Dari milis tetangga, mudah-mudahan menjadi pencerahan....hanya untuk wacana 
aja....bener gak sih ?

> SBY, Berkah atau Bencana?
> Menengok ke Belakang Sebetulnya sebuah majalah berita
> mingguan ternama udah mengendus geliat mengusung SBY
> ke RI 1 sejak Juli 2001, tepatnya sejak SBY gagal
> menjadi wapres menggantikan MSP yang naik ke RI 1.
> Kegagalan yang kemudian disikapi dengan rapat-rapat
> intensif di berbagai tempat untuk sebuah tujuan besar,
> RI-1.
>
> Lewat Subur Budhisantoso (Kepala Pusat Penelitian
> Pranata Pembangunan UI) dan pentolan-pentolan GMKR
> (Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat) seperti
> Irsan Tanjung dan Sri Soemantri (keduanya Guru Besar
> UI), serta di back up oleh jenderal-jenderal loyalis
> SBY, diantaranya Sudi Silalahi dan Ma'ruf, serta
> jaringan pengusaha "hitam' (contoh kecil, S.P.M Yong,
> Adik Aseng, seseorang yang disebut-sebut pengelola
> togel KUDA LARI yang beredar luas di Jawa tengah
> setiap hari), dan juga memperoleh aliran dana
> dari luar negeri yang disebut-sebut berasal dari dua
> organisasi yang sangat berpengaruh di AS yaitu AIPAC
> (American-Israeli Public affairs Comittee) dan ADL
> (Anti-Defamation League)., sejak pertengahan 2002.
> Mahasiswa-mahasiswa Indonesia di AS sudah mencium
> aliran dana seperti ini, karena memang di AS
> diumumkan, hanya saja mereka tidak peduli karena
> yakin Demokrat tidak memiliki basis massa jelas.
> Tersebutlah James Riyadi menjadi penyumbang cukup
> besar buat Demokrat, disamping itu JR berhasil
> mengumpulkan ratusan pengusaha di LN untuk
> berpartisipasi membesarkan Demokrat, yang tentu saja
> mereka pengusaha-pengusaha yang "sealiran" dengan
> sepak terjang JR.
>
> Siasat Kuda Troya
> Dibesarkan di lingkungan militer, beristrikan putri
> Sarwo Edi Wibowo, menjadi SBY sangat lihai bermain di
> dunia inteljen. Didukung oleh tim sukses bayangan yang
> memback up lewat corong media massa, SBY mulai bermain
> secara hati-hati untuk posisi RI 1 dengan menjadi anak
> manis dihadapan MSP, yang karena keterbatasan
> intelektual banyak menggantungkan urusan negara ke
> pundak SBY. Tak aneh di lingkungan istana, SBY
> merupakan 'godfather' untuk semua urusan. Sehingga
> untuk urusan internal PDIP pun MSP tidak segan-segan
> meminta pertimbangan SBY.
> Lingkungan ring 1 MSP yakin bahwa ontran-ontran
> disekitar pemilihan gubenur di berbagai darah, yang
> berakibat friksi internal dan pemecatan kader sedikit
> banyak merupakan buah kerja SBY.
> Sumber di istana mencontohkan kasus pemilihan gubenur
> DKI Sutiyoso. Meskipun hasil rapat DPD PDIP 100 %
> menginginkan kader PDIP yang maju, namun karena
> bisikan SBY, MSP tega mengorbankan pendukungnya. SBY
> bisa mempengaruhi MSP karena sebagai Menko Polkam dia
> memiliki setumpuk dokumen perihal "ancaman" yang
> potensial terjadi di sekitar pemilu. Dengan lihai SBY
> menyakinkan MSP bahwa sosok militer-lah yang pas
> menjadi gubenur untuk menghadapi pemilu, padahal
> ditentang habis-habisan oleh kelompok Roy B Janis
> maupun geng Arifin panigoro. Tujuan SBY jelas,
> menggerogoti massa PDIP dengan membuat kekecewaan di
> akar rumput. Keberhasilan scenario SBY di DKI, membuat
> SBY kembali bermain di pemilihan gubenur Sumatera
> Selatan, Jawa tengah, dan Bali.
> Rekomendasi MSP untuk pilgub berlawanan dengan
> kehendak arus bawah PDIP. Di Jawa tengah, bahkan
> sampai berlarut-larut, DI Sumatera Selatan sampai pada
>
> pemecatan kader. Kerja keras SBY ternyata berbuah
> manis, hasil pemilu legislative 2004 membuktikan di 4
> propinsi tadi, yang sebelumnya basis terkuat PDIP,
> partai Demokrat cukup banyak mendulang suara.
>
> Sementara MSP sama sekali tidak tahu, padahal
> sebetulnya MSP bisa belajar dari Gus Dur betapa pada
> masa GD pun SBY telah "menikam" GD dengan mundur
> sebagai menko Polkam ketika situasi negara makin
> memanas, kesadaran baru ada ketika Cornelis Lay
> (seseorang yang disebut-sebut "king maker" di
> lingkungan Taufik Kiemas) mengungkapkannya. Sayangnya,
> TK merespon dengan membabi buta di media massa dengan
> tidak berani mengungkapkan keadaan sebenarnya soal
> SBY, TK malah membuat blunder dengan mencari 'alasan'
> lain untuk melampiaskan kemarahannya dengan menyebut
> SBY seperti anak TK.
>
> Menebar Harapan
> SBY juga dikenal senang menebar harapan kepada semua
> pihak. Untuk memuluskan siasatnya ke RI 1, tidak
> segan-segan SBY mengumbar harapan. Jauh sebelum masa
> kampanye, dihadapan tim sukses AR, SBY bersedia
> menjadi cawapres. Kemudian di hadapan Gus Dur, SBY
> mau tampil menjadi jurkam tamu di kampanye PKB. Di
> hadapan petinggi Golkar, SBY mengaku mau dijadikan
> cawapres. Bahkan ketika ditanya MSP pun, SBY mengaku
> mau dicawapreskan. Ternyata semua itu tidak lebih dari
> siasat belaka. Siasat untuk menyiapkan payung
> seandainya partai Demokrat gagal mendulang suara,
> disamping itu juga sebagai magnet untuk menegaskan
> bahwa SBY diterima dimana-mana dan diminati.
> Tentu saja SBY tidak bisa begitu kalau tidak didukung
> oleh tim media yang hebat. LSI disebut-sebut sebagai
> lembaga survei yang secara kontinyu 'mendongkrak'
> populritas SBY dengan rangkaian pengumuman hasil
> poolingnya. Sesuatu yang sebetulnya biasa-biasa
> menjadi 'luar biasa" karena dikemas dalam bentuk
> pencitraan lewat media massa.
>
> Menggoyang Pesaing
> Kelihaian SBY dan tim sukses-nya kembali terbukti
> ketika SBY berhasil merayu HNW untuk mengajak AR
> membentuk PPB. Ketika poros diumumkan, sontak
> saat itu juga tim media SBY menyebar berita bahwa AR
> tidak berubah, masih terus senang bikin poros-porosan.
> Di media massa, ditulislah kembali kenangan soal
> Poros-porosan dengan harapan agar masyarakat makin
> anti pati
> terhadap AR. Mestinya cukup aneh manuver HNW ini.
> Setelah runtang runtung dengan SBY, tanpa isyarat
> tertentu kok mendadak mengajak AR membentuk PPB.
> Untunglah, AR menyadari goyangan SBY. Konon karena di
> beritahu tim Gus Dur. Makanya, meski GD pernah "sakit
> hati" ke AR, GD tetap tampil menggandeng AR di media
> massa untuk mengkonter bahwa AR tidak sendirian. Saat
> itu juga diumukan bahwa PPB dibubarkan. Dan AR
> kemudian bertemu dengan sejumlah tokoh seperti Alwi
> Shihab, Eros J, Rahmawati dan lain-lain. Pesannya
> jelas ditujukan ke SBY. HNW pun "berakting" lagi
> dengan buru-buru menjenguk Baasyir di tahanan untuk
> meredam kegelisahan pada sebagain kader PKS bahwa HNW
> dibawah kendali SBY.
> SBY juga menggoyang Golkar dengan merayu Kalla.
> Walaupun sebenarnya, goyangan ke Golkar ini sudah
> diantisipasi oleh AT. Sebab Golkar dengan partai
> Demokrat sebetulnya sama, identik dan seide.
> Lewat Rizal Malareng (yang berhasil menelorkan
> hysteria konvensi partai Golkar di masyarakat),
> Tanjung dibisiki untuk melepaskan Kalla. Karena
> Golkar sedang melakukan diaspora kemana-mana.
> Sangatlah bodoh kalau tim sukses SBY tidak tahu akan
> hal ini. Namun banyak kalangan yakin, SBY memiliki
> plan B. Setelah gagal merayu Sultan HB sebagai wapres,
> pilihan ke Kalla jelas paling realistis. Apalagi SBY
> berhasil memasukan orangnya ke tim Kalla yaitu Aswar
> Anaz. Ada yang menarik soal goyangan SBY ini. Untuk
> meredam goyangan ke PKB, Gus Dur buru-buru menempel
> ketat Wiranto. Sebab data inteljen menyebutkan,
> kalau konvensi Golkar berlangsung bersih, Wiranto
> sangat berpeluang menang.
> Dan pihak BIA sudah membuat laporan lengkap bahwa
> untuk pilihan Presiden Wiranto disebut-sebut
> berpeluang menang. Kalau SBY dan Wiranto maju,
> militer akan terpecah dua suaranya. Dan garis komando
> jadi susah dijalankan. Meski tentara tidak memilih,
> garis komando terbukti efektif mendongkrak suara.
> Pemilu legislative 5 April membuktikan, di lingkungan
> militer dan under bow-nya, partai Demokrat selalu
> juara.
>
> Penutup
> Hadirnya SBY di pemilu presiden bukan kerja sehari dua
> hari. Juga sangat bertentangan dengan akal sehat kalau
> SBY bisa berkibar hanya karena didholimi TK dengan
> sebutan anak TK. Sebetulnya, ini adalah buah kerja
> lama yang terencanakan dengan rapi, sistematis dan
> terskenario.
> Akhirnya, mari disikapi dengan kritis. Percaya begitu
> saja atau serta merta menolak ini akibatnya sama;
> sama-sama CELAKA! (JS)
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke