itu
adalah
ciptaan Allah SWT. Kalau waria itu adalah perbuatan yang melanggar kodrat
Tuhan," katanya.
Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh
(DPRA) Darmuda juga mengecam kontes waria itu.
"Kita juga mengecam dan
tidak menoleransi digelarnya kontes waria apapun alasannya jelas bertentangan
dengan mayoritas penduduk Aceh yang Islami," katanya.
Dalam kontes yang
digelar di aula RRI Sabtu malam itu, Angga alias Zifana Lestisia (19) asal kota
Lhokseumawe, terpilih menjadi Duta Aceh.(*)