Jang berita anda itu ada benarnya, terus terang
sayapun kalau mau ada yang nawarin ma atau dr selama
di sini, tapi saya tahu kemampuan diri, karena itu
saya tolak. bagi saya gelar hanya sekedar syarat dan
saya sangat bangga dengan gelar yang saya dapat di ui
dengan susah payah baik dengan jalan kaki maupun
jualan ayam atau telor dari sukabumi atau mengajar di
KPA . Jerih payah itu saya rasakan karena saya tdk ada
keingina utk nambah gelar tapi kalau nambah gelar
julukan jadi ustadz mau lah. gitu aja yah.
--- Zamhasari Jamil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Salam,
>
> Dulu, ketika saya masih nyantri di Pekanbaru, Riau,
> saya sudah sering
> mendengar adanya praktek jual beli skripsi. Seseorg
> yg tidak memiliki
> kemampuan untuk menulis dan atau memiliki waktu
> untuk menulis skripsi
> akan memilih untuk membeli skripsi guna meraih gelar
> sarjana. Dan
> penjual skripsi ini tentunya juga tak mau bersusah
> payah, maka
> penjual inipun juga melakukan praktek plagiat
> terhadap skripsi dari -
> biasanya- lulusan universitas lain.
>
> Sesuai dengan perkembangan zaman, dimana seseorg
> tetap dituntut untuk
> memiliki gelar sebagai acuan terhadap keotentikan
> dan otoritas dalam
> disiplin ilmu yang dibidanginya telah berakibat
> kepada praktek jual
> beli gelar DOKTOR dari berbagai universitas palsu.
> Wajarlah jika para
> pemegang gelar DOKTOR tersebut tidak banyak berubah
> dalam cara
> pandangannya karena sudah jelas bahwa gelar yg ia
> raih bukanlah hasil
> kerja kerasnya dalam belajar ataupun research,
> melainkan hanya karena
> kekuasaan uang yg telah berbicara.
>
> Tak tanggung, pemegang gelar inipun berprinsip yang
> bertolak belakang
> dengan semboyan: semakin berisi semakin merunduk.
> Disayangkan pula
> bagi mereka yang telah meraih gelarnya secara sah,
> namun karena
> diberikan sedikit jabatan juga bersikap yang melawan
> arah: semakin
> berisi semakin merunduk.
>
> Saya cuma mengingatkan supaya teman-teman di New
> Delhi menyadari akan
> hal ini, sebab bila hal yang semacam ini sampai
> terjadi, maka akan
> berakibat fatal bagi masa depan kita bersama.
>
> Karena itu wajarlah bila Dikti telah mengingatkan
> kita ttg praktek
> jual beli gelar dktor tersebut melalui 'PENGUMUMAN'
> No. 810/D/T/2003
> seperti tertera berikut ini. (IzaM)
>
> PENGUMUMAN
> No: 810/D/T/2003
>
> Dalam rangka mengantisipasi maraknya penawaran
> pendidikan tinggi
> melalui iklan, maka Direktorat Jenderal Pendidikan
> Tinggi Departemen
> Pendidikan Nasional memandang perlu untuk
> mengingatkan seluruh
> anggota masyarakat agar tidak salah dalam memilih
> lembaga
> penyelenggara pendidikan tinggi.
>
> Masyarakat dimohon agar mewaspadai dan berhati-hati
> terhadap berbagai
> tawaran pendidikan tinggi yang bercirikan sebagai
> berikut:
>
> 1.. Menawarkan berbagai macam gelar dari luar
> negeri, atau gelar-
> gelar dari lembaga yang menggunakan nama asing
> seperli halnya :
> Harvard International University, World Association
> of Universities
> and Colleges, American World University, Northern
> California Global
> University, Edtracon International Institute,
> Institute of Business &
> Management "Global", American Management University,
> American Global
> University, American International Institute of
> Management and
> Technology, Jakarta Institute of Management Studies
> (JIMS),
> Distance Learning Institute (DLI), AIMS School of
> Business Law,
> Washington International University, American
> Institute of Management
> Studies, International Distance Learning Program
> (IDLP), San Pedro
> College of Business Administration, Kennedy Western
> University,
> University of Berkeley, Berkeley International
> University, American
> Genesco University, Chicago International
> University, dan lain-lain.
>
> 2.. Menawarkan berbagai macam kemudahan seperti
> halnya alih kredit,
> mahasiswa pindahan, keringanan SPP, pembebasan SPP,
> beasiswa, kuliah
> jarak jauh, program ekstensi, kuliah mandiri,
> jaminan wisuda,
> pemendekan lama studi, dan kemudahan lain yang
> sejenis.
>
> 3.. Menawarkan berbagai program yang berbeda dengan
> kaidah dan norma
> pendidikan tinggi sepenti halnya kelas paralel,
> kelas jauh, program
> kerjasama, kelas akhir pekan, kelas eksekutif,
> program yang
> dipadatkan/dimampatkan, ujian persamaan dan bentuk
> lain yang sejenis.
> Untuk mencegah terjadinya kekecewaan masyarakat
> terhadap mutu dan
> legalitas pendidikan tinggi, maka anggota masyarakat
> diharapkan agar:
>
> 1.. Mencari informasi langsung ke Direktorat
> Jenderal Pendidikan
> Tinggi dan/atau Koordinator Kopertis Wilayah
> setempat tentang status
> program studi/lembaga pendidikan tinggi.
>
> 2.. Mencari informasi langsung ke Badan Akreditasi
> Nasional Perguruan
> Tinggi (BAN-PT) tentang peringkat akreditasi program
> studi lembaga
> pendidikan tinggi.
>
> 3.. Untuk memudahkan perolehan informasi tersebut di
> atas, maka dapat
> pula dilakukan dengan membuka website
> http://dikti.org dan
> http://www.ban-pt.net Perlu diketahui oleh
> masyarakat bahwa
> penggunaan gelar yang tidak sesuai ketentuan akan
> dikenakan sanksi
> berdasarkan Undang Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang
> Sistem
> Pendidikan Nasional pasal 55.
>
> Disamping itu penyelenggara pendidikan yang tidak
> sesuai ketentuan
> akan dikenakan sanksi berdasarkan Undang Undang
> Nomor 8 tahun 1999
> tentang Perlindungan Konsumen pasal 62.
>
> Seluruh anggota masyarakat dimohon memaklumi dan
> menyebar-luaskan
> pengumuman ini
>
>
> Jakarta, 16 April 2003
>
> Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi
> Departemen Pendidikan Nasional
>
>
>
> Satryo Soemantri Brodjonegoro
> NIP. 130889802
>
> -------
> New Delhi, 29 April 2004
>
> IzaM
> Jamia Millia Islamia, New Delhi.
>
>
>
__________________________________
Do you Yahoo!?
Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs
http://hotjobs.sweepstakes.yahoo.com/careermakeover
_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di
www.ppi-india.da.ru & arsip pilihan di www.arsip.zor.org
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni
India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional:
www.ppi-india.da.ru
3- HP Ketua PPI (Bahrum): 9810199471
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/