kasian atuh bung Sulis ditelanjangin mulu
ntar ngadu ma rakyat Indonesia klo beliau di dzalimi terus (sinetron 
"Terdzalimi 2" mode: on)

-utong-



________________________________
From: Sulistiono Kertawacana <sulistiono.kertawac...@alumni.ui.ac.id>
Sent: Saturday, June 13, 2009 5:29:46 PM
Subject: [PPIBelgia] Ya Ampun... JK "Telanjangi" SBY





Ya Ampun... JK "Telanjangi" SBY

Sabtu, 13 Juni 2009 | 12:58 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Suhartono

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Calon Presiden Muhammad Jusuf Kalla, yang juga
Wakil Presiden RI, "menelanjangi" peranan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono, baik di saat perundingan damai Pemerintah RI dengan Gerakan
Aceh Merdeka (GAM), maupun di masa sebelumnya saat menjadi Menko
Politik dan Keamanan.

Dalam kampanye dialogis di hadapan sekitar 1.000 pendukung dan kader
Partai Golkar di gedung Sarana Kebudayaan Anjung Monmata di Jalan SA
Mahmudsyah, Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sabtu
(13/6) siang tadi, tanpa menyebut dan juga menyebut "presiden" atau
"pemimpin" saja, Kalla menceritakan hal itu dengan gamblang tentang
peranan Presiden SBY.

Meskipun tanpa menyebut nama, publik bisa mengetahui siapa yang
dimaksud oleh Kalla. Saat Kalla memaparkan tanpa menyebut nama, tetapi
hanya menyebut "pemimpin" dan "presiden", Kalla menggambarkan penolakan
presiden untuk menandatangani setiap masalah yang dirundingkan dalam
perdamaian damai, seperti soal pendirian partai lokal.

"Coba periksa, tidak ada tanda tangan siapa pun kecuali tanda tangan
saya di dalam perjanjian perdamaian Helsinki itu. Saya pernah minta
untuk ditandatangani soal pendirian partai lokal, akan tetapi presiden
tidak mau. Akhirnya, saya yang menandatangani dengan segala risiko
setelah 10 kali membacakan Surat Yassin bersama istri saya," ungkapnya.

Kemudian, Kalla juga menyatakan soal presiden yang disebutnya hanya
manggut-manggut saat dilapori soal perkembangan perundingan damai Aceh.
"Semua yang saya lakukan terkait perundingan damai Aceh itu,
sepengetahuan Presiden. Dan, itu saya laporkan. Waktu saya laporkan,
beliau biasanya manggut-manggut. Pemimpin itu cukup mengangguk-angguk
saja. Presiden kita bagus karena tidak pernah menolak, meskipun juga
tidak pernah memberikan pengarahan (soal perundingan) 
," ungkap Kalla.

Kalla selanjutnya juga menceritakan peranan SBY di kala pemberlakuan
Darurat Sipil di Aceh. Sebaliknya, ia juga seperti mengklarifikasi
siapa yang menandatangani Darurat Sipil di Aceh pada waktu itu. "Bukan
kami (yang keluarkan). Kami waktu itu Menko Kesra. Ada teman saya yang
meneken darurat sipil waktu itu. Kalau Pak Wiranto (pasangannya sebagai
cawapres), justru yang mencabut Daerah Operasi Militer (DOM), dan minta
maaf atas Aceh," lanjut Kalla.

Pada bagian lain, Kalla juga menyinggung tentang hadiah nobel yang
diharapkan seseorang terkait dengan perundingan damai di Aceh. "Hadiah
yang tertinggi dari perundingan damai itu adalah yang datang dari Allah
SWT. Bukan nobel. Tidak tahu, kalau ada orang yang mengharapkan hadiah
nobel itu," demikian dikatakan Kalla. 

http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/06/13/ 1258380/Ya. Ampun.... 
JK.Telanjangi. SBY
-- 
Kind regards,
Sulistiono Kertawacana
http://sulistionoke rtawacana. blogspot. com/
   


      

Kirim email ke