Salam,
Menyinggung masalah kepemimpinan Megawati ini, dulu saya kan sudah
pernah bilang bahwa dengan berpresidenkan Megawati, itu artinya
Indoneia juga sedangn berpresidenkan Taufik Kiemas yang sekarang ini
lagi "makan angin" ke negara Kanguru itu. Juga dulu saya juga udah
menyampaikan bahwa Megawati itu orgnya lemah, sehingga sekali saja
kena kedipan mata Bush, maka hati Megawati pun langsung deg-deg an
(Kuch-kuch Hota Hai). Nah, kalau sudah demikian adanya, maka apapun
yang disuakan Bush kedalam mulut Megawati itu, pastilah semuanya akan
dilahapnya tanpa pernah mengetahui apa yg sedangkan disuapkan Bush.
Nah, bagaimana dengan Taufik Kiemas (TK)? TK itu lebih baik diam,
yang penting nomor rekening yang udah dikasi tahu ke Bush itu
berjalan lancar. Lha, TK tahu kok kalau Mega itu sulit untuk menjadi
Presiden untuk kedua kalinya. Kalau Mega menang, syukur. Kalau nggak
jd Presiden lagi, ya gpp. Lagian mereka kan juga bakalan istirahat
dulu ke Kanguru... Tapi itu terserah anda-anda sekelian lah, kalau
merasa puas dg Mega, pilih aja. Yg jelas, saya belum dan tak akan
pernah memilih Mega.
Wassalam,
IzaM.
--- In [EMAIL PROTECTED], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Republika
> Rabu, 12 Mei 2004
>
> Umat Islam dan Pemilu Presiden
> Oleh : Amich Alhumami
> Peneliti di Research Institute for Culture and Development, Jakarta
> ".......
> Amien Rais
> Amien Rais adalah simbol utama gerakan reformasi di Indonesia, yang
sekaligus menjadi ikon bagi proses liberasi politik dari Orde Baru ke
Orde Reformasi. Meskipun perolehan suara PAN dalam pemilu legislatif
sangat minim, hanya 6,5 persen saja, namun Amien Rais tetap menjadi
figur alternatif di antara politisi sipil, yang diharapkan mampu
memobilisasi dukungan politik dalam kompetisi pemilu presiden.
Cendekiawan-politisi yang menghabiskan hampir sepanjang usianya di
dunia pergerakan Islam itu akan kembali diuji ketajaman insting
politik dan kecanggihannya merumuskan strategi dalam kompetisi
presidensial yang sangat ketat ini. Dengan asumsi Gus Dur batal
mencalonkan diri karena terhalang masalah kesehatan, maka Amien Rais
akan menjadi satu-satunya tumpuan partai-partai berbasis massa Islam.
Andai ia berhasil menggalang dukungan dari partai-partai Islam,
terutama PPP, PKS, dan PBR, maka peluangnya lolos ke putaran kedua
sangat terbuka lebar. Siapa pun yang menghendaki Islam dapat
memainkan peranan politik sentral di negara yang berpenduduk
mayoritas Muslim ini harus mempertimbangkan Amien Rais sebagai
alternatif pilihan yang prospektif. Sebab, ia adalah salah satu
representasi terbaik dan simbol gerakan Islam par excellence.
>
> Namun, ada hal penting dan urgen yang harus diupayakan Amien Rais
yakni melakukan transformasi identitas dari "tokoh kebangsaan
bercitra Islam" ke "figur nasionalis berjiwa pluralis." Dengan cara
demikian, maka ia akan mampu membuat lompatan politik yang melintas-
batas dan menembus sekat agama, etnis, dan kepentingan eksklusif-
parokial. Dalam hal ini, pilihan Amien Rais yang jatuh ke Siswono
Yudo Husodo sebagai cawapres merupakan strategi jitu, yang berdampak
positif ganda: (i) membantu proses transformasi identitas politik,
dan (ii) membuka saluran dan agregasi politik guna mengakomodasi
aspirasi golongan nasionalis non-PDIP, yang kekuatannya cukup
siginfikan. Demikianlah, Pemilu presiden 2004 merupakan barometer
untuk menguji kehesi umat Islam dan mengukur kekuatan nyata politik
Islam. Momentum ini sekaligus merupakan kesempatan emas untuk
mematahkan tesis klasik, yang pernah dikemukakan sosiolog Belanda, WF
Wertheim, bahwa umat Islam Indonesia itu mengindap sindrom
inferiority complex yakni "mayoritas dalam angka, namun minoritas
dalam politik."
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/