http://www.ppi-india.uni.cc/detail/detail.php?ArtID=130

Editorial: Dodo Tampil Mengesankan
Publikasi: 12 November 2004 - 19:35  

Laporan oleh: Asnadi Hasan

Dalam diskusi bulanan PPI India, 30 Oktober 2004, yang bertempat di kantor sekretariat PPI, berlangsung secara meriah. Diskusi bulanan dengan topik �Investasi Sebagai Faktor Menaikkan Kembali Perekonomian: Studi Banding India dan Indonesia� ini menghadirkan pembicara Sotardodo Rony Soleit, mahasiswa asli Medan yang besar di Jakarta, dan baru menyelesaikan S2 Commerce dari Agra University.

Tampil selama diskusi dengan bahasa Inggris, Dodo, nama akrab pria berotot dan ganteng mirip Ade Ray ini, menguraikan dengan panjang lebar pertumbuhan ekonomi dan faktor-faktor penyebab terhambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, dalam laporan South East Economic Observer telah memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2005 sekitar 4,5 persen. Angka ini berarti penurunan dari estimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun 2004 yang telah menyentuh angka sekitar 4,7 persen. Pembicara yang menggemari olahraga basket ini mengutip pendapat Walter, �Penurunan ini, mungkin, dikarenakan oleh melemahnya ekonomi beberapa negara indikator penting ekonomi dunia, seperti Amerika Serikat dan Jepang, disertai pula dengan kelemahan (debility) industri manufaktur, ketidakmampuan (inability) Indonesia untuk menarik investasi asing, dan sebab naiknya harga minyak di pasaran dunia.�

Penurunan angka pertumbuhan tersebut, ungkap pembicara yang sepanjang diskusi membuat peserta terkekeh-kekeh ini, terutama sekali disebabkan kondisi ekonomi AS dan Jepang yang merupakan pasar utama ekspor Indonesia. Pertumbuhan ekonomi AS sendiri pada tahun 2005 diperkirakan akan turun sekitar 3,8% dari estimasi pertumbuhan tahun ini yang mencapi 4,7 persen. Bahkan, Jepang hanya akan mencapai 1,6 persen dari perkiraan tahun ini yang mencapai sekitar 4 persen. Pelemahan ekonomi di kedua negara ini, imbuh pria berstatus bujang yang pernah patah hati ini, akan melemahkan nilai ekspor Indonesia. Apalagi industri manufaktur sebagai mesin penyeimbang ekspor, belum lagi pulih. Secara signifikan, Indonesia belum mampu meluncurkan kebijakan untuk menarik investasi asing, walaupun pelarian modal keluar (runaway capital outbound) tidak lagi terjadi. Persaingan dengan negara tetangga juga sulit, tambah bekas aktivis kampus Trisakti tersebut.

Pembicara yang menyandang gelar M.Com dan menyelesaikan S1 dari Universitas Trisakti, Jakarta yang berencana meneruskan Ph.D dalam bidang yang sama ini mengajukan pertanyaan menarik, bisakah kita menjamin bahwa Indonesia akan dikenal di dunia luar sebagai tempat investasi yang menjanjikan? Dodo dengan bahasa Inggris yang memikat menjawab sendiri pertanyaan tersebut, belum optimal. Disinilah peran pemerintah sangat penting, lanjutnya. Pria yang bercita-cita menjadi konglomerat ini mencontohkan keberhasilan India dalam menarik para investor asing untuk berinvestasi di India dikarenakan pemerintah India sendiri sangat menggalakkan investasi langsung asing.

Dengan mengutip NEWSWEEK terbaru, pembicara yang suka tampil klimis dan membenci kumis ini mengungkapkan data-data terkini. India telah berhasil menyakinkan pemerintah Singapura lewat Temasek Holdings untuk tidak segan-segan menanam modal. Tahun lalu saja, Singapura berani memberikan investasi sebesar $1 milyar di negara Asia Selatan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, ungkapnya dengan mimik serius, Sigapura telah menghabiskan $400 juta sebagai upayanya memperoleh 9 persen saham Bank ICICI, sebuah bank swasta terbesar di India. Temasek Holdings juga menyabet 5 persen Rumah Sakit Apollo dan 28 persen saham Matrix Laboratories yang berada di Hyderabad. Dalam hitungan bulan saja, Temasek Holdings, Singapura, telah menjadi investor terbesar kedua di negara Gandhi tersebut. Dari situ, anak muda yang ikut andil menurunkan secara paksa Soeharto pada awal-awal Reformasi ini menganjurkan, agar pemerintah baru Indonesia segera meniru pemerintah India dalam menarik investor asing.

Pemerintah harus betul-betul serius memberangus korupsi, pungli, suap dan membuang segala penghambat masuknya investor asing ke Indonesia, ujar Dodo dengan suara tinggi sambil mengepalkan tangan berototnya. Hidup Dodo!!! Bravo.(ipul) 



Thank you...
ipuL


Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI www.ppi-india.uni.cc  ==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional: www.ppi-india.da.ru
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255



Yahoo! Groups Sponsor

Get unlimited calls to

U.S./Canada



Yahoo! Groups Links

Kirim email ke