> Wah, sepertinya menarik tuk reply..........cuma sayangnya rame dah 
deket2 ujian dimana kuliah rame juga yakni, final 
exam.....serammm�.yang mesti jadi prioritas daripada hanya sekedar 
berdiskusi apalagi yang nggak jelas hehehe........
> 
> IZAM: 
> Emang gak penting membahas dengan siapa dinner berlangsung, yang 
penting untuk dibahas itu, napa kak Mario juga gak diundang dinner ke 
JNU. Ust. Fachim bertanggung jawab dalam masalah undang-mengundang 
ini.
> 
> >>> Hehehe....kenapa saya nggak ngundang Mario??? Berapa kali saya 
undang tuk dateng bahkan saya tanyakan lewat telfon tuk main ke JNU 
dan ehm hasilnya, bisa lah ustadz liat di signature mail-
nya......... "too busy..." entah bussy seorang "winner" 
atau "looser" :-p. Ataukah takut Oklha Secret Centre nggak ada yang 
nungguin??? :-) Beda dengan jika saya undang kalian yang "always 
ready" dan apalagi uda Aan/Iskandar yang selalu "on air" disela2 
kesibukannya dengan sms 1 paisanya dan terkadang menyempatkan untuk 
bertemu di GSP (Gangadhaba Strategic Palace). Bahkan Mala, yang saya 
dengar dari Naseer, that's Palestinian walla katanya dulu sering main 
ke JNU�
> 
> Ipul, saya mo sedikit komentar nih, bebas2 aja kan karena pandangan 
saya sedikit beda sama Ipul :
 
> >>> Soal, vocal ato tidak saya jadi ingat komentar dosen saya waktu 
memberikan motivasi pada saat perekrutan asisten dosen, Prof. Rustam 
Edward Siregar (Dekan FMIPA di unpad.ac.id). singkatnya begini, "ilmu 
apapun yang kita pelajari, kalau kita faham atau tau betul pasti kita 
BISA bicara alias vocal". Dalam ilmu sciences dan mungkin lainnya 
bisa dilakukan dengan metode asistensi atau mengajar...untuk 
melancarkan berbicara dan menambah kepercayaan diri untuk tampil 
didepan umum jg melatih pembicaraan kita lebih terstruktur, focus 
(nggak ngalor ngidul). Selain itu juga bisa dengan mengikuti seminar2 
dan harus ikut bertanya, yang diadakan di institusi tertentu wah 
banyak sekali di India ini� sempat saya diboongin sama orang gara2 
saya tanya tempat seminar IT oleh DU di CGO Complex deket Nehru 
Stadium trus dikasih tau Nehru Place�.lho�jauh itu, jadi terlambat 
tapi�nggak jadi masalah. Juga bisa dengan kelompok2 diskusi yang 
dilakukan dimana saja baik di taman2, di kelas juga di warung
>  kopi. Atau di negri JNU dikenal GSP (Gangadhaba Strategic Place).

******** Walaupun demikian dari sekian yg bung fachim paparkan tetap 
saja keahlian seseorang itu tidak akan pernah bisa di ukur apakah dia 
itu vocal (pandai berbicara). Memang dari sebagian yg pernah kita 
ketahui dan bahkan menjadi rahasia umum bahwa orang vocal biasanya 
orang yg mampu memberikan komentar, argument, statment dan hal� 
lainnya. Namun kriteria tersebut tidak akan menjamin bahwa orang 
tersebut pintar. "Biasanya tong kosong nyaring bunyinya"

> 
> Mengenai di India atau dilingkungan saya jnu.ac.in wah�itu justru 
lebih dari yang saya dapatkan di unpad.ac.id, yang saya alami itu 
sangat kondusif dimana mereka, para professor dan peserta seminar 
yang tau persis bahasa inggris tidak memperdulikan apakah gramatical 
dan spelling kita bagus atau tidak, selama mereka bisa menangkap 
pembicaraan kita itu sudah bagus. Mereka lebih bangga jika melihat 
anak didiknya yang vocal dan berani bertanya ato kepengen tau 
daripada yang diam dan tidak mau bertanya. Orang diam kan ada dua 
kemungkinan, ngerti ato tidak ngerti? Nah disinilah kita harus bisa 
menunjukkan bahwa kita itu tau persis dari apa yang kita pelajari, 
hampir tiap assignment, selalu ada yang namanya viva/wawancara untuk 
mengetahui bagaimana kita sebagai siswa memahami bahan studi, buat 
assignment sendiri dan nggak nyontek.

******** Bersyukur sekali anda dapat melanjutkan pendidikan anda di 
JNU. Mudah�an suatu saat universitas� lainnya di India menerapkan 
sistem pendidikan seperti yg ada di JNU.

> >>> Hm�soal "banyak baca", sebetulnya nggak ngejamin juga�apa dulu 
yang dibaca?? karna banyak teman2 saya yang boleh dibilang "calon 
dokter" sampai saya sapa "ibu dokter" tapi bacaannya buku2 ringan 
seperti komik Sinchan misalnya, atau banyak baca tetapi bukan bacaan 
yang mengarah pada keilmuan tertentu, yakni hanya informasi2 ringan 
dan sepertinya kurang manfaat. Nah, semakin seseorang itu faham dan 
tau persis yang akan dibicarakan, biasanya dia bisa dengan mudah 
merepresentasikan ide dengan "kata2 dan cara termudah" yang sangat 
mudah dimengerti orang lain. Saya pernah ketawa geli dalam hati 
ketika melihat junior saya yang baru mengenal istilah eksplorasi 
geofisika di kelas seperti interpretasi, penetrasi, polarisasi, 
processing dsb dan memakainya pada saat diskusi di himpunan yang 
sebetulnya bisa dikatakan dengan kata yang mudah seperti pemahaman, 
pendalaman, pembagian dan pengerjaan. Yah mungkin biar lebih keren, 
tapi ngawur..

******** Kutipan kata "banyak baca!" yg saya ambil dari kata� bung MG 
adalah salah satu motivasi umum bagi para mahasiswa agar dapat 
membuka wawasannya. Sudah pasti bacaan tersebut adalah bacaan yg 
berkaitan dengan dunia ilmu pengetahuan. Minat membaca yang tinggi 
adalah penting. Orang yg ingin pintar pasti akan bergantung pada 
kemampuan membacanya dan keseriusnya memahami bacaannya, tul gak bung 
MG? saya baru yakin apa yg dikatakan oleh bung MG saat saya sering 
bertanya kepada beliau bagaimana mencari bahan untuk menulis artikel 
dan setiap pertayaan itu keluar dari mulut saya pasti jawabannya 
adalah "banyak baca!" kata beliau dan ketika saya coba untuk membaca 
buku� yg berkaitan dengan apa yg saya tekuni walhasil bahwa menbaca 
mampu menanamkan reading enjoyment pada diri kita. Tul gak bung MG? 
Sejarah belum pernah mencatat ada orang pintar dan hebat yang tak 
banyak membaca. 

> >>> Sepertinya dengan aktif di milis2 setidaknya bisa menumpahkan 
ide2 kita. Kalo Ipul minat di dunia IT bisa gabung di forum IEEE atau 
computerforum.com dan masih banyak lg. Itulah pentingnya pengalaman 
berdiskusi hingga daya "recognition" (atau penangkapan informasi 
dengan pembandingan informasi sebelumnya) lebih terasah. Yang saya 
lihat sejak pertama ke India, sepertinya menarik ada diskusi tiap 
minggu di PPI tapi hanya Qisai yang jadi "single fighter" dan 
itu "cuma sekali".

******** Tepat! anda tepat sekali bahwa keaktifan kita di milis� 
mendorong dan bahkan memaksa kita untuk bisa menuangkan buah� pikir 
kita yg diantaranya mungkin saja bisa diterima dan ditolak oleh 
sipendengar ataupun sipembaca. Terima kasih bung fachim sudah 
mengajak saya untuk bergabung di forum IEEE dan di computerforum.com 
kebetulan saya juga anggota di Milis ITCenter, ini alamat URL-nya: 
http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/ kalo anda ingin bergabung 
bergabung saja :) tidak ada paksaan. 

> 
> Semoga bermanfaat dan nggak nyinggung sana sini demi untuk kebaikan 
kita bersama, salam!

******** Kenapa bung fachim harus meletakkan kalimat "nggak nyinggung 
sana sini demi untuk kebaikan kita bersama"? Kita semua tau bahwa 
Pada dasarnya diskusi adalah kebebasan berpendapat yang bertanggung 
jawab serta menghargai perbedaan berpendapat, jadi hepotesa saya 
bahwa berdiskusi dimilis PPI-India ini sudah pasti buat kebaikan kita 
bersama, kenapa harus takut?

> 
> regards,
******** Best Regards,






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/i8TXDC/5WnJAA/HwKMAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di 
http://www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org 
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg 
masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ; 
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke