Benar bung Sunny. Kalau boleh saya tanya dengan bahasa Ideology, mereka yang 
bersandiwara di gedung Senayan itu manusia atau basyar.
Yang namanya manusia tentu pikirannya sangat manusiawi. Artinya pantang 
bersatupadu dalam system yang menzalimi kaum dhuafa. Sementara basyar 
sepakterjangnya bermegah-megah atas penderitaan kaum dhuafa. DPR benar-benar 
wakil rakyat. Apabila yang diangkat untuk DPR terdiri dari basyar, dapat 
dipastikan mereka penipu rakyat sebagaimana realitanya DPR diseluruh system 
Hindunesia - Majapahit. Legislatif, Yudikatif dan Eksekutif bagaikan 
persekongkolan Fir'un, Karun dan Bal'am. 

Negara manapun sesungguhnya adalah milik Allah. Justru itu kekayaan negara 
adalah milik semua orang yang berdomisili di negara tersebut. Pemimpin adalah 
amanah Allah untuk melaksanakan sesuai dengan petunjukNya. Apabila di Suatu 
negara, pemimpinnya mampu menjalankan amanah Allah, tidak seorangpun di negara 
tersebut kecuali mendapatkan finansialnya. Tidak seorangpun yang sakit kecuali 
mendapat layanan pengobatan dengan segera. Yang demikian disebut "rahmatan lil 
alamin". 





________________________________
From: sunny <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, March 3, 2010 10:40:04 AM
Subject: «PPDi» Wapres Tak Ada waktu Tonton Sidang Paripurna

  
Refleksi :  Alangkah indahnya sendiwara rezim feodal 
neo-Mojopahit.   
 
http://www.republika.co.id/berita/105529/wapres-tak-ada-waktu-tonton-sidang-paripurna
 
Wapres Tak Ada waktu Tonton Sidang 
Paripurna
Rabu, 03 Maret 2010, 13:55 WIB
  
JAKARTA- Wakil Presiden Boediono tak punya waktu 
untuk menonton Sidang paripurna Pansus CenturyMenurut juru bicara Wapres, Yopie 
Hidayat, jadwal Wapres hari ini sangat padat. Selain menerima Lester Crown, 
pimpinan The Chicago Council on Global Affairs bersama delegasi sebanyak 26 
orang, dia juga dijadwalkan hadir dalam rapat Reformasi Birokrasi di Gedung II 
Istana Wapres, pada Pk 14.30 WIB. "Kapan coba menontonnya, " kata juru bicara 
wapres, Yopie Hidayat.
Lagipula, tambah Yopie, Boediono merasa tak perlu 
menyaksikan tayangan rapat paripurna antar anggota fraksi yang berlangsung di 
gedung DPR RI tersebut. Sebab, Pak Boed, begitu Yopie menyebut Boediono, hingga 
hari ini masih merasa yakin dengan kebijakan yang telah dibuatnya. "Yakin 1.000 
persen, kebijakan bail out sudah benar dan menyelamatkan perekonomian 
Indonesia," katanya. 
Karena itu, wapres tak memiliki kekhawatiran apapun 
dan menjadi wajib memantau perkembangan dari DPR. Terkait adanya dukungan 
presiden pada wapres, hal itu, menurut Yopie, merupakan hal yang bagus. 
Bagaimanapun, katanya, Boediono merasa tenang-tenang saja karena merasa benar 
1.000 persen, bukan hanya karena dukungan presiden pada dirinya. "Jelas SBY 
dukung Boediono, kalo gak ya tak dipilih menjadi wapres, kan kejadian century 
jauh sebelum pemilu keduanya," kata dia. Maka, kata dia, kebijakan pemerintah 
sudah jelas. Presiden mendukung bailout, sebab bailout perlu dan 
baik.
Yopie kemudian menambahkan, hingga sejauh ini 
Boediono belum merasa perlu mengomentari apapun. Apalagi, katanya, belum ada 
hasil finalnya. Jika nantinya, kata dia, ada hasil final dan Boediono harus 
memberikan penjelasan kepada publik, "Wapres pasti akan senang," kata 
Yopie.






 


      

Kirim email ke