http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004051000393325
      Senin, 10 Mei 2004

      JABOTABEK

      Perampas Motor semakin Merajalela
     
      JAKARTA (Media): Penjahat benar-benar sudah keterlaluan. Mereka terang-terangan 
meminta sepeda motor korban. Jika tidak diberi, maka senjata tajam akan berbicara. 
Selama akhir pekan lalu terjadi empat aksi perampasan di wilayah hukum Polda Metro 
Jaya.

      Peristiwa menimpa Ardi Windarto, 22, warga Kampung Menceng RT 003/11, Kalideres, 
Jakarta Barat, terjadi Sabtu (8/5) pukul 23.30 WIB di Jl Prepeden RT 004/12, Tegal 
Alur, Kalideres.

      Malam itu Ardi bersama rekannya, Teja, memarkirkan motor RX King B 7176 GU di 
taman Jl Prepeden. Ketika asyik mengobrol, datang tiga pria mengamen. Lalu salah 
seorang pengamen menempelkan pisau ke pinggang Ardi.

      "Serahkan kunci motor," kata tersangka. Korban tak kuasa menolak karena takut 
ditikam. Pelaku kabur dengan berboncengan tiga. Korban dengan sedih bercampur marah 
melapor ke Polsek Kalideres.

      Nasib Yusrizal, 43, tukang ojek di Pasar Teluk Gong, Jakarta Barat, lebih nahas. 
Bukan hanya sepeda motornya dirampas, korban pun ditusuk dengan senjata tajam.

      Kejadiannya Sabtu pagi pukul 05.00 WIB di Jl Tubagus Angke, Tambora. Korban 
berangkat dari rumahnya di Jl Semanan Raya, Gang Masjid RT 009/08, Kalideres, menuju 
pangkalan ojek di Pasar Teluk Gong. Dua pria menyetop dua ojek meminta diantar ke Jl 
Tubagus Angke.

      Pelaku berperawakan kurus naik ke boncengan korban, sedang temannya ke ojek yang 
lain. Di Jl Tubagus Angke, korban yang berada di posisi belakang diminta pelaku masuk 
ke sebuah gang sempit. Begitu tiba di ujung gang, korban merasakan punggungnya dingin.

      Rupanya pelaku telah menusukkan belati ke punggung korban secara perlahan. 
Yusrizal mencoba menyikut, tersangka malah semakin beringas dengan menusukkan pisaunya 
berulang-ulang. Korban terjatuh. Pelaku kembali beraksi. Kali ini, ia tampak bernafsu 
membunuh korban.

      Korban berhasil menangkap tangan kiri tersangka dan memelintirnya sehingga 
posisi pisau melenceng. Korban berteriak minta tolong. Tersangka tidak takut. Setelah 
menendang korban, tersangka mengambil motor Yamaha Alfa B 3413 XK milik Yusrizal. 
Sebenarnya beberapa warga sudah mendekati lokasi kejadian, namun tidak ada yang berani 
menghadang tersangka karena takut melihat pisaunya.

      Dengan menumpang bajaj, Yusrizal yang bersimbah darah dilarikan ke Polsek 
Tambora. Selanjutnya petugas membawa korban ke RS Sumber Waras. "Saya tidak menyangka 
penumpang bertubuh kurus seperti itu berani merampas motor," kata Yusrizal dengan mata 
berkaca-kaca.

      Ia bingung harus mengambil uang dari mana untuk membayar sepeda motor sewaan. 
"Jangankan untuk bayar motor, nafkah saya sendiri menjadi terancam," keluhnya dengan 
bibir gemetar.

      Gagang pistol

      Di Jl Pluit Timur Raya, Jakarta Utara, peristiwa serupa terjadi. Suroto, 41, 
warga Muara Baru RT 022/17, Penjaringan, Sabtu dini hari itu mengendarai Honda Supra 
Fit B 3326 PJ yang baru dua bulan lalu dibeli. Di lokasi kejadian, dua pelaku 
mengendarai RX King memepetnya.

      Karena menolak berhenti, salah seorang pelaku menggunakan gagang senjata api 
memukul lengan korban hingga terjatuh ke aspal. Di bawah todongan pistol, korban 
dipaksa menyerahkan motornya. Suroto lalu melaporkan peristiwa itu ke Polsek 
Penjaringan.

      Aksi perampasan juga terjadi di depan Pasar tanah Abang, Jakarta Pusat, sekitar 
pukul 02.00 WIB. Ketika tersangka melarikan kendaraan ke arah Jakarta Barat, petugas 
Polsek Tanjung Duren sedang menggelar operasi di Jl Daan Mogot.

      Ismiyuda, 19, dan Dedi Hendra, 21, yang mengendarai kendaraan menjadi gugup. 
Pada jarak sekitar 50 meter dari lokasi razia, warga Kampung Parakan Jelajah RT 
002/04, Desa Banyumas, Pandeglang, Banten, ini berhenti. Lalu keduanya meninggalkan 
motor RX King B 3017 MQ yang dibawanya dan melarikan diri ke permukiman masyarakat. 
Petugas dengan mudah menangkapnya.

      Ketika dimintai keterangan, keduanya mengaku sengaja datang ke Jakarta untuk 
mendapatkan sepeda motor. Mereka tiba Jumat (7/5) dengan menumpang bus.

      Menurut Dedi, ia baru enam kali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor. 
Dalam peristiwa terakhir, ia tertangkap dan mendekam selama 10 bulan di penjara. "Saya 
bebas Maret 2004," akunya. (Ars/Sur/Yes/J-1)
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke