** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
http://www.republika.co.id/ASP/kolom.asp?kat_id=3D85
Republika
Koran =BB wawancara=20=20
Minggu, 21 Maret 2004
Shirin Ebadi Jadi Lebih Percaya Diri=20
Oleh :=20
Dunia tersentak, kagum dan seakan tidak percaya ketika penghargaan No=
bel Perdamaian 2003 diserahkan kepada Shirin Ebadi, pada 10 Desember tahun =
lalu. Perempuan pejuang hak asasi manusia (HAM) asal Iran berusia 56 tahun =
itu menyisihkan dua kandidat kuat, mantan Presiden Ceko Vaclav Havel dan Pa=
us Yohanes Paulus II. Dibanding dua tokoh tersebut, jelas nama Shirin gaung=
nya terlalu lemah di dunia internasional.=20
Lebih mengagumkan lagi, dosen ilmu hukum di Universitas Teheran ini t=
ercatat sebagai muslimah pertama yang menerima penghargaan Nobel. Tentu hal=
tersebut patut disyukuri tak hanya oleh kaum p[erempuan yang selama ini be=
rjuang menuntut kesetaraan, namun juga oleh kaum Muslim pada umumnya. Terle=
pas dari keberatan sejumlah kalangan terhadap pemilihan ini, jelaslah anugr=
ah Nobel itu justru menguatkan penilaian bahwa Shirin merupakan seorang yan=
g teguh pada komitmen untuk menegakkan demokrasi dan HAM.=20
Setelah diberhentikan dari jabatannya selaku hakim di masa awal Revol=
usi Iran, kesunyian ruang penjara pun pernah dia rasakan tahun 2000 lalu. P=
emidanaan itu merupakan ganjaran atas kerasnya kritik dan pandangan-pandang=
an tegas yang dikemukakannya terhadap masalah diskriminasi wanita, demokras=
i, dan hak asasi manusia. ''Selama 20 tahun saya terus mencoba menunjukkan =
bahwa memang mungkin menjadi seorang Muslim dan pada saat yang sama memilik=
i hukum yang sejalan dengan HAM,'' ungkapnya.=20
Shirin Ebadi berkeyakinan bahwa standar HAM universal tidak bertentan=
gan dengan Islam. Kendati masih ada tentangan yang besar dari sebagian kala=
ngan, namun Shirin tetap bertahan di negerinya. Dia berpendapat perjuangan =
sesungguhnya hanya bisa efektif jika dilakukan di negeri sendiri. Shirin ya=
ng meraih penghargaan Human Right Watch 1996 berkunjung ke Indonesia pekan =
ini.=20
Dia berada di Jakarta pada 17-19 Maret 2004 untuk mengikuti seminar i=
nternasional bertajuk Islam dan Nilai-Nilai Universal: Sumbangan Islam dala=
m Pembentukan Dunia Plural. Dalam seminar yang diselenggarakan Kedutaan Bes=
ar Swiss bersama International Center for Islamic and Pluralism (ICIP) ini,=
Shirin tampil sebagai salah satu pembicara utama. Pada konferensi pers seu=
sai seminar, Shirin mengungkapkan harapan-harapannya setelah memperoleh had=
iah Nobel. Ia juga bicara tentang perempuan, demokrasi, HAM, dan juga kaita=
nnya dengan Islam. Shirin selalu menggunakan bahasa Parsi dan dia bangga ka=
renanya. Berikut petikan wawancara itu yang dirangkum oleh wartawan Republi=
ka, Yusuf A dengan tambahan bahan dari sumber-sumber lain yang relevan:
Setelah penganugerahan hadiah Nobel, apa harapan Anda selanjutnya ter=
utama dalam memperjuangkan keseteraan kaum perempuan dan HAM?=20
Tentu saja saya merasa sangat terhormat bahwa suara saya telah terden=
gar ke seluruh dunia melalui penghargaan Nobel Perdamaian. Tak diragukan la=
gi, penobatan saya ini semoga akan menjadi inspirasi bagi kaum perempuan ya=
ng kini tengah menyuarakan hak-hak asasi mereka. Bukan hanya di Iran namun =
juga di seluruh kawasan Timur Tengah di mana hak-hak asasi manusia diabaika=
n sepanjang sejarah.=20
Lebih jauh, penobatan ini akan pula menjadikan perempuan di Iran, dan=
juga di negara-negara lain, lebih percaya diri. Perlu saya jelaskan bahwa =
kaum perempuan merupakan separuh dari penduduk dunia. Oleh karenanya amatla=
h penting agar perempuan turut berpartisipasi pada 50 persen dari semua keg=
iatan yang ada. Mengekang perempuan dari keikutsertaan tersebut berarti mem=
usnahkan separuh kemampuan penduduk dunia. Dan yang juga penting ditekankan=
adalah harapan akan adanya perubahan positif yang berarti bagi kemanusiaan=
serta perjuangan rakyat Iran, juga bagi negeri Iran sendiri. Penganugeraha=
n yang begitu besar ini semoga dapat menyentuh setiap pencinta kebebasan da=
n perdamaian, perempuan maupun kaum pria.=20
Ketika penerima penghargaan Nobel diumumkan, bagaimana reaksi Anda sa=
at itu?
Saya ingat betul saat itu adalah hari Jumat pukul 14.30. Saya sedang =
berada di Paris usai menghadiri konferensi mengenai perfilman Iran. Pada wa=
ktu ada berita bahwa saya menerima hadiah Nobel, saya terpaksa membatalkan =
kepulangan ke Iran walau penerbangan pulang sudah dijadwalkan.=20
Awalnya saya sempat tidak percaya ketika beberapa orang menghubungi l=
ewat telepon soal penghargaan tadi. Untuk meyakinkan, mereka kemudian memin=
ta saya mendengarkan radio. Dan saat radio Prancis mengumumkannya, tentu me=
mbuat saya bahagia. Sebelumnya tidak ada pemikiran sama sekali bahwa saya t=
urut dinominasikan bersama orang-orang yang memang sudah terkenal seperti V=
aclav Havel dan Paus Johannes Paulus II. Oleh karenanya, bagi saya secara p=
ribadi penganugerahan ini sangatlah mengejutkan.=20
Bagaimana reaksi di dalam negeri Iran sendiri terhadap penganugerahan=
Nobel ini?
Sebagian kalangan pemerintahan di Iran menyambut dengan sangat baik b=
ahkan menyambut kepulangan saya di bandara. Dan sebagian yang lain memang t=
idak suka.=20
Dapatkah penghargaan ini bermanfaat untuk mewujudkan demokrasi dan pe=
negakan HAM yang lebih baik?=20
Itu harapan kita semua. Saya tidak pernah berlaku yang melanggar atur=
an. Saya mendukung proses secara damai. Jadi harapan saya adalah penghargaa=
n ini akan memberikan kekuatan semangat bagi para pendukung HAM dan demokra=
si. Sebenarnya manfaat besar dari penghargaan tersebut ialah menunjukkan ma=
sih adanya kemungkinan bekerjasama antar berbagai komponen demi kemajuan HA=
M. Tanggal 14 Oktober 2003 beberapa saat setelah pengumuman pemenang hadiah=
Nobel, Shirin Ebadi kembali ke Teheran. Kedatangannya disambut gembira ole=
h kalangan tertentu seperti organisasi non pemerintah, asosiasi independen =
dan sekelompok pengacara yang mengelu-elukannya di bandara.=20
Ribuan orang, kebanyakan perempuan berjilbab, memenuhi terminal banda=
ra dan sepanjang ruas jalan. Dua deputi yang diutus Presiden Mohammad Khata=
mi, yakni Ramazanpur dan Wakil Presiden Mohammad Ali Abtahi, menyambutnya d=
i pintu keluar. Ada pula sejumlah anggota Parlemen Iran termasuk semua angg=
ota perempuannya. Namun demikian, keesokan harinya, koran-koran konservatif=
di Iran mengecam dengan pedas. ''Tujuan pemberiataan hadiah Nobel ini adal=
ah untuk mempermalukan kaum Muslim, dan khususnya rakyat Iran,'' demikian d=
itulis oleh harian dengan oplah terbesar, Kayhan.=20
Apa pengaruh yang paling Anda rasakan sesudah menerima penghargaan No=
bel?
Tidak ada perubahan dalam cara hidup saya termasuk juga komitmen untu=
k memperjuangan hak-hak perempuan dan hak asasi. Pekerjaan saya tidak akan =
terganggu hanya karena kemenangan ini. Sebaliknya, hadiah tersebut telah me=
mberikan semangat baru bagi saya agar terus berjuang menegakkan nilai-nilai=
universal dan membuat keputusan yang tepat. Pada dasarnya hadiah ini bukan=
lah milik saya pribadi melainkan milik semua orang yang peduli pada hak asa=
si manusia, di manapun berada.=20
Bisa Anda jelaskan sudahkah kaum perempuan di Iran mendapatkan hak-ha=
k mereka yang semestinya?=20
Dibandingkan 22 tahun lalu, hak-hak perempuan di Iran sudah jauh lebi=
h baik. Tapi bukan berarti sekarang mereka tidak lagi menghadapi masalah. B=
ahkan dapat saya katakan, masih banyak masalah. Perlu diingat, bahwa untuk =
melihat suatu masyarakat, harus dicermati pula perihal budaya dan nilai-nil=
ai yang berkembang pada masyarakat tersebut. Dalam hal ini, kebudayaan pere=
mpuan di Iran sudah sangat tinggi.=20
Sebagai gambaran, kini sekitar 62 persen lulusan sarjana di Iran adal=
ah kaum perempuan. Dengan kondisi seperti ini sebenarnya perempuan di Iran =
sudah bisa sebanding dengan kaum lelaki. Akan tetapi, yang menjadi kendala =
adalah masih adanya peraturan (undang-undang) yang bersifat diskriminatif t=
erhadap kaum perempuan. Misalnya saja, saksi dua orang perempuan sama denga=
n satu saksi lelaki. Laki-laki dapat memiliki empat istri dan mereka tanpa =
alasan tertentu bisa menjatuhkan talak. Masih banyak hal lain yang dalam pr=
akteknya bersifat diskriminatif. Namun dengan budaya perempuan di Iran yang=
sudah tinggi tadi, maka praktek diskriminatif tersebut telah menimbulkan k=
ritik dari kaum perempuan. Oleh karenanya saya yakin di masa mendatang kead=
aan ini akan berubah.=20
Dari jumlah 62 persen lulusan sarjana tadi, berapa yang kemudian berk=
esempatan berpartisipasi pada bidang politik?=20
Di Iran, partisipasi kaum perempuan kurang dari 30 persen. Ini tentu =
masih jauh dari harapan mengingat untuk memajukan dan membangun suatu negar=
a harus terlebih dahulu menghilangkan praktek diskriminatif. Perbedaan gend=
er harus dihilangkan. Semua pihak hendaknya bersandar pada nilai-nilai demo=
krasi yang menitikberatkan pada persamaan hak. Saya harap pula, kuota 30 pe=
rsen wakil perempuan di parleman negara Anda bisa bertambah lagi nantinya.=
=20
Berapa idealnya?
Saya mengharapkan setidaknya 50 persen anggota parleman adalah dari k=
aum perempuan. Sehingga dari sekarang saya katakan bahwa budaya yang diskri=
minatif terhadap perempuan adalah patriarki. Kita (kaum perempuan) harus be=
rjuang. Jangan ada lagi diskriminasi antara perempuan dan pria. Kaum peremp=
uan harus punya rasa percaya diri dan independensi. Perempuan juga memiliki=
hak kebebasan untuk berpartisipasi.=20
Tapi hal itu tentu tergantung antara lain dari political will pemerin=
tah untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi?=20
Saya yakin sepenuhnya dengan demokrasi. Biarlah masyarakat itu dengan=
keinginan mereka sendiri. Seandainya kaum perempuan ingin mengenakan jilba=
b, kenapa tidak diperbolehkan. Saya yakin sepenuhnya dengan kebebasan. Laki=
-laki dan perempuan punya hak yang sama dalam kebebasan. Tapi seperti yang =
saya katakan sebelumnya, keadaan kaum perempuan sekarang ini begitu memprih=
atinkan.=20
Bukan hanya di Indonesia, perempuan menjadi sub-ordinat kaum pria, na=
mun di negara kami pun berlaku hal serupa, juga di banyak negara lain. Prak=
tek-praktek yang cenderung mengekang hak kaum perempuan masih terus terjadi=
. Misalnya saja, jika sang istri ingin berangkat ke tempat kerja atau berbe=
lanja, harus mendapat izin dulu dari suami. Saya punya pengalaman dengan de=
puti presiden Iran yang kebetulan adalah perempuan. Saya bertanya kepadanya=
: apa kontribusi Anda dalam jabatan Anda tersebut bagi peningkatan kesetara=
an kaum perempuan Iran? Dan jika Anda ingin pergi ke PBB dan suami anda tid=
ak mengizinkan, lantas bagaimana?=20
Agama Islam sebenarnya amat memuliakan kedudukan perempuan. Tapi meng=
apa masih ada diskriminasi terhadap kaum perempuan di banyak negara termasu=
k di negara Islam?=20
Diskriminasi yang dialami perempuan Muslim di negaranya, baik di bida=
ng politik, hukum, dan sosial, berakar dari budaya yang berwatak patriarki =
dan didominasi pria dan bukan merupakan ajaran Islam. Budaya semacam itu ti=
dak menoleransi kebebasan dan demokrasi, tidak mengakui kesetaraan pria dan=
perempuan. Sebab kebebasan dan kesetaraan itu dianggap dapat mengancam pos=
isi historis tradisional para pemimpin dan penjaga budaya tersebut.=20
Komitmen humanitarian Shirin Ebadi tumbuh seiring perjalanan karierny=
a sebagai seorang penegak hukum di negaranya. Seperti halnya ayahnya, Shiri=
n memilih kuliah ilmu hukum di Universitas Teheran. Selepas menyelesaikan p=
endidikan, dia mengajar di almamaternya itu. Kariernya meningkat ketika pad=
a tahun 1974, diangkat menjadi hakim. Dia pun tercatat sebagai hakim peremp=
uan pertama dalam sejarah Iran. Suatu hari, ibu dua anak ini mendengar kasu=
s penyiksaan anak-anak di pengadilan keluarga Teheran. Sisi kemanusiaannya =
pun kontan tersentuh setelah bergulirnya kasus tersebut. Dari situlah Shiri=
n kemudian meneguhkan komitmennya untuk memperjuangkan penegakan HAM, kesej=
ahteraan remaja, anak-anak dan perempuan.
Bagaimana Islam memandang HAM?=20
Hak asasi merupakan hak yang melekat pada setiap individu yang hidup =
di muka bumi ini. Adalah satu kesalahan jika kita berbicara hak asasi adala=
h hanya milik negara-negara Barat. Pada dasarnya di mana pun kita berada pu=
nya hak yang sama dalam bidang apapun. Termasuk ketika kita memilih untuk h=
idup berdemokrasi. Dalam setiap kesempatan saya selalu menentang anggapan y=
ang menyatakan bahwa Islam anti terhadap demokrasi dan hak asasi. Hal itu s=
angat tidak mendasar dan saya kira hanya diucapkan oleh mereka yang belum m=
emahami Islam.
Menurut Anda, apa penyebab paling mendasar suatu negara belum memprak=
tekkan demokrasi dan HAM secara benar?=20
Ketika ada negara Islam belum melaksanakan HAM, hal tersebut disebabk=
an masih terjadi salah interpretasi tentang Islam. Sejatinya Anda bisa menj=
adi Muslim yang baik ketika di saat yang sama Anda mempraktekkan nilai-nila=
i hak asasi manusia. Ini semata hanyalah persoalan interpretasi yang benar.=
Kenapa saya seringkali bicara mengenai HAM, karena hal tersebut merupakan =
hasil budaya yang plural. Tidak ada agama apapun merestui kekerasan. Tidak =
ada agama apapun yang mengizinkan kapitalisme. Tidak ada agama yang melaran=
g kebebasan berbicara dan tidak ada agama apapun yang memerintahkan umatnya=
berlaku diskriminatif.=20
Anda juga dikenal kritis terhadap praktek demokrasi dan HAM di negara=
-negara Timur Tengah?=20
Sikap saya terhadap negara-negara Islam tidak pernah ofensif tapi ber=
dasarkan pemikiran yang rasional. Saya adalah seorang muslimah dan terus me=
nerus berharap adanya penafsiran yang benar tentang Islam. Saya juga menent=
ang segala hal yang menyalahgunakan Islam demi kepentingan pribadi atau gol=
ongan.=20
Setelah kita semua memahami prinsip-prinsip dasar tentang Islam, maka=
sangatlah yakin untuk mengatakan bahwa Islam bukanlah agama teror dan keke=
rasan. Seperti lainnya, umat Islam pun ingin hidup dalam kondisi damai dan =
ini adalah harapan yang ideal. Memang disadari, praktek berdemokrasi berbed=
a-beda penerapannya di tiap negara. Tapi saya percaya bahwa demokrasi akan =
dapat memenuhi keinginan dari masyarakat. Pendek kata, demokrasi merupakan =
jalan keluar bagi semua masalah.=20
Pada saat yang sama, dunia Islam juga sedang menghadapi masalah ketid=
akadilan. Bagaimana seharusnya umat menyikapi persoalan ini?=20
Hubungan antar-negara semestinya dilandasi pada semangat saling mengh=
ormati dan menghargai satu sama lain. Kerjasama yang dilakukan pun hendakny=
a bersifat saling menguntungkan kedua belah pihak. Bukan seperti yang dipra=
ktekkan pada kebijakan kolonialisme. Dalam kaitan ini, saya bukannya anti-n=
egara barat, tapi tidak menyetujui kebijakan kolonialisme dan imperialisme.=
=20
Kita harus berani mengatakan kepada mereka yang menyebarkan peperanga=
n dan intervensi militer, demi memanfaatkan alasan sosial, ekonomi, politik=
dan budaya, bahwa apabila mereka menyakini HAM dan mengakui hukum internas=
ional, maka tidak boleh berpikiran hanya untuk menyejahterakan diri sendiri=
saja. Dengan begitu, guna membangun tata dunia yang lebih baik, maka PBB h=
arus turut membantu menemukan cara dan solusi baru yang memungkinkan negara=
selatan menerapkan hak asasi manusia serta demokrasi dengan tetap memperta=
hankan independensi dan keutuhan wilayah mereka.
=20=20=20=20=20
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=3D5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
=20
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20