Aduh mbak tilla, jangan marah2 gtu donk... soale ana nggak denger tuh sebelumnya klo "social being determines social consiousness"
Sapa yang bilang ya klo perempuan lebih bagus nggak pake baju??? Soale ana disini nggak biasa artikel yang berkenaan dengan itu, paling baca Java Programming Language, itu bisa liat di java.sun.com jadi mungkin agak susah buat ane tuk bisa memahami tulisan2 itu kali ya? Maaf deh. Hehehe..bcanda neh, klo gajah pake baju, berarti tuh gajah pinter banget, kan jarang2 ada gajah gtuan. Hehehehe.... klo ana pengen perempuan nggak pake baju, sepertinya nggak deh, kan dari awal di blog ana, mata ana ini susah diajak kompromi, mata pengen, tapi hati takut, karna adzab akhirat yang ana percaya lebih pedih, mungkin klo liat istri ana gtu hanya didepan ana aja, itu lain lagi, ehm...jadi KEWAJIBAN!!!! berpahala lg, jadi semangat 45 neh! Maaf lagi, sampai sekarang ana belum ngerti soal ide feminimisme, jadi mungkin lain kali insyaAllah ana baca, soale dari beberapa hari yang lalu sampai skarang juga ana harus nerjemahin documents teknis dari bahasa indonesia ke english, trus tuh ujian masih 3 paper lagi. maaf itu alasan klasik tapi gpp kan klo dipending dulu requestnya... Maaf juga, di SMA ana masuk kelas IPA jadi nggak blajar banyak soal sosiologi, tapi pernah denger kok dari temen2 walopun nggak ngerti banyak. Klo bicara soal evolusi, apa Undang2 juga berevolusi? Eh, walopun ana seneng pake processor Celeron, biar gampang di upgrade dan overclock, ana nggak pernah ngebanding2in, justru menghormati, menghargai dan seperti yang ada di blog ana itu, udah dibaca dan dipahamin dengan baik blom neh??? ana jadi pengen mastiin aja. btw, kan boleh2 aja buat contoh, soal gajah, ok deh ntar ana contohnya pake kucing yang lebih kecil, tapi ane belum pernah liat kucing pake baju hehehehe...... Aku juga nggak anti jilbab koq mbak, ok deh, persoalan apa yang mau dipake perempuan adalah keputusan perempuan. dan social being determines social consiousness, apa tanggapan personal erat kaitannya sama didikan sosial? maaf saya nggak ngerti ilmunya, tapi kayaknya klo logikanya sih agak nyambung, lah ana jadi bingung neh. kasus tautologynya : if [perempuan=personal] then [perempuan punya keputusan & tanggapan]; [perempuan==personal] so [perempuan terkait didikan sosial]; if [perempuan=terserah] then [perempuan nggak terkait didikan sosial]; Hmm....seperti di film2 aja ya... Tom Cruise Jamil gmn neh kabarnya ente di Aligart??? tapi emang kalo saya seneng yang dibilang Rosulullah itu lho, pasti pernah denger, ada orang yang nggak ngiket ontanya karna mo sholat di masjid dengan alasan saya bertawakal, kata rosulullah, iket aja tuh onta yang kuat, baru bertawakal, usaha dulu baru bertawakal. Tapi kembali ke realita sekarang, emang susah, kadang kita udah mengantisipasi bener2 tapi tetep aja nggak sesuai yang diinginkan. Btw, banyak koq maling yang beralih profesi jadi kiyai, yah kan hidup orang nggak selalu lurus2 aja, bisa jadi banyak yang keliatan alim2 aja tapi sebetulnya maling juga. Ehm...seperti alasan diatas, blom buka UNIFEM. Pokona badan PBB, temen2nya Mr. Brooke deh. Kayaknya sih iya mereka lebih berpengamalan ketimbang ana yang nggak pernah ketemu sama korban ato pelakunya, cuma mengandai2 aja. Wah klo kesana ana kagak pernah, pernahnya ke Famharindo, Ltd, Bank Muamalat tuh yang di gatot subroto, DAAD, BEJ, German Embassy di thamrin, Switzerland Embassy, Indian Embassy, NEC dan Singapore Embassy yang di kuningan, LIPI dsb. jadi ana ngertinya mereka di kantor pada berpakaian rapih, pake blazer. OK deh, klo soal dianggap oleh negara ato nggak sih ana nggak ngerti, tapi dianggap sama media nggak tuh, biasanya klo media mendukung, pastinya tekanan untuk ditindaklanjuti lebih besar. Anyway, kata Bon Jovi, Oh baby it just me yeaa.... ana nggak ngerti banyak. Ok, wah masukan yang menarik tuh buat ana soal 10% itu. Hey, skali lg ana nggak mau baca sekarang soal hukum rimba, lg mo baca buku networking dulu itu ada hukum hukum Metcalfe neh hehehhee...soale besok lusa ujian hihihihi..... Sepertinya sih iya, karna ana nggak ngerti banyak soal itu, jadi nggak efektif ya. Logika ana nggak jauh2 sih klo nggak AND, OR, NOT, NOR, NAND udah. Kayaknya logika di computer itu nggak pas di kasus perempuan ini, dan maaf deh klo gtu. Hmm...mbak tylla emang pendatang yang baik....diingatkan dengan baik2 dan mau menghormati mereka dan insyaAllah nggak bermasalah ya. Ok deh, nothing personal, dan tanggapan personal itu erat keterkaitannya sama didikan sosial.....bingung...hihihi....blajar dulu ah, project ntar lagi, have a nice day 2! <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Aduuuuhh > > kan udah dijelasin, kalu tanggapan personal itu erat keterkaitannya sama didikan sosial > (social being determines social consiousness..) > > Aku coba jelasin kalao yang dibilang personal itu sebenrnya didikan sosial dan ujung ujungnya jadinya political.. > > Terus siapa bilang perempuan lebih bagus nggak pake baju ?? kamu bisa baca nggak sih ?? apa bahasaku terlalu bodoh dan rendah buat orang pinter seperti kamu ?? Apa hubungannya gajah pake baju sama perempuan nggak pake baju ?? Kan situ sendiri yang pengen perempuan nggak pake baju ?? > > aduh, mungkin biar bisa faham maksudku, buka link ini aja deh : > http://womensissues.about.com/od/feministtheory/ > > Standar pantas atau tidak pantas itu biasanya terangkum dalam sistem norma yang diejewantahkan dalam hidup sehari hari..waktu SMA pernah belajar sosiologi kan ?? > biarpun tidak ditulis, norma itu berjalan dan dianggap sebagai hukum tak tertulis yang sangsinya bisanya berupa sanksi sosial, gitu lho. > KArena tidak tertulis, biasnya norma ini berevolusi sesuai dengan perkembangan sejarah masyarakat.gituu.. > > Satu lagi, kayaknya otak anda perlu di up grade deh, biar nggak kebiasaany ngejadiin perempuan laughing object, apalagi ngebandingin perempuan sama gajah punjabi !!! > > Aku nggak Anti Jilbab.Aku nggak anti orang nghargai kultur orang lain seperti yang anda contohkan di Iran.Tapi aku juga ngagk anti sama pendapat bahwa p[ersoalan apa yang mau dipakai perempuan, adalah keputusannya perempuan itu sendiri, bukan paksaan orang lain..mau pake jilbab kek, nggak kek, terserah perempuan dong ah !!! itu intinya > > Soal logika orang kaya coba lagi liat didata, ada berapa banyak rumah dengan istem keaman canggih, kerampokan juga.. > Tahun 2003,Rumah saya punya penjaga malem, plus Anjing doberman.Mobil saya ilang aja tuh..satpam saya dihajar sampe pingsan !! Datanya mana ?? kalau rumah bersatpam nggak pernah kemalingan ??wong bank bersatpamn aja bisa kebobolan kok.. > > intinyaaa..MALING YA TETET MALING...RAMPOK YA TETEP RAMPOK.. > > Soal UNIFEM > Anda udah buka situs UNIFEM belum sih ??coba buka deh, jadi ngerti UNIFEM itu apa, adan apa relevansinya sama obrolan ini.Aku jadi nggak ngerti, apa hubungannya UNIFEM sama pekerja jalan tol ?? > gila ya !!! aku nggak wawancara korban perkosaan pak !!! Karena sebagaian besar korban perkosaan terlalu terguncang jiwanya untuk diperkosa !! Dan Data itu bukan dara temporer atau kasuistik temporer !! Tapi data komprehensif tahunan.Anda sepakat dong, kalau para researcher PBB adalah researcher yang punya pengalaman research mumpuni dan pastinya lebih dari anda ??Dan just For the record, Aku NGGAK PERNAH PAKE BLAZER di UNIFEM > aku pake celana jeans, rok batik kaos gombrong, apapun yang aku suka..pernah coba datengin UNDP atau UNICEF nggak ??biar bisa liat perbandingannya > bosku aja pake sleeveless tuh !! > Nggak cuma di UNIFEM aku ngurusin persoalan perempuan.Di kalyanamitra, LBH APIK dan koalisi perempuan,aku kenyang betul sama data soal perkosaan !!Termasuk perkosaan massal 1998 yang nggak dianggep sama negara. and believe me, nggak sesederhana itu persoalannya !! > > Tau nggak, dari seluruh prosentase kasus perkosaan, orang orang yang anda bilang itu nggak nyampe 10% dari seluruh korban perkosaan yang ada !! sisanya, orang baik baik yang bahkan nggak kenal apa itu lipstik !!!!! > > soal hukum rimba..nah..baca deh kenapa patriarki sekarang jadi hukum yang dominan..(kuat) sehingga keluar komentar komentar misoginis yang nggak anda sadari sebagai komentar pelecehan.. :D hehehe > > Kayaknya nggak efektif kalo saya ngoceh ngalor ngidul soal ini ke anda, berhubung anda terlalu pintar dan intelek, sementara saya cuma pekerja lapangan yang bodoh. > mendingan baca aja buku matinya gender ivan illich atau the origin of the Familynya Engels,atau menggugat patriarkinya Bhasin, atau buka aja situs situsnya jurnal perempuan..biar rada nyambung dikit logikanya, itu juga kalau sempet...hehehehe > > Soal pendatang nggak tau adat, apa kemudian berarti Islam mengajarkan umatnya untuk menegur dengan kekerasan dan pelecehan macam itu..:D ?hehehehe.. > aku pernah dua bulan di Aceh, jadi volunteer Tsunami relief, aku bisa bebas kemana mana tanpa gamis, awalnya aku nggak pake Jilbab, terus dikasih tau baik baik, ya aku pake nggak ada masalah.Yang aku masalahin kan caranya itu yang nindes dan jumawa..coba liat lagi dehhh > > hehehe > sekali lagi, nothing personal bung..have a nice day.. > Cheers..:D ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/igXolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> _________________________________________________________________________ Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di http://dear.to/ppi dan situs resmi PPI http://www.ppi-india.org ========================================================================== Catatan penting: 1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India 2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india ; 3- HP Ketua PPI (Mukhlis): 09871815229 ; Sek. PPI(Herman): 09897160536 4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647 5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255 Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
