Perjalanan III [6]
Aku jadi penasaran,
Sebenarnya bagaimana sih masalah Hajar Aswad ini,
Kok jadi rebutan diciumi orang-orang,
Wong cuma batu saja lho.....kok jadi rebutan,
Bagaimana aku menjawab seandainya aku ditanya oleh non muslim.
"Agamamu juga menyembah batu."
"Agamamu menyembah berhala, lihat batu saja jadi rebutan sedunia"
Aku jadi teringat kata-kata guruku yang ketiga,
"Bawalah batu dari sana"
Jangan-jangan.........
Setelah kondisiku agak enakan, aku bertanya pada salah seorang guide,
"Sebenarnya bagaimana tho tentang Hajar aswad itu ???"
Guide itu menjawab," Ada hadits Nabi,"Alloh menurunkan 120 rohmat di Masjidil harom.
1. 60 rohmat untuk orang yang sholat di Masjidil harom,
2. 40 rohmat untuk orang yang Thowaf di Masjidil Harom,
3. 20 Rohmat untuk orang yang menyaksikan Ka'bah."
katanya begitu.
Lha kalao' begitu, bagaimana posisi kedudukan Hajar Aswad ???
ndak ada keterangan dari guide tersebut.
Tiba-tiba ingatlah aku apa yang dulu pernah diterangkan oleh sang Guru,
"Para sahabat Nabi, Umar (kalo'nggak salah), saat akan mencium Hajar aswad
berkata,"Seandainya Nabi tidak menciummu, aku juga tidak akan menciummu, karena engkau
hanyalah batu."
Bahkan aku jadi ingat, katanya dulu...dulu sekali, Hajar Aswad, namanya bukan Hajar
Aswad, karena warnanya yang putih melebihi putihnya salju (ada keterangan haditsnya
tapi aku lupa), yang kemudian karena terkena dosa-dosa manusia, menjadi hitam seperti
sekarang."
Ya.....Hajar aswad bukan barometer masalah ruhani.
Seandainya kita dapat menciumnya, bukan berarti kita termasuk orang yang suci, dan
seandainya kita tidak bisa menciumnya, juga bukan berarti kita termasuk orang yang
kotor.
Yang penting di Masjidil harom adalah 3 ibadah, yaitu Sholat, Thowaf, dan menyaksikan
Ka'bah.
Besoknya aku Thowaf lagi,
dan aku tiba-tiba berpikir lagi,
aku ingat pesan sang Guru,
"Jangan memaksakan diri".
Berbekal pesan inilah, kubiarkan diriku bersama arus orang-orang yang thowaf.
Aku ingat pesan guruku pertama,
"Pasrahkan pada Alloh",
Kupasrahkan perjalananku padaNya,
AKu ingat pesan guruku yang kedua, "Ikhlas",
maka kuikhlaskan kejadianku",
"Terserah Engkau ya Alloh"
Kuingat pesan guruku ke IV, "Sholawat yang banyak",
Maka aku ingat bahwa Nabiku dan Junjunganku adalah Muhammad si orang Arab.
Keajaiban seolah terjadi,
seakan dituntun dan dibukakan jalan bagiku sampai di depan Hajar Aswad,
Keinginanku sudah musnah untuk menciumnya,
Maka dalam hatiku berkata,"Engkau hanyalah batu biasa, yang tidak membawa manfaat
apa-apa, Kucium engkau karena Nabiku pernah menciummu".
Maka setelah batu hitam itu kucium, seakan ada gelombang menghempaskanku keluar dari
arus manusia,
Aku tertunduk dan kuteruskan thowafku,
sambil terus memohon ampunan padaNya.
bersambung..
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/