** Milis Nasional Indonesia ppi-india ** Caba Anda pelajari perkembangan geo-politik perang dingin dan implikasinya pad negeri-negeri dunia ketiga, mulai dari Gutemala tahun 1950-an. Pelajari juga dukungan kepada Mujahidin di Afghanistan, Irak dibawah Sadam Hussein sampai tahun 1989 dsbnya. Mungkin Anda akan mendapat gambaran yang lebih luas dengan perkembangan di Indonesia sekarang ini.
----- Original Message ----- From: "tsari2003" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, March 30, 2004 7:59 AM Subject: [ppiindia] Re: Fwd: Reportase H. Atmodjo: BBC Interview Korban Massacre '65 > > Kadang2 orang2 LN aneh-aneh dan mau bikin sensasi serta mau menangnya > saja dan sok pinter serta sok bersih saja. > Benar, tragedi 1965 cukup memprihatinkan, Tapi itu kan ada sebab dan > akibatnya - sebabnya yang terang PKI mau berontak dan telah membunuhi > orang2 beragama, terutama Islam, lalu membunuhi tentara. Dan mereka > dilwan - laklu ada korban disana sini. Wajarlah. Bila ada ekses,ya > bagaimana lagi, orang namanya "to kill or be killed" - Kalau umpama > yang menang mereka (PKI = komunis) maka akan lebih banyak lagi > korbannya - orang2 sipil Muslim - kiyai2 NU Muhammadiyah serta juga > dari Agama lain - katolik dan protestan yang tak setuju PKI. Mdreka > pasti akan dibabat habis. > Lha untungnya yang menang golongan Agama dgn tentara. Eksesd ya ada. > Orang tentara USA dan Inggris di Iraq juga membunuhi warga sipil kok. > Ayo, silahkan wawancara warga sipil Iraq dan Afghanistan sana - yang > dibantai oleh serdadu yang mengaku orang kampiun HAM - AMrik dan > Inggris. > Hai BBC jika perlu, wawancarai itu korban Tanjung Priok, orang2 islam > yang jadi korban tentara dibawah rezim Suharto.... > Kalau soal 1965 sebaiknya sudahlah - biarlah mereka damai, toh anak2 > orang penting dari kedua belah pihak sudah pada damai.... > Well, Americans and Britons have no right to claim being the > champions of human rights - you yourselves are mockering human > rights in both Iraq and Afghanistan.... Look what the Americans do > to the priosoners in Quantanamo Bay -- you are no better than the > Naziz, or the Vietcongs..... > Dan jangan jadi anteknya Inggeris danAmrik hanya karena dapat > pound sterling atau dollar saja ya .... Harga diri kita jaga... itu > kalau masih punya... > > Don't be hypocrates... > > > --- In [EMAIL PROTECTED], "herilatief" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > FYI. > > > > (jutaan arwah penasaran melayang diatas kehidupan ketidakadilan di > > indonesia...). > > > > --- In [EMAIL PROTECTED], Mira Wijaya Kusuma > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > From: heru atmodjo <[EMAIL PROTECTED]> > > Subject: BBC Interview Korban Massacre '65 > > Date: Sat, 27 Mar 2004 08:13:16 -0800 (PST) > > > > BBC Interview Korban Massacre '65 > > > > Linda Pressly, journalist, Word Current Affairs dari BBC, hari ini > > bersama Christoffer, rekannya, dan seorang interpreter, Nabiha, BBC > > local, minta bantuan PEC untuk pergi menemui korban '65 korban > > pembunuhan massal 65, suami misteri di Tangerang. > > > > Semula seorang yang relatif mapan, bapaknya hilang dalam peristiwa > 65, > > ketika diminta untuk interview menolak, tak bersedia menjadi obyek > > studi, katanya. Telah diusahakan untuk interview isteri dan anak > Bung > > Nyoto. Tapi mencari alamatnya, sulit didapat. > > > > Kedatangan rombongan ini ke Tangerang tepat waktu, jam 08:30 sudah > > siap. Baik obyek interview maupun team penginterview sudah lengkap. > > Yang diinterview ditanya apakah namanya boleh dibuka atau dengan > > anonim? Sang suami tidak keberatan namanya disebut lengkap, tapi > > isteryna keberatan. Keluarga ini suami isteri, adalah pasangan > korban > > '65. Sang suami tahun 1965 tinggal di Pemalang, baru berumur 17 > tahun. > > Memang ia waktu itu adalah anggota Ikatan Persatuan Pelajar > Indonesia > > (IPPI) ketika itu. Ayahnya diambil, diculik dari rumahnya, tepatnya > > tanggal 5 Oktober 1965, tidak tahu dibawa kemana. Pamannya yang > pemuka > > masyarakat di desa itu, hilang tak kembali hingga sekarang. Ayahnya, > > akhirnya kembali dari pembuangan Pulau Buru. Tentu ini meruipakan > > suatu hal yang luar biasa. Orang hilang sekian tahun dapat pulang > kembali. > > > > Sebagai pelajar, sebenarnya ia tak ingin meninggalkan kampung > > halamannya. Tapi ibunya mendesak agar meninggalkan daerah itu. > Suasana > > di desanya sangat mencekam, banyak orang diculik, dibawa tidak > > kembali. Akhirnya keluarga sipa melawan dengan menyiapkan segala > > sesuatu alat perlawanan. Serbuan penculikan tidak terjadi. Hanya > > banyak rumah dibakari. Karena itu ia lari dengan menyamar, menuju > > Jakarta. > > > > Di Jakarta, sempat bekerja sebagai jurutulis di toko serba ada > > Sarinah. Tapi kemudian, tokh ada orang yang menunjukkan, bahwa ia > > adalah anggota keluarga PKI. Ia ditangkap Satgas Intel "Kalong" yang > > terkenal kejamnya. Disiksa, disetrum Kedua jarinya dimasukkan ke > > dalam cincin listrik. Batterai diputar. Strum mengalir, bukan main > > sakitnya, katanya. Luar biasa, mengenai otak, kejutan luar biasa > > sakitnya. Ia digebuki, dihajar oleh orang yang badannya kekar, yang > > dipanggil BOB, dan Kapten Suroso komandan "Kalong". Mereka ini > adalah > > algojonya. Terhadap dia, nampaknya karena dianggap anak kecil, muda, > > diperlakukan tidak terlalu ditekan, kecuali seperti disebut tadi. > > > > Dan pada akhirnya ia dipindahkan ke Salemba dari Satgas Kalong itu. > > Disini tidak terlalu banyak penyiksaan di depan mata. Kemudian > > dipindahkan ke Tangerang. Di Tangerang mengalami pembebasan paling > > akhir. Masalahnya, Kodam masih menginginkan agar lahannya yang > terdiri > > dari persawahan, agar tetap dapat dipertahankan, tidak dikembalikan > ke > > Penjara (Lembaga Pemasyarakatan). > > > > Isterinya, baru umur delapan tahun pada 1965. Ketika ia pulang dari > > sekolah, ayahnya diambil oleh tentara yang bersenjata. Memang sudah > > banyak yang ditangkap dan diculik. Ayahnya termasuk mendapat > giliran. > > Sebagai seorang sekretaris Kabupaten, termasuk yang disegani dan > > dihormati. Bersama orang lain dikumpulkan di sebuah tempat tahanan. > > > > Kemudian ada pemberitahuan bahwa orang-orang PKI akan dibunuh semua. > > Benar, akhirnya suatu ketika, bapaknya terakhir masih sempat bertemu > > dengan anak dan keluarganya. Ia dielus-elus oleh ayah tercinta, dan > > diminta agar tidak menangis. Bapak tidak apa-apa, katanya. Beberapa > > hari kemudian ada berita bahwa Bapaknya telah dibunuh. Dikubur > dalam > > satu lubang bersama dua orang lain. Lobang itu sempat diberi tanda > > oleh orang yang diperintah menggali lubang. Lubang itu berisi si > > Bapak, Bupati Boyolali dan seorang lagi. Baru dua tahun lalu, 2002 > > keluarga ini boleh nyekar ke tempat kuburan ayahnya. Tak dapat > > diceriterakan kesedihan, tangis dan jerit ketika berita itu > diterima. > > > > Linda, BBC, menanyakan bagaimana persaannya. Yang diinterview terus > > menangis, ketika ditanya mengenai hal-ikhwal Bapaknya. Malah kakak > > perempuannya menganjurkan, agar sudahlah tidak usah dibicarakan > lagi, > > katanya. Trauma masih mengahantui keluarga itu sampai hari ini. > Ketika > > Linda, BBC, menanyakan tentang pembunuhan, dijelaskan bahwa di > > desanya, Boyolali, 90% penduduknya adalah simpatisan dan anggota PKI > > sebelum1965. Jumlah penduduk di desa itu kira-kira 300.000 orang. > > Yang dibunuh dan hilang 250 000 orang. Pembunuhan dilakukan , > dengan > > terlebih dahulu korbannya diculik, dipaksa ikut. Esok harinya > > kepalanya sudah dipenggal, ditusuk dengan bambu, dan dipancang di > > jalan-jalan. Katanya supaya rakyat tahu PKI itu harus dibegitukan. > > > > Ketika sang suami, pernah berkunjung, ke temapat tahanan, pernah > > melihat ratusan orang di sebuah ladang duduk dengan tangan di > belakang > > kepalanya. Suasana sepi, nyenyak. Di antara mereka ada yang > tangannya > > luka-luka, ada yang kepala dan mukanya berlumuran darah.. Mereka > > menunggu eksekusi yang biasanya dilaksanakan pada malam hari. > > > > Linda, BBC, tanya pada yang hadir dalam interview itu, apakah ada > yang > > anggota PKI. di antara yang hadir. Tidak ada yang bersedia mengaku. > > Dalam interv iew, menurut Linda, pengalamannya tidak menemukan yang > > mengaku PKI. Padalah PKI itu katanya dalam 1965 itu anggotanya 3 > juta > > orang. Untuk itu ada yang menjawab, memang, tapi itu kan angka-angka > > statistik. Dan praktek keanggotaannya hanyalah dengan menandatangani > > surat pendaftaran saja, katanya, dan itu dianggap anggota. > > > > Suasana interview memang mencekam ketika korban menceritakan > > pengalamannya. Air mata Korban tak dapat dibendung, ingatannya > > melayang ke kejadian sekian puluh tahun yang telah silam, masih > > terbayang. Suasana hening, menunggu reda isak tangis yang > diinterview. > > Sang suami mengatakan, bahwa hal ini tak banyak orang, tetangga yang > > tahu, karena memang tetap disembunyikan, tidak diceriterakan kepada > > siapa-siapa. Kali ini BBC berhasil, tentu karena suasana secara > umum > > memungkinkan. > > Christoffer, rekan Linda, bertanya, mengapa pemerintah Indonesia > tidak > > berusaha menghilangkan trauma rakyatnya. Tentu hal ini mendapat > > jawaban dari yang hadir, justeru inilah yang kita harapkan, > perjuangan > > kita dengan mengirim delegasi ke Geneva segala dapat tercapai. Tapi > > hasilnya masih sangat kecil sekali. > > > > Linda berusaha menutup interv iew itu dengan mengajak menyanyi lagu > > apa yang dulu paling disukai. Korban usul menyanyikan "Genjer- > Genjer" > > (HeA) > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada. http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511 http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

