Media Indonesia Jum'at, 14 Mei 2004 04:14 WIB HUKUM-KRIMINAL
PTIK: Aspek Kekerasan, Korupsi di Kepolisan Cukup Tinggi JAKARTA--MIOL: Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Irjen Farouk Muhammad mengakui penyalahgunaan kekuasaan aparat kepolisian cukup tinggi, dalam aspek kekerasan maupun korupsi. "Saya sependapat bangsa kita sedang memiliki polisi yang cukup tinggi tingkat abuse of powernya," ujarnya pada Rapat Dengar Pendapat deAngan Komisi VI DPR RI yang dipimpin wakil ketuanya Anwar Arifin di Jakarta, Kamis. Pernyataan tersebut dikemukakannya menanggapi pernyaataan dan pertanyaan 10 anggota Komisi VI yang menyinggung soal tingkat korupsi, suap dan kekerasan yang cukup tinggi di kepolisian saat ini. "Karena itu menjadi kewajiban kita semua untuk memperbaikinya, karena polisi yang kita memiliki bukan polisi impor dari negara Belanda atau Inggris, tetapi polisi milik kita dan cermin dari kultur masyarakat kita," katanya. Menurut dia, penyalahgunaan kekuasaan ada dua bagian yaitu kekerasan dan korupsi yang keduanya terkait dengan faktor individu seorang polisi dan lingkungannya. "Hal itu terkait dengan faktor individual yang ia bawa secara alamiah dan pendidikan yang ia peroleh serta lingkungan organisasi dan sosialnya," katanya. Semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin rendah tingkat kekerasannya. Namun diakuinya hal itu tidak berarti semakin tinggi tingkat pendidikannya semakin rendah tingkat korupsinya, katanya. "Saya khawatir justru dalam masalah korupsi semakin tinggi pendidikannya semakin pintar otaknya, bukan hanya cerdas tetapi juga cerdik," katanya. Ia mengatakan PTIK yang merupakan kelanjutan penuntasan program sarjana bagi perwira kepolisian lulusan Akademi Kepolisian telah berupaya mengembangkan aspek kepribadian maupun akademik perwira polisi melalui kerja sama dengan perguruan tinggi seperti UI, UNJ bahkan dengan pesantren Darut Tauhid. Namun penyalahgunaan kekuasaan polisi di lapangan khususnya dalam hal kekerasan sangat tergantung pada kondisi lapangan serta klien yang dihadapinya. "Kalau klien mudah kerja sama maka polisi bisa lembut mengatasi," katanya. Pada kesempatan itu Farouk juga mengungkapkan pemikirannya untuk mengubah sistem rekruitman anggota kepolisian. "Sistem rekruitmen tidak bisa lagi dipercayakan sepenuhnya kepada Polri, kita harus membangun sistem yang memungkinkan terlibatnya aspek publik, bila perlu mengikutsertakan lembaga pendidikan," katanya. (Ant/O-1) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

