WARNING: Vincentliong Effect Can Cause Psychoness. http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/ [EMAIL PROTECTED] adalah maillist musiman milik Vincentliong. Silahkan post tulisan anda dengan gaya anda sendiri. Nikmati perdebatannya!?
Ketika Terlalu Banyak Orang Tokoh: `>' Vincent Liong `^' Seorang anak perempuan anak staff kedutaan besar sebuah negara sosialis. Tinggal di dalam area kedutaan. `*' Seorang anak laki-laki anak kepala bagian Ekonomi sebuah kedutaan besar negara sosialis. Ia tinggal di apartemen mewah di luar kedutaan. `+' Kepala bagian Ekonomi sebuah kedutaan besar negara sosialis. `#' Seorang teman Vincent Liong, anak kedutaan sebuah Negara, tetangga Arab Saudi. Bagian Ke-Tiga; �Seni Menunggu Waktu� Seseorang masuk ke ruang kelas kami. Disusul perginya guru yang sedang mengajar meninggalkan ruang kelas. Saya belum kenal orang ini; Dia tentu tahu kami semua tidak kenal dia. Dia memperkenalkan diri sebagai wakil dari sebuah Universitas di Windsor, Canada. Sebuah Kota di Kanada yang berada dekat dengan perbatasan Kanada�Amerika. � > Promosi sekolah. Lumayan juga; di tengah-tengah jam pelajaran boring ini dipotong dengan promosi sekolah. Kita jadi dapat beristirahat. Sebuah universitas di sebuah kota di perbatasan negara Canada-Amerika. * Kau tertarik; mau bersekolah di sana? > Aku hanya akan melanjutkan di institut di dalam negeri. Tidak ada modal untuk melanjutkan ke luar negeri. Si pembicara sedang berbicara;�.� For those who crave the excitement of a major American metropolis, Detroit, Michigan, is just a few moments away across the Detroit River. Get there by bridge or by tunnel; it�s easy to visit museum, take in exhibitions, see live theatre, and attend concerts, sport and special events�.� > Bukankah saya harus bertanya soal kau? Kau bisa mampir memata-matai musuh negeri-mu. Si negara kapitalis sambil sekolah. > Canada adalah sebuah percampuran kapitalis sosialis. Jika kau merupakan warga negara mereka; kau bisa masuk ke rumah sakit gratis untuk berobat. Fasilitas kamar dengan kelas yang sama. Kau tidak harus menjadi kapitalis. Kau tidak hanya bisa menikmati posisi-mu sebagai anak dari Economic nya negara sosialis, tetapi juga bisa menikmati kehidupan sebagai Sosialis sekaligus kapitalis. Kau bisa sekedar minum kopi di Amerika. Atau cari pacar orang Amerika. Belum tentu semua orang bisa mendapat kesempatan tinggal di dua situasi sekaligus. * Kau gila. Tetapi kadang-kadang perlu mengerti orang gila. Belajar dari orang gila. > Orang gila tidak harus menuruti kewarasan mu. Karena orang itu gila; tidak bisa dipaksa waras. > Perlu kau pikirkan hal itu nanti. Siapa tahu kau bisa hidup enak di sana. Berkenalan dengan; Haloo nama saya Vincentliong. Yang berbeda dengan saya. * Soal ini aku tidak ingin menjawab. Bolah aku pinjam tanganmu? > (Meletakkan tangan kiri-ku di mejanya) Mau kau apakan tanganku ini? * (Melukis seperti tatto di kulit pergelangan tanganku) Aku akan mentatto sebuah gambar. Nanti kau bisa lihat sendiri. (Melanjutkan mengambar.) * (Setelah selesai mengambar di tangan kiri sahabatnya)Bisa pinjam tanganmu yang satu lagi? > (Melihat ke arah pergelangan tangannya sendiri.) Aku lihat ada jam tangan. Jam tangan dengan jarum penunjuk jam dan jarum penunjuk menit. Tetapi tidak ada penunjuk detik. Ada sayapnya di sisi kanan dan kiri dari lingkaran jam. * (Sambil tetap melukis di pergelangan tangan kananku) Jam mekanik bersayap. Kau akan sukses jika memiliki jam mekanik yang bisa terbang dalam ruang waktu-nya. Bisa membuat jarak yang jauh menjadi singkat; jika kau malas berjalan kaki mencari jalan menuju tujuan yang paling dekat. (Selesai melukis di pergelangan tangan kanan sahabatnya) Ini tangan kanan-mu. Kau butuh seorang. Di sini ada gambar kau yang laki-laki dan pasanganmu yang perempuan; kugambar berkuncir kembar. Kau butuh orang yang akan membimbingku meski tidak ada lagi yang mau menemani. Yang dapat membuat dsituasi sehingga kau merasa semua baik-baik saja. Hanya itu yang dibutuhkan manusia salah satunya adalah kau. > Tatto Jam bersayap dan Karikatur anime dua orang kekasih. Aku akan berusaha mengingat kata-katamu. Seperti biasa, malamnya saya hubungi ayahnya melalui telephone. > Haloo, bisa bicara dengan Mr.[Menyebut nama teman bicaranya]. Vincentliong di sini. + Apa khabar Vincentliong? > Baik, bagaimana dengan anda Mr.[Menyebut nama teman bicaranya]? + saya juga baik-baik saja. > Bagaimana dengan Sabun Batangan kemarin. Kalau boleh saya tahu kira-kira dengan harga miring semacam apa anda bersedia ambil? Harga minyak kelapa sawit sedang tinggi saat ini. Kemarin anda bilang bahwa tahun lalu anda ambil dngan harga US$165 per Ton. + Tidak. Saya akan ambil jika di bawah US$160. US$5 saya yang menambahkan. Anda harus ambil dengan harga US$130. > Selisih antara US$130 sampai US$160 untuk saya? Anda hanya dapat US$5 per Ton? Bukankah satu kali pengiriman hanya Dua kontainer dengan total hanya 20 Ton? Mr.[ Menyebut nama teman bicaranya] anda orang yang sangat baik sekali. Memberi saya 40 kali US$30 dan untuk anda cukup 40 kali US$5 per kali kirim. + Sesuatu perlu dirahasiakan dalam ber-bussiness. > Saya juga begitu� Saya mengerti Mr.[Menyebut nama teman bicaranya]. Baik, saya coba cari. Siapa tahu ada harga miring atau perusahaan yang tidak mengerti harga international. Anda suka harga khusus khan? + Ya, saya suka. > Sampai pembicaraan selanjutnya Mr. [Menyebut nama teman bicaranya]. + Sampai jumpa Mr.Vincentliong. > Sebentar-sebentar; Bukankah saya juga kamrad seperti anda? Saya sering bertanya dalam hati; Kamrat & Mister(Mr.)? Apakah sebenarnya anda sosialis? + Kamrad seharusnya bukan Mister(Mr.). > Jadi saya kapitalis yang selama ini berhasil membuat anda memanggil saya; Mister(Mr.) dan dipanggil; Mister(Mr.) oleh anda. + Sampai jumpa lagi Vincentliong. > Terimakasih untuk kerendahan dengan menghargai saya. Sampai jumpa. Beberapa minggu berselang. Tidak ada pembicaraan yang menarik untuk dicatat sampai hari itu; ketika berjalan ke kantin; * Besok aku akan bolos sekolah. Aku mungkin akan tidak masuk ke sekolah selama tiga hari. Besok, akan ada pesta besar di kedutaan. Perayaan ulang tahun pendiri Negara kami. Akan ada banyak makanan di sana. > Boleh aku datang untuk ikut makan? * Kau tidak bisa datang. Banyak politikus di sana. Akan berbahaya. > Kalau begitu, mengapa tidak kau simpankan sedikit makanan enak buatku? Aku dapat mengambilnya ke rumahmu besok sore. * Siapakah kamu? > Saya Vincentliong sahabatmu.. Siapakah kamu? * Saya [Menyembutkan namanya sendiri] seorang anak [Menyebut nama negara nya] Hari yang sama saya sempat menulis sebuah puisi. Saya yang sebenarnya sangat jarang menulis puisi; Karena kebanyakan tulisan saya adalah tulisan panjang. Ke-jarangan saya membuat puisi menjadi faktor penting. Sedikit puisi yang saya tulis hari itu sedikit banyak memberikan arti bagi diri saya sendiri sebagai penulis� To choose our own future �The best way to keep alive forever; Is when you are already dead. The free-est way to walk the life; Is life as a dead in the atmosphere rules. The safe-est also The sad-est way to stay alive; Is not to feel as an alive did. Dead does not mean more dead than the alive�s live.. Sometime we can feel lonely or unsecure� All of that: We alive as a dead.. The different: In what type of atmosphere you was dead? In atmosphere made by; Who? As an Individual; We can choose our own future.. You choose your own future�� Vincent Liong Jakarta, 15th April 2004 ++++++++++++++++++++ Untuk memilih masa depan kita sendiri Cara terbaik untuk tetap hidup selamanya adalah ketika kita telah mati. Cara paling bebas untuk menjalankan hidup adalah; Hidup dengan dianggap telah mati oleh lingkungan hidup. Cara paling aman, juga cara paling menyedihkan untuk dapat bertahan hidup adalah; Tidak merasakan seperti orang hidup rasakan. Mati, tidak selalu lebih mati daripada orang hidup tinggal. Ada saatnya kita merasa kesepian atau tidak merasa aman. Di luar semua itu; Kita hidup sebagai orang mati. Perbedaannya; Di ruang apakah kita telah mati? Di ruang yang dibuat oleh; Siapa? Sebagai sebuah individu; Kita dapat memilih masa depan kita sendiri.. Kamu memilih masa depan-mu sendiri. Vincent Liong Jakarta, 15 April 2004 Bersama dengan saya mengirim daftar harga Sabun Batangan (Bar Detergent) ke ayah sahabat saya ini, saya kirimkan juga puisi tersebut. Setelah fax terkirim saya menelephone nya. > Haloo, bisa bicara dengan [Menyebut nama ayah sahabat sosialis saya]. + Haloo Vincentliong. Saya sudah terima fax anda. > Jadi apa yang sekiranya diperlukan? + Contoh sabun. > Berapa buah? + Kirim saja lima buah contoh untuk setiap jenis. > Nanti saya akan siapkan. Saya titipkan melalui anak anda. Anda juga menerima puisi saya? + Ya, saya menerimanya. > Itu kado saya untuk perayaan ulang tahun pendiri Negara anda. Hormat dari saya. + Di puisi itu ada kata-kata yang berlawanan. Banyak kata; �Hidup� dan �Mati�. > Saya menghormati anda sebagai seorang warga negara sebuah negara Non-Block. Yang berusaha bertahan untuk hidup dengan caranya sendiri di tengah propaganda Negara penguasa Block menggunakan Negara yang ada di bawahnya untuk menguasai anda. Orang yang dianggap mati bisa jadi lebih hidup daripada yang dinyatakan hidup. > Jika perang terjadi anda bias kontak saya seminggu sebelumnya. + Baik. Saya sedikit memahami dan akan mencoba untuk lebih mengerti puisi anda. > Saya juga harus siapkan sample sabunnya. Sampai pembicaraan selanjutnya. Hari yang berbeda. Pagi itu saya menemui sahabat saya. di upacara pagi. Seperti biasa, aku menepuk pundaknya. Ia menoleh dan mengucapkan beberapa kalimat. > Hari ini saya membawa koran dari pemerintah negaramu. Kemarin saya juga dapat email soal bencana yang melanda salah satu kota di negaramu. Mereka meminta uluran tangan untuk membantu meringankan beban penderitaan korban. Kau ingin melihatnya? * Nanti berikan kepadaku. Aku tidak percaya bisa sampai sejauh itu? Aku ingin membacanya. Aku datang ke dalam kelasnya setelah upacara selesai. Kulihat ia sedang duduk. Aku memberikan print dari email dan Koran itu kepadanya. * Saya akan membacanya. > Kita bertemu jam istirahat. Jam istirahat panjang di sebuah ruangan kelas yang kosong. Saya datang dari kelas bersama dengan sahabat karib saya si Sosialis. * Kau gila. > Mmm kau telah membacanya� Lalu siapakah kau sahabatku? * Saya sahabat si orang gila. Tetapi saya tidak gila. Orang gila tetap dibutuhkan. Kami bersama-sama memandang ke pintu. Ada seorang anak perempuan saudara senegara dari sahabatku. Kelihatannya akan masuk ke ruangan. * [Dari wajah yang biasa saja berubah menjadi cemas. Memang ia tidak bergitu tampak cemas.] > Jangan kahwatir. Saya sudah tahu apa yang aman untuk dikatakan dan apa yang harus dijaga. Jika aku tidak tahu, bagaimana kau selamat hingga hari ini dengan ditemani teman seperti aku? Aku tidak perlu menjaga apa yang tidak perlu dijaga. Aku tampak sebagai anak jujur bukan? Terlalu menjaga karena takut; aku akan tampak seperti musuh yang siap menerkam. Kau pun tidak akan menjadi temanku lagi. Santailah, aku tahu bagaimana aku harus bermain. Semoga kau juga tahu. * Kau yang pernah katakan bahwa gila dekat dengan jenius. Anak perempuan itu membuka pintu dan memasuki ruangan. ^ Hallo Mr.Liong. Hallo [Menyebut nama sahabatku]. * [Menganggukkan kepalanya.] > Haloo [Menyebut nama lawan bicara-nya] > Saya memiliki sesuatu untuk kau lihat. [Menunjukkan Koran Negara sahabatku ini dan selembar print email.] ^ bagaimana kau mendapatkannnya Mr. Vincentliong?! > Aku mendapatkan apa yang mau aku dapatkan. ^ Boleh aku lihat sebentar? > Silahkan. Saya mendengar sahabatku dan saudara-saudara sebangsanya berbicara dalam bahasa mereka sendiri. Saya tidak mengerti bahasa mereka. Yang saya tahu mereka berbicara. Dan sahabat saya yang selalu menjadi penyampai karena bahasa inggrisnya paling baik. * Koran dan Email itu, kau mendownloadnya? > Saya mendownload Koran itu. * Anda mendownload Email itu? > Saya mem-print email itu dari account email saya sendiri. Prosews download ya tetap terjadi, hanya perbedaannya; Sesuatu yang dapat di download semua orang, atau sesuatu yang hanya bias didownload oleh pemilik account. * Jadi email itu pribadi dan Koran itu hanya anda ambil di tempatnya. Mmm� * Anda hebat saudara Vincentliong. Saya sendiri tidak mendapatkannya. > Saya berada di luar dunia anda di tempat yang jauh. Dan anda berada di dalam dunia anda. Saya tentunya melihat lebih jelas. Teropong saya dapat menjangkau lebih banyak tempat yang terlalu dekat bagi anda untuk melakukannya. * Kalau begitu anda harus melakukan yang terbaik dari usaha anda. > Meski saya bergabung dalam lembaga persahabatan dengan Negara anda; Saya tidak perlu dan tidak akan melakukan yang terbaik untuk Negara anda. Saya pernah katakana saya lebih senang memilih sebagai chauvinist disbanding nasionalis. Apalagi untuk Negara yang bukan tanah air saya. Saya hanya melakukan untuk diri saya sendiri. * Anda melakukan yang terbaik untuk diri anda. Semoga juga yang terbaik untuk saya; seorang sahabat anda. > Terbaik untuk saya; bukan berarti akan berakibat terbaik untuk anda. * Negaraku biasa mengundang anggota dari lembaga persahabatan internasional-nya yang dianggap menguntungkan. Kau perlu mengatakan namaku untuk sebagai pemandu-mu di sana. Kita dapat bepergian ke gunung. > kau pernah mengatakan kepadaku soal gunung itu. * Tetapi aku belum pernah pergi ke sana. Aku menonton videonya, foto-fotonya. Sebuah impian sejak lama untuk menginjak gunung itu. > Mengapa kau tidak pergi ke sana sebelumnya. Malah bergantung pada orang luar seperti aku untuk membuat kau terbawa ke sana. Kau tidak punya uang? * Jarak gunung itu dari ibukota cukup jauh. > Aku mengerti.. Sahabat-sahabatku, jadi hal semacam inilah yang kalian pikirkan dan mengantungkannya pada orang luar semacam aku? Jangan kahwatir, jika perang terjadi kalian bisa mencari aku untuk pelarian. Aku bukan oerang-mu. Jangan lupa posisi startegis-ku ini ya� Sahabatku dan saudara-saudaranya hanya tertawa mendengar lelucon-ku yang tidak lucu ini. Saya tetap tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Sore di hari yang sama. Sahabat sosialis ku ini main ke rumah. Saya menyalakan computer saya untuknya. Sahabat sosialis saya lalu membuka web negaranya. Ia mendownload sebuah video mengenai siswa-siswi dari negara tetangga-nya si kapitalis yang mati dilindas Tank-Tank Negara tuannya si Raja Kapitalis. Sahabatku ini menangis. Memang berbeda dengan tangisan cengeng orang Indonesia yang menangis sambil berteriak-teriak. Sahabatku ini tetap dengan mukanya yang datar. Hanya matanya yang terus mengeluarkan air mata. * [Sambil tetap memandang ke monitor computer. Dengan suara yang lemah, sedih.] Bisakah kau melihat? Ikut merasakan? > [tetap dengan raut muka biasa, tidak ber-reaksi.] Itu memang telah terjadi. * Kapitalis melindas siswa-siswi yang sedang berjalan ke sekolah. Di jalan raya dan meninggalkan mayat-nya begitu saja� Seharusnya kau menangis. > Tidak harus saya menangis. * Kalau begitu; kau bukan manusia. > [Berjalan ke pintu kamarnya sendiri. Membuka pintu. Berdiri menoleh ke sahabatnya yang duduk di depan computer, menangis.] Saya tidak menangis. * Kau tahu, kau bukan manusia. Manusia memiliki rasa manusiawi, kau tidak. > [Masuk ke dalam kamar kembali. Menutup pintu.] Pertama kali saya mengalami sesuatu yang tidak dapat saya percaya. Tidak saya ketahui alasan yang cukup masuk akal bahwa itu terjadi, saya menangis� Kedua kali saya masih menangis. Berapa kali-kah saya masih menangis?! Kesekian kali bahkan saya bisa menghadapinya dengan senyum. Memang tidak dengan tawa. * Saya mendownload lalu menonton video rekaman yang sama; Ini yang ke sekian puluh kali. Di tempat yang berbeda dengan computer yang berbeda saya mendownload, lalu menonton lagi. Saya selalu menangis bila menontonnya. Kau tidak bisa menggunakan alasan kesekian kali tersebut. > Anda menontonnya melalui video, sedangkan saya merasakannya. Kau tahu perbedaan menonton dan merasakan? Ketika menonton kita tidak dapat melihat dan merasakan semua detik kejadian beserta segala bagian yang ada di alam. Setelah kau pergi dari ruangan ini, kau masih dapat kembali ke emosimu sebelum menontonnya. Tentu emosi sesaat ditambah usahamu untuk turut merasakan sedalam mungkin, kau akan sangat emosional untuk sesaat saja. Tetapi kalau kau mendapatkan pengalaman itu di kehidupan nyata; pengalaman itu akan menterormu di dalam kepala sampai kau tidak dapat menangisinya lagi. Kau tidak akan bertanya lagi karena di dalam pikiran mu hal itu telah menjadi kewajaran. * Saya masih memiliki ikatan dengan tanah air saya, tidak seperti kau yang tidak mencintai satu tanah air pun. > Saya bukan tidak mencintai tanah air memang tidak perlu dipamerkan... Tentang kau; Kau tidak pernah kecewa, menyalahkan tanah air-mu bukan? Itu telah menjadi kewajaran yang membuatmu terbiasa. Kau menyalahkan aku hari ini. Kau menontonku sejenak, sama seperti kau menonton video itu. Kau tidak bisa merasakan segala hal yang bisa aku rasakan sebagai pelaku, Positif dan negatifnya. Hanya satu sisi yang kau lihat. Yang menterorku?! > Sudah berapa lama kita saling mengenal? * Setengah tahun. Selama aku bersekolah si sekolah ini. Kita makan bersama setiap hari. Duduk semeja di dalam jam pelajaran. > Setengah tahujn kau sudah menterorku ketika kau berbicara dengan bahasa ibumu yang tidak aku mengerti. Berbicara dengan saudara-saudara senegaramu dengan namaku yang disebut diantara kalimat pembicaraan.. Apa kau mengerti saat aku sedih dan saat aku senang? * Kau sama saja. Datar tidak ada perubahan. > Kau sudah menganggap semuanya wajar. Berbicara soal kewajaran, saya ingat sebuah memori ketika satu hari saya dan sahabat sosialis saya baru selesai makan di kantin. Bel akhir istirahat telah berbunyi 10 menit yang lalu, kami belum masuk ke kelas. Hari itu sedang hujan; Kami berjalan di teras yang becek karena air hujan. Sambil berjalan sahabat saya terus melihat ke seberang teras dimana ada seorang pedagang orange juice dengan gerobaknya berteduh di bawah payung. * Siapakah kau Vincentliong? > Saya sahabat [Menyebut nama lawan bicaranya]. Siapakah kamu? * Saya sahabat Vincentliong. Kami sampai di ujung teras. Berhenti sejenak, berpikir ke mana kami akan melangkah. * Saya ingin membeli orange juice. > Mari berlari bersama. Sahabat saya mengangguk lalu kami bersama-sama lari ke tempat pedagang orange juice itu berdiri. > Traktir saya kali ini. Sahabat saya membeli dua plastic orange juice; satu untuknya dan satu untuk saya. Baju kami sudah basah kuyub, tetapi kami tidak resah meski kami tahu pak guru di kelas akan marah karena kami terlambat tiba dan baju kami basah. * Mari berlari!! > [Hanya mengangguk] Vincent Liong 3 Mei 2004 Costumer Service Representative: Vincentliong M:+62-811919765 Ph&Fax:+6221-5482193,5348567 YahooID:Vincentliong sponsored by :::> SINERGI INDONESIA Untuk Seluruh Komponen Anak Bangsa Jl.Seha II NO.32 Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12220 Tlp/Fax:+6221-72788170 Email Redaksi: [EMAIL PROTECTED] (Rp.10.000,-, Terbit tiap bulan, 60 Halaman Color) Find local movie times and trailers on Yahoo! Movies. http://au.movies.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada. http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511 http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

