Salam,
Memang untuk beberapa waktu terakhir sepertinya forum milis ini agak 'sepi' dari isu2 yang menggoda. Dan tampaknya undangan Ustadz Izam, B.A untuk sedikit memberikan coretan-coretan kecil atas tulisan MG sangat 'menggoda' untuk diterima. Mungkin rekan2 yang lain bisa menyusul untuk meluangkan sedikit waktunya ditengah ketatnya jadwal ujian untuk ikutan nimbrung dan berceloteh ria diforum kita ini. Menggunakan kata 'menggoda', saya jadi teringat kembali one liner dari Mr Sardar Ali (papanya Maulana Arif yang sekarang sedang belajar di Aligarh) ketika sedang berada disini musim dingin lalu. saat itu saya bilang, musim dingin begini airnya dingin lho. dia nyeletuk, 'digoda aja airnya biar panas'. Kritikan, seperti halnya godaan, bisa dipahami sebuah ungkapan apresiasi atas karya atau tingkah polah dari seseorang, sebuah institusi, ataupun sebuah pemerintahan. Dimulai dari yang paling kecil, individu yang sering 'digoda' biasanya memberikan reaksi yang berbeda-beda. Adakalanya dia marah, adakalanya dia menjadi mawas diri dan menyadari apa yang dilakukannya namun adakalanya dia 'cuek bebek kayak wong bodho' (meminjang ungkapan dari lirik salah satu grup penyanyi RAP Indonesia). Contoh yang diberikan oleh MG didalam refleksinya itu adalah sebuah kenyataan bahwa melalui 'godaan' atau istilah kerennya kritikan, seorang Halley Barry yang sekseh dan cantik menyadari kelebihan dan kekurangannya sebagai seorang artis dan karenanya dia menyatakan keingingan hatinya untuk bekerja lebih keras lagi agar bisa menghasilkan karya film yang lebih baik lagi. Dalam bagian akhir tulisannya, MG mengatakan, "...pujian dan apresiasi tak akan pernah datang apabila kita tidak melakukan sesuatu yg berharga yg patut diapresiasi. Dalam situasi stagnan dan jumud seperti itu, hanya kritik yg akan membuat kita bangkit dan memperbaiki diri. Apabila sudah demikian, pujian dan apresiasi akan datang pada waktunya. Sebaliknya, apabila kita menutup hati dan telinga dari kritik, maka stagnansi, kejumudan dan kenaifan gerak dan pikir akan semakin meningkat dan berlipat ganda. Dan pada saat kita mulai menyadarinya, segalanya sudah terlambat. Dan penyesalan demi penyesalan akan memenuhi rongga hati dan mulut kita." Saya setuju sekali dengan poin yang ditekankan oleh MG didalam akhir tulisannya bahwa apabila kita tidak melakukan sesuatu, jangan harap akan ada pujian ataupun kritikan. Dan bahwa apabila kita terlambat menyadari hal ini, maka hanya penyesalan yang akan kita dapatkan. Akan tetapi, sepertinya disini perlu diperjelas bahwa kritikan yang bagaimana yang bisa memberikan rasa ingin bangkit dan memperbaiki diri? Mungkin rekan-rekan yang lain ingin memberikan tanggapannya? Selain itu, kira-kira bagaimana cara yang pas untuk menyampaikan sebuah kritikan yang membangun dan pada saat yang sama, kritikan ini tidak diartikan sebagai sebuah pelecehan terhadap hasil karya atau pribadi dari orang yang dikritik? Kira-kira begitu saja dulu dari saya, mungkin ustadz izam ato cak MG bisa melengkapi pertanyaan yang saya ajukan tersebut. Regards Qisa'i Dept of Political Science, AMU, Aligarh (UP) --- In [email protected], Zamhasari Jamil <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Salam, > > Refleksi bung MG kali ini menggugah saya untuk meneruskan diskusi ini. Anda berada disebarang saya, dan hari ini saya berada disebenang sini. > Kritikan, meskipun pedas hendaknya dipandang sebagai pemicu supaya kita menjadi lebih baik lagi. Bila dikritik sebagai aktor yang paling terburuk perannya dalam sebuah film, misalnya, jadikan kritikan itu sebagai pemicu untuk berubah ke arah yang lebih baik lagi. Jangan pula kritikan itu dimasukkan kedalam hati, kemudian kritikan itu dianggap sebagai pembunuh semangat kita, lantas pada akhirnya kita benci kepada yang mengkritisi itu tadi. Inilah resiko kita sebagai makhlus sosial, makhluk yang bertulang belakang. Kita tak bisa hidup tanpa ada orang lain. Kalau kata Albert Camus, "We are condemned to live together." Kita ini dihukum untuk harus hidup bersama. > > Bahkan sering muncul dalam lamunan saya kalau sudah mengingat-ingat masalah kebaikan dan kemajuan bersama, bahwa kita ini diciptakan oleh Tuhan adalah ' to complete not to competete each other'. Sayangnya, ajakan yang telah disampaikan secara bijak tidak diindahkan juga, kemudian ajakan tersebut berubah menjadi sebuah kritikan, ternyata dampak negatifnya jauh lebih besar lagi, apa itu? kebencian. Bila kebencian ini sudah muncul, hal-hal positif apapun yang disampaikan oleh sipengkritik ini, niscaya tak akan pernah diindahkan lagi. > > Saya yakin rekan-rekan lain pasti memiliki pendapat berbeda. Bung Qisa'i, kita tunggu sergahan Anda. Mungkin rekan-rekan kita K' Nita, Nidya, Ayu, ingin curhat juga, kita tunggu. Bagaimana dengan rekan- rekan di Roorkee, Bangalore, Hyderabad, Pune, Agra dan Aligarh? Dari pojok kampung ini, kami ucapkan selamat mengikuti ujian. Semoga sukses semua. > > Wassalam, > > IzaM - > > Promosi: Telusuri tumpahan hati saya mengenai 'Arti Bahagia' di link berikut ini: http://www.ppi-india.org/BUKA/halaman.php?ArtID=415 > > > * * * * * > Zamhasari Jamil > Pelajar Islamic Studies > Jamia Millia Islamia - A Central University > New Delhi - India 110 025 > Website Kampus : http://www.jmi.ac.in > Website Pribadi : http://www.e-tafakkur.blogspot.com > Website PPI India : http://www.ppi-india.org > Email: izamsh@ yahoo.com > > > > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Plan great trips with Yahoo! Travel: Now over 17,000 guides! ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/i8TXDC/5WnJAA/HwKMAA/igXolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> _________________________________________________________________________ Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org ========================================================================== Catatan penting: 1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India 2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ; 3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326 4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647 5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255 Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
