Terima kasih Bang Fatih, saya senang mendengar tutur Abang dibarengi dengan nasihat2 yg bijak, saya pribadi, sangat tertarik metodologi abang dalam menyampaikannya. Beginilah namanya menempatkan sesuatu kritikan pada tempatnya. Ada suasana membangun yg saya baca. Contohnya: ok, saya tunggu komentar dari rekan2 lain, khususnya rekan2 aligarh yg terkesan "lemah lembut" selama ini. jangan merasa buang2 waktu. satu jam diinternet sudah cukup banyak untuk menulis, tapi sangat sedikit kalo dipakai untuk chat. :)
Dari poin di atas kelihatan bahasa yg disampaikan tdk menjatuhkan dan mengejek dan justeru memberi motivasi dan mengajak utk kreatif. Dan banyak contoh2 lain dari postingan abang di bawah ini yg benar2 menyentuh nurani rekan2 utk lebih maju. contoh lainnya yg saya ambil: (2) kalau ada yg ingin diungkapkan pada siapapun yg berkaitan dg tulisan di milis ini, ungkapkan juga di forum ini. jgn diungkapkan di warung kopi. gak ada yg tau. kalaupun tahu lambat nyampenya. maklum kantor pos india suka strike. Kritikan bang fatih ini juga sangat menarik buat pengkritik dan sedikit lucon dg menggunakan kata2; kalaupun tahu lambat nyampenya. maklum kantor pos india suka strike. hehehehe:) ini dia baru namanya pengkritik itu ZAM. wassalam Ulis Can --- In [email protected], Mario Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > bagus, bagus. inilah perlunya berdialog: mengungkapkan > apa yg kita rasakan dan ingin kita ekspresikan tanpa > merasa takut, segan, atau sikap2 lemah yg lain. dialog > di milis ini, spt kita tahu, disaksikan tidak hanya > oleh seluruh mahasiswa dan alumni, tapi juga oleh > bapak2 di kbri. bapak2 kbri yg berjiwa muda (seperti > pak dalton, pak suhadi, pak amar, bu niek, dll) pasti > suka melihat 'anak2 dan adik2nya' dinamis dan saling > terbuka serta membiasakan diri bicara langsung dan > straightforward seperti ini. > > bicara terbuka kadang memang akan mengiris hati yg > lemah. tp seperti halnya pil, apabila membiasakan diri > hati lemah itu akan terbiasa. di saat terbiasa itu, > tanpa kita sadari terjadi transformasi: hati kita > menjadi kuat. dan hati yg kuat itulah yg diperlukan > oleh bangsa ini untuk memimpin. cara memperkuat hati > yg lemah tentu saja dg terus berdialog, saling > memgkritik dan mengingatkan secara terbuka, di sini di > milis ini; krn. sulit dilakukan di tempat lain. waktu > dan tempat jadi penghalang. contoh, kapan saya akan > mengeritik mujazin yg di hyderabad kalau untuk itu > harus ketemu dulu? tentu saja milis ini bukan hanya > untuk hal2 yg gak enak aja, untuk hal yg romantispun > bisa; contoh seperti ungkapan rasa kangenku pada mala > yg tak pernah pupus...yg baru terhenti setelah > "dimarahin" baginda fahim. :) > > ok, saya tunggu komentar dari rekan2 lain, khususnya > rekan2 aligarh yg terkesan "lemah lembut" selama ini. > jangan merasa buang2 waktu. satu jam diinternet sudah > cukup banyak untuk menulis, tapi sangat sedikit kalo > dipakai untuk chat. :) > > hal yg saya harapkan buat siapapun yg merasa masih > "muda": (1) bersikaplah seperti fahim yg berani > menegur/mengeritik saya dan mala krn. telah membuat > milis ini jadi ajang pacaran (ini serius, no kidding). > Terlepas setuju atau tidaknya saya pada kritikan fahim > itu, tapi keterusterangannya sangat saya hargai. > Begitu juga buat rekan2 Roorkee yg sempat berdiskusi > hangat tempo hari (skrg kok adem ayem? lg ujian ya?); > (2) kalau ada yg ingin diungkapkan pada siapapun yg > berkaitan dg tulisan di milis ini, ungkapkan juga di > forum ini. jgn diungkapkan di warung kopi. gak ada yg > tau. kalaupun tahu lambat nyampenya. maklum kantor pos > india suka strike. > > semua itu, bertujuan agar mahasiswa india terbiasa > berani di forum manapun dan ketika duduk di posisi > apapun ketika di tanah air kelak. > > saya tunggu komentar berikutnya. terima kasih banyak > buat ulis. terima kasih krn. sudah mau ngomong. yg > lainnya mannnaaa... :) > > salam hangat, > > --- andriansyah putra anshori > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > �Wa alaikumsalam... > > > > Saya sependapat dengan apa yg telah Bung Qisai > > sampaikan di bawah, intinya penyampaian yg > > bagaimanakah yg tepat utk org bisa menerima kritikan > > kita?. Kadang kritikan itu dimotori dgn ejekan, > > kadang menjatuhkan dan, menceritakan org lain > > dibelakangnya juga dianggap sebuah kritikan. Saya > > anggap semua metodologi kritik itu salah jika > > ditafsirkan demikian. Saya ambil contoh bagaimanakah > > > Mario Gagho > Agra University > www.ppi-india.org > --------- > A WINNER works harder than a loser and has more time. > A LOSER is always "too busy" to do what is necessary. > > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > Plan great trips with Yahoo! Travel: Now over 17,000 guides! > http://travel.yahoo.com/p-travelguide ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who cares about public education! http://us.click.yahoo.com/1gzaND/8WnJAA/HwKMAA/igXolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> _________________________________________________________________________ Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org ========================================================================== Catatan penting: 1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India 2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ; 3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326 4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647 5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255 Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
