WARNING: Vincentliong Effect Can Cause Psychoness.
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/
[EMAIL PROTECTED] adalah maillist musiman
milik Vincentliong. Silahkan post tulisan anda dengan
gaya anda sendiri. Nikmati perdebatannya!?





Ketika Terlalu Banyak Orang

Tokoh:
`>' Vincent Liong
`^' Seorang anak perempuan anak staff kedutaan besar
sebuah negara sosialis. Tinggal di dalam area
kedutaan.
`*' Seorang anak laki-laki anak kepala bagian Ekonomi
sebuah kedutaan besar negara sosialis. Ia tinggal di
apartemen mewah di luar kedutaan.
`+' Kepala bagian Ekonomi sebuah kedutaan besar negara
sosialis.
`#' Seorang teman Vincent Liong, anak kedutaan sebuah
Negara, tetangga Arab Saudi.


Bagian Ke-Tiga; �Seni Menunggu Waktu�

Seseorang masuk ke ruang kelas kami. Disusul perginya
guru yang sedang mengajar meninggalkan ruang kelas.
Saya belum kenal orang ini; Dia tentu tahu kami semua
tidak kenal dia. Dia memperkenalkan diri sebagai wakil
dari sebuah Universitas di Windsor, Canada. Sebuah
Kota di Kanada yang berada dekat dengan perbatasan
Kanada�Amerika.
�
> Promosi sekolah. Lumayan juga; di tengah-tengah jam
pelajaran boring ini dipotong dengan promosi sekolah.
Kita jadi dapat beristirahat. Sebuah universitas di
sebuah kota di perbatasan negara Canada-Amerika.
* Kau tertarik; mau bersekolah di sana?
> Aku hanya akan melanjutkan di institut di dalam
negeri. Tidak ada modal untuk melanjutkan ke luar
negeri. 
Si pembicara sedang berbicara;�.� For those who crave
the excitement of a major American metropolis,
Detroit, Michigan, is just a few moments away across
the Detroit River. Get there by bridge or by tunnel;
it�s easy to visit museum, take in exhibitions, see
live theatre, and attend concerts, sport and special
events�.�
> Bukankah saya harus bertanya soal kau? Kau bisa
mampir memata-matai musuh negeri-mu. Si negara
kapitalis sambil sekolah. 
> Canada adalah sebuah percampuran kapitalis sosialis.
Jika kau merupakan warga negara mereka; kau bisa masuk
ke rumah sakit gratis untuk berobat. Fasilitas kamar
dengan kelas yang sama. Kau tidak harus menjadi
kapitalis. Kau tidak hanya bisa menikmati posisi-mu
sebagai anak dari Economic nya negara sosialis, tetapi
juga bisa menikmati kehidupan sebagai Sosialis
sekaligus kapitalis. Kau bisa sekedar minum kopi di
Amerika. Atau cari pacar orang Amerika. Belum tentu
semua orang bisa mendapat kesempatan tinggal di dua
situasi sekaligus. 
* Kau gila. Tetapi kadang-kadang perlu mengerti orang
gila. Belajar dari orang gila.
> Orang gila tidak harus menuruti kewarasan mu. Karena
orang itu gila; tidak bisa dipaksa waras.
> Perlu kau pikirkan hal itu nanti. Siapa tahu kau
bisa hidup enak di sana. Berkenalan dengan; Haloo nama
saya Vincentliong. Yang berbeda dengan saya. 
* Soal ini aku tidak ingin menjawab. Bolah aku pinjam
tanganmu?
> (Meletakkan tangan kiri-ku di mejanya) Mau kau
apakan tanganku ini? 
* (Melukis seperti tatto di kulit pergelangan
tanganku) Aku akan mentatto sebuah gambar. Nanti kau
bisa lihat sendiri. (Melanjutkan mengambar.)
* (Setelah selesai mengambar di tangan kiri
sahabatnya)Bisa pinjam tanganmu yang satu lagi? 
> (Melihat ke arah pergelangan tangannya sendiri.) Aku
lihat ada jam tangan. Jam tangan dengan jarum penunjuk
jam dan jarum penunjuk menit. Tetapi tidak ada
penunjuk detik. Ada sayapnya di sisi kanan dan kiri
dari lingkaran jam. 
* (Sambil tetap melukis di pergelangan tangan kananku)
Jam mekanik bersayap. Kau akan sukses jika memiliki
jam mekanik yang bisa terbang dalam ruang waktu-nya.
Bisa membuat jarak yang jauh menjadi singkat; jika kau
malas berjalan kaki mencari jalan menuju tujuan yang
paling dekat. (Selesai melukis di pergelangan tangan
kanan sahabatnya) Ini tangan kanan-mu. Kau butuh
seorang. Di sini ada gambar kau yang laki-laki dan
pasanganmu yang perempuan; kugambar berkuncir kembar.
Kau butuh orang yang akan membimbingku meski tidak ada
lagi yang mau menemani. Yang dapat membuat dsituasi
sehingga kau merasa semua baik-baik saja. Hanya itu
yang dibutuhkan manusia salah satunya adalah kau. 
> Tatto Jam bersayap dan Karikatur anime dua orang
kekasih. Aku akan berusaha mengingat kata-katamu. 

Seperti biasa, malamnya saya hubungi ayahnya melalui
telephone.
> Haloo, bisa bicara dengan Mr.[Menyebut nama teman
bicaranya]. Vincentliong di sini.
+ Apa khabar Vincentliong?
> Baik, bagaimana dengan anda Mr.[Menyebut nama teman
bicaranya]?
+ saya juga baik-baik saja.
> Bagaimana dengan Sabun Batangan kemarin. Kalau boleh
saya tahu kira-kira dengan harga miring semacam apa
anda bersedia ambil? Harga minyak kelapa sawit sedang
tinggi saat ini. Kemarin anda bilang bahwa tahun lalu
anda ambil dngan harga US$165 per Ton. 
+ Tidak. Saya akan ambil jika di bawah US$160. US$5
saya yang menambahkan. Anda harus ambil dengan harga
US$130. 
> Selisih antara US$130 sampai US$160 untuk saya? Anda
hanya dapat US$5 per Ton? Bukankah satu kali
pengiriman hanya Dua kontainer dengan total hanya 20
Ton? Mr.[ Menyebut nama teman bicaranya] anda orang
yang sangat baik sekali. Memberi saya 40 kali US$30
dan untuk anda cukup 40 kali US$5 per kali kirim.
+ Sesuatu perlu dirahasiakan dalam ber-bussiness. 
> Saya juga begitu�  Saya mengerti Mr.[Menyebut nama
teman bicaranya]. Baik, saya coba cari. Siapa tahu ada
harga miring atau perusahaan yang tidak mengerti harga
international. Anda suka harga khusus khan?
+ Ya, saya suka.
> Sampai pembicaraan selanjutnya Mr. [Menyebut nama
teman bicaranya].
+ Sampai jumpa Mr.Vincentliong.
> Sebentar-sebentar; Bukankah saya juga kamrad seperti
anda? Saya sering bertanya dalam hati; Kamrat &
Mister(Mr.)? Apakah sebenarnya anda sosialis?
+ Kamrad seharusnya bukan Mister(Mr.).
> Jadi saya kapitalis yang selama ini berhasil membuat
anda memanggil saya; Mister(Mr.) dan dipanggil;
Mister(Mr.) oleh anda.
+ Sampai jumpa lagi Vincentliong.
> Terimakasih untuk kerendahan dengan menghargai saya.
Sampai jumpa.  


Beberapa minggu berselang. Tidak ada pembicaraan yang
menarik untuk dicatat sampai hari itu; ketika berjalan
ke kantin;
* Besok aku akan bolos sekolah. Aku mungkin akan tidak
masuk ke sekolah selama tiga hari. Besok, akan ada
pesta besar di kedutaan. Perayaan ulang tahun pendiri
Negara kami. Akan ada banyak makanan di sana. 
> Boleh aku datang untuk ikut makan?
* Kau tidak bisa datang. Banyak politikus di sana.
Akan berbahaya. 
> Kalau begitu, mengapa tidak kau simpankan sedikit
makanan enak buatku? Aku dapat mengambilnya ke rumahmu
besok sore.
* Siapakah kamu?
> Saya Vincentliong sahabatmu.. Siapakah kamu?
* Saya [Menyembutkan namanya sendiri] seorang anak
[Menyebut nama negara nya] 


Hari yang sama saya sempat menulis sebuah puisi. Saya
yang sebenarnya sangat jarang menulis puisi; Karena
kebanyakan tulisan saya adalah tulisan panjang.
Ke-jarangan saya membuat puisi menjadi faktor penting.
Sedikit puisi yang saya tulis hari itu sedikit banyak
memberikan arti bagi diri saya sendiri sebagai
penulis�

To choose our own future

�The best way to keep alive forever; Is when you are
already dead.
The free-est way to walk the life; Is life as a dead
in the atmosphere rules.
The safe-est also The sad-est way to stay alive; Is
not to feel as an alive did.
Dead does not mean more dead than the alive�s live..

Sometime we can feel lonely or unsecure�
All of that: We alive as a dead..

The different:
In what type of atmosphere you was dead?
In atmosphere made by; Who?

As an Individual; We can choose our own future..
You choose your own future��

Vincent Liong
Jakarta, 15th April 2004

++++++++++++++++++++


Untuk memilih masa depan kita sendiri

Cara terbaik untuk tetap hidup selamanya adalah ketika
kita telah mati.
Cara paling bebas untuk menjalankan hidup adalah;
Hidup dengan dianggap telah mati oleh lingkungan
hidup.
Cara paling aman, juga cara paling menyedihkan untuk
dapat bertahan hidup adalah; Tidak merasakan seperti
orang hidup rasakan.
Mati, tidak selalu lebih mati daripada orang hidup
tinggal. 

Ada saatnya kita merasa kesepian atau tidak merasa
aman.
Di luar semua itu; Kita hidup sebagai orang mati.

Perbedaannya;
Di ruang apakah kita telah mati?
Di ruang yang dibuat oleh; Siapa?

Sebagai sebuah individu; Kita dapat memilih masa depan
kita sendiri..
Kamu memilih masa depan-mu sendiri.

Vincent Liong 
Jakarta, 15 April 2004 


Bersama dengan saya mengirim daftar harga Sabun
Batangan (Bar Detergent) ke ayah sahabat saya ini,
saya kirimkan juga puisi tersebut. Setelah fax
terkirim saya menelephone nya.
> Haloo, bisa bicara dengan [Menyebut nama ayah
sahabat sosialis saya].
+ Haloo Vincentliong. Saya sudah terima fax anda. 
> Jadi apa yang sekiranya diperlukan?
+ Contoh sabun. 
> Berapa buah?
+ Kirim saja lima buah contoh untuk setiap jenis.
> Nanti saya akan siapkan. Saya titipkan melalui anak
anda. Anda juga menerima puisi saya? 
+ Ya, saya menerimanya. 
> Itu kado saya untuk perayaan ulang tahun pendiri
Negara anda. Hormat dari saya.
+ Di puisi itu ada kata-kata yang berlawanan. Banyak
kata; �Hidup� dan �Mati�.
> Saya menghormati anda sebagai seorang warga negara
sebuah negara Non-Block. Yang berusaha bertahan untuk
hidup dengan caranya sendiri di tengah propaganda
Negara penguasa Block menggunakan Negara yang ada di
bawahnya untuk menguasai anda. Orang yang dianggap
mati bisa jadi lebih hidup daripada yang dinyatakan
hidup.  
> Jika perang terjadi anda bias kontak saya seminggu
sebelumnya.
+ Baik. Saya sedikit memahami dan akan mencoba untuk
lebih mengerti puisi anda. 
> Saya juga harus siapkan sample sabunnya. Sampai
pembicaraan selanjutnya.


Hari yang berbeda. Pagi itu saya menemui sahabat saya.
di upacara pagi. Seperti biasa, aku menepuk pundaknya.
Ia menoleh dan mengucapkan beberapa kalimat. 
> Hari ini saya membawa koran dari pemerintah
negaramu. Kemarin saya juga dapat email soal bencana
yang melanda salah satu kota di negaramu. Mereka
meminta uluran tangan untuk membantu meringankan beban
penderitaan korban. Kau ingin melihatnya?
* Nanti berikan kepadaku. Aku tidak percaya bisa
sampai sejauh itu? Aku ingin membacanya.

Aku datang ke dalam kelasnya setelah upacara selesai.
Kulihat ia sedang duduk. Aku memberikan print dari
email dan Koran itu kepadanya. 
* Saya akan membacanya.
> Kita bertemu jam istirahat.

Jam istirahat panjang di sebuah ruangan kelas yang
kosong. Saya datang dari kelas bersama dengan sahabat
karib saya si Sosialis. 
* Kau gila. 
> Mmm kau telah membacanya� Lalu siapakah kau
sahabatku?
* Saya sahabat si orang gila. Tetapi saya tidak gila.
Orang gila tetap dibutuhkan.

Kami bersama-sama memandang ke pintu. Ada seorang anak
perempuan saudara senegara dari sahabatku.
Kelihatannya akan masuk ke ruangan.
* [Dari wajah yang biasa saja berubah menjadi cemas.
Memang ia tidak bergitu tampak cemas.]
> Jangan kahwatir. Saya sudah tahu apa yang aman untuk
dikatakan dan apa yang harus dijaga. Jika aku tidak
tahu, bagaimana kau selamat hingga hari ini dengan
ditemani teman seperti aku? Aku tidak perlu menjaga
apa yang tidak perlu dijaga. Aku tampak sebagai anak
jujur bukan? Terlalu menjaga karena takut; aku akan
tampak seperti musuh yang siap menerkam. Kau pun tidak
akan menjadi temanku lagi. Santailah, aku tahu
bagaimana aku harus bermain. Semoga kau juga tahu.  
* Kau yang pernah katakan bahwa gila dekat dengan
jenius.

Anak perempuan itu membuka pintu dan memasuki ruangan.
^ Hallo Mr.Liong. Hallo [Menyebut nama sahabatku].
* [Menganggukkan kepalanya.]
> Haloo [Menyebut nama lawan bicara-nya]
> Saya memiliki sesuatu untuk kau lihat. [Menunjukkan
Koran Negara sahabatku ini dan selembar print email.]
^ bagaimana kau mendapatkannnya  Mr. Vincentliong?! 
> Aku mendapatkan apa yang mau aku dapatkan.
^ Boleh aku lihat sebentar?
> Silahkan.

Saya mendengar sahabatku dan saudara-saudara
sebangsanya berbicara dalam bahasa mereka sendiri.
Saya tidak mengerti bahasa mereka. Yang saya tahu
mereka berbicara. Dan sahabat saya yang selalu menjadi
penyampai karena bahasa inggrisnya paling baik.
* Koran dan Email itu, kau mendownloadnya?
> Saya mendownload Koran itu.
* Anda mendownload Email itu?
> Saya mem-print email itu dari account email saya
sendiri. Prosews download ya tetap terjadi, hanya
perbedaannya; Sesuatu yang dapat di download semua
orang, atau sesuatu yang hanya bias didownload oleh
pemilik account.
* Jadi email itu pribadi dan Koran itu hanya anda
ambil di tempatnya. Mmm� 
* Anda hebat saudara Vincentliong. Saya sendiri tidak
mendapatkannya.
> Saya berada di luar dunia anda di tempat yang jauh.
Dan anda berada di dalam dunia anda. Saya tentunya
melihat lebih jelas. Teropong saya dapat menjangkau
lebih banyak tempat yang terlalu dekat bagi anda untuk
melakukannya.
* Kalau begitu anda harus melakukan yang terbaik dari
usaha anda.
> Meski saya bergabung dalam lembaga persahabatan
dengan Negara anda; Saya tidak perlu dan tidak akan
melakukan yang terbaik untuk Negara anda. Saya pernah
katakana saya lebih senang memilih sebagai chauvinist
disbanding nasionalis. Apalagi untuk Negara yang bukan
tanah air saya. Saya hanya melakukan untuk diri saya
sendiri.
* Anda melakukan yang terbaik untuk diri anda. Semoga
juga yang terbaik untuk saya; seorang sahabat anda. 
> Terbaik untuk saya; bukan berarti akan berakibat
terbaik untuk anda.
* Negaraku biasa mengundang anggota dari lembaga
persahabatan internasional-nya yang dianggap
menguntungkan. Kau perlu mengatakan namaku untuk
sebagai pemandu-mu di sana. Kita dapat bepergian ke
gunung. 
> kau pernah mengatakan kepadaku soal gunung itu.
* Tetapi aku belum pernah pergi ke sana. Aku menonton
videonya, foto-fotonya. Sebuah impian sejak lama untuk
menginjak gunung itu.
> Mengapa kau tidak pergi ke sana sebelumnya. Malah
bergantung pada orang luar seperti aku untuk membuat
kau terbawa ke sana. Kau tidak punya uang?
* Jarak gunung itu dari ibukota cukup jauh. 
> Aku mengerti.. Sahabat-sahabatku, jadi hal semacam
inilah yang kalian pikirkan dan mengantungkannya pada
orang luar semacam aku? Jangan kahwatir, jika perang
terjadi kalian bisa mencari aku untuk pelarian. Aku
bukan oerang-mu. Jangan lupa posisi startegis-ku ini
ya�
Sahabatku dan saudara-saudaranya hanya tertawa
mendengar lelucon-ku yang tidak lucu ini. Saya tetap
tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.
 
Sore di hari yang sama. Sahabat sosialis ku ini main
ke rumah. Saya menyalakan computer saya untuknya.
Sahabat sosialis saya lalu membuka web negaranya. Ia
mendownload sebuah video mengenai siswa-siswi dari
negara tetangga-nya si kapitalis yang mati dilindas
Tank-Tank Negara tuannya si Raja Kapitalis. Sahabatku
ini menangis. Memang berbeda dengan tangisan cengeng
orang Indonesia yang menangis sambil berteriak-teriak.
Sahabatku ini tetap dengan mukanya yang datar. Hanya
matanya yang terus mengeluarkan air mata.
* [Sambil tetap memandang ke monitor computer. Dengan
suara yang lemah, sedih.] Bisakah kau melihat? Ikut
merasakan?
> [tetap dengan raut muka biasa, tidak ber-reaksi.]
Itu memang telah terjadi.
* Kapitalis melindas siswa-siswi yang sedang berjalan
ke sekolah. Di jalan raya dan meninggalkan mayat-nya
begitu saja� Seharusnya kau menangis.
> Tidak harus saya menangis. 
* Kalau begitu; kau bukan manusia.
> [Berjalan ke pintu kamarnya sendiri. Membuka pintu.
Berdiri menoleh ke sahabatnya yang duduk di depan
computer, menangis.] Saya tidak menangis.
* Kau tahu, kau bukan manusia. Manusia memiliki rasa
manusiawi, kau tidak. 
> [Masuk ke dalam kamar kembali. Menutup pintu.]
Pertama kali saya mengalami sesuatu yang tidak dapat
saya percaya. Tidak saya ketahui alasan yang cukup
masuk akal bahwa itu terjadi, saya menangis� Kedua
kali saya masih menangis. Berapa kali-kah saya masih
menangis?! Kesekian kali bahkan saya bisa
menghadapinya dengan senyum. Memang tidak dengan tawa.
* Saya mendownload lalu menonton video rekaman yang
sama; Ini yang ke sekian puluh kali. Di tempat yang
berbeda dengan computer yang berbeda saya mendownload,
lalu menonton lagi. Saya selalu menangis bila
menontonnya. Kau tidak bisa menggunakan alasan
kesekian kali tersebut.
> Anda menontonnya melalui video, sedangkan saya
merasakannya. Kau tahu perbedaan menonton dan
merasakan? Ketika menonton kita tidak dapat melihat
dan merasakan semua detik kejadian beserta segala
bagian yang ada di alam. Setelah kau pergi dari
ruangan ini, kau masih dapat kembali ke emosimu
sebelum menontonnya. Tentu emosi sesaat ditambah
usahamu untuk turut merasakan sedalam mungkin, kau
akan sangat emosional untuk sesaat saja. Tetapi kalau
kau mendapatkan pengalaman itu di kehidupan nyata;
pengalaman itu akan menterormu di dalam kepala sampai
kau tidak dapat menangisinya lagi. Kau tidak akan
bertanya lagi karena di dalam pikiran mu hal itu telah
menjadi kewajaran.
* Saya masih memiliki ikatan dengan tanah air saya,
tidak seperti kau yang tidak mencintai satu tanah air
pun. 
> Saya bukan tidak mencintai tanah air memang tidak
perlu dipamerkan... Tentang kau; Kau tidak pernah
kecewa, menyalahkan tanah air-mu bukan? Itu telah
menjadi kewajaran yang membuatmu terbiasa. Kau
menyalahkan aku hari ini. Kau menontonku sejenak, sama
seperti kau menonton video itu. Kau tidak bisa
merasakan segala hal yang bisa aku rasakan sebagai
pelaku, Positif dan negatifnya. Hanya satu sisi yang
kau lihat. Yang menterorku?! 
> Sudah berapa lama kita saling mengenal?
* Setengah tahun. Selama aku bersekolah si sekolah
ini. Kita makan bersama setiap hari. Duduk semeja di
dalam jam pelajaran.
> Setengah tahujn kau sudah menterorku ketika kau
berbicara dengan bahasa ibumu yang tidak aku mengerti.
Berbicara dengan saudara-saudara senegaramu dengan
namaku yang disebut diantara kalimat pembicaraan.. Apa
kau mengerti saat aku sedih dan saat aku senang?
* Kau sama saja. Datar tidak ada perubahan.
> Kau sudah menganggap semuanya wajar.

Berbicara soal kewajaran, saya ingat sebuah memori
ketika satu hari saya dan sahabat sosialis saya baru
selesai makan di kantin. Bel akhir istirahat telah
berbunyi 10 menit yang lalu, kami belum masuk ke
kelas. Hari itu sedang hujan; Kami berjalan di teras
yang becek karena air hujan. Sambil berjalan sahabat
saya terus melihat ke seberang teras dimana ada
seorang pedagang orange juice dengan gerobaknya
berteduh di bawah payung. 
* Siapakah kau Vincentliong?
> Saya sahabat [Menyebut nama lawan bicaranya].
Siapakah kamu?
* Saya sahabat Vincentliong.
Kami sampai di ujung teras. Berhenti sejenak, berpikir
ke mana kami akan melangkah.
* Saya ingin membeli orange juice.
> Mari berlari bersama. 
Sahabat saya mengangguk lalu kami bersama-sama lari ke
tempat pedagang orange juice itu berdiri. 
> Traktir saya kali ini.
Sahabat saya membeli dua plastic orange juice; satu
untuknya dan satu untuk saya. Baju kami sudah basah
kuyub, tetapi kami tidak resah meski kami tahu pak
guru di kelas akan marah karena kami terlambat tiba
dan baju kami basah. 
* Mari berlari!!
> [Hanya mengangguk] 

Vincent Liong
3 Mei 2004




Costumer Service Representative: Vincentliong
M:+62-811919765 Ph&Fax:+6221-5482193,5348567
YahooID:Vincentliong


sponsored by :::>
SINERGI INDONESIA
Untuk Seluruh Komponen Anak Bangsa
Jl.Seha II NO.32 Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12220
Tlp/Fax:+6221-72788170 Email Redaksi:
[EMAIL PROTECTED]
(Rp.10.000,-, Terbit tiap bulan, 60 Halaman Color)

    


Find local movie times and trailers on Yahoo! Movies.
http://au.movies.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke