Salam,
 
Kembali Mala menyentuh lubuk hati saya untuk terus meluahkan isi hati saya di sini. Mala telah mengingatkan saya tentang Prof. Amina Wadud. Beliau adalah professor di bidang filsafat dan perbandingan agama di Commonwealth University, USA. Pada 18 Maret silam, ia menjadi khatib sekaligus imam sholat Jumat di sebuah gereja. Hal ini ia lakukan setelah tiga Mesjid menolaknya untuk bisa melaksanakan sholat Jumat.  
 
Apakah tindakan Amina Wadud ini mendapat kritikan? Tentu saja. Apakah pengkritik tersebut mengkritik Amina Wadud dengan mempertimbangkan perasaan Amina Wadud, lebih-lebih lagi seorg wanita? Tunggu dulu. Pengkritik tersebut tak mempertimbangkan apakah yang dikritik itu akan tersinggung atau tidak, yang jelas ia mengkritik sesuai dengan caranya. Ini terbukti ketika ada kritikan yang langsung menghukumi untuk dibunuh mati saja. Ketika Amina Wadud mendapatkan kritikan bahkan untuk dihukum mati, apakah Amina Wadud menjadi ciut? Tidak. Ia terus melakukan penelitian dan pengkajian untuk memperkuat argumennya. Sehingga dengan cara memperbaiki diri itulah Amina Wadud siap untuk berdialog dengan siapa saja. Tentu saja Amina Wadud sendiri sudah memiliki bekal yang kuat ditambah lagi dgn kebiasaannya untuk bertatap muka langsung di depan public.
 
Bagaimana dengan kita? Mari kita bayangkan bersama, jika Anda ditakdirkan untuk menjadi seorang Bupati di kabapuaten Anda, terus kebijakan Anda dikritik oleh masyarakat. Dan kritikan itupun pedas, mungkin lebih pedas dari kritikan saya atau bung MG, apakah Anda masih tetap berkata, "Waduuuhhh...., koq masyarakat saya ini nggak ngerti dengan perasaan saya ya?"

Ulil pernah dikritik dan bahkan akan dihukum mati oleh fatwanya yang menyatakan bahwa jilbab itu nggak wajib. Apakah Ulil langsung menciut? Tidak. Ulil senantiasa memperkuat dan memperbanyak BACAANnya. Ia tak pernah berhenti membaca. Semakin mantaf argumennya, semakin sulit hukuman mati tersebut untuk ditimpakan kepadanya.
 
Sekarang tinggal kita yang mau memilih, menjadi Megawati yang ketika di bakar photonya langsung bilang, "saya kan masih cantik" atau menjadi SBY, "kritikan masyarakat itu memang salah satu program kerja saya". Walaupun ada ucapan SBY yang seharusnya tak pantas ia ucapkan selaku kepala negara, tapi itu wajar, yang namanya manusia tetap memiliki batas kesabaran.
 
Hanya saja, kalau kita terus melempam, dan begitu kritik tambah melempam, maka jadilah engkau seperti kue apam atau krupuk. Begitu di goreng lantas mengembang, tapi begitu kena air langsung menciut sejadi-jadinya. Apakan mental kita seperti mental kerupuk ini? Semoga saja tidak. Masa udah kuliah di LN, masih tetap letoi juga. Tegarlah seperti tegarnya semangat orang India. Akhirnya aku puas melihat India ini kalah lawan Pakistan.... hehehe. Terima kasih buat kawan-kawan yang telah berbagi isi hati di forum ini.
 
Wassalam,
 
IzaM -
 
Tambahan buat Qizqon, Met bobo Naj .... lah, hehehe. mmmua

Rizqon Khamami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Tante Mala,

Saya suka membaca postingan-postingan Tante, terutama alenia yang
saya sisakan di bawah ini. Postingan tante Mala ini jenaka. Saya
sampe terkekeh-kekeh.

Salam cubit,
Riz.
===



--- Nirmala Many <[EMAIL PROTECTED]>wrote:


> Lagi2 pesan sponsor, buat Mas Wisnu di Yogya, bener ya
> ntar hadir pd meeting HAI tgl 1 Mei mendatang. Buat
> Rizki, selamat dengan karir barunya. Makanya doi
> akhir2 ini agak absen di mailing list, maklum sibuk
> banget. Buat Alwin yang Mei bakal ke US tuk
> comparative study-nya, jangan lupa sampaikan pesan2
> gue tuk Prof. Amina Wadud. Bang Sanuddin, dimana
> dirimu berada, koq nggak disa dihubungi? Buat Dodo,
> salam ma yayang ya, doi bakal nikah oktober mendatang.
> Buat Mas Giri & Wiwit yang juga sibuk2 ngurusin
> rencana nikah november, waduh gue pengen nyusul nih..
> Selamat menempuh hidup baru buat Pak Haruno di
> semarang. Buat Mas Budi di Denpasar, usahakan ke
> Jakarta yah tuk tgl 1 nanti. Tuk Pak Jumino sang Ketum
> HAI SU, thanks banget dah repot2 meluangkan waktu dan
> energinya tuk memfax berkas2nya ke mala. Viva HAI
> Indo.
>
> Salam,
> Mala


* * * * *
Zamhasari Jamil
Pelajar Islamic Studies
Jamia Millia Islamia - A Central University
New Delhi - India 110 025
Website Kampus  : http://www.jmi.ac.in
Website Pribadi    : http://www.e-tafakkur.blogspot.com
Website PPI India : http://www.ppi-india.org
Email: izamsh@ yahoo.com


Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - You care about security. So do we.

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org ==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ;
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke