http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004051800373305
Selasa, 18 Mei 2004
EKONOMI & BISNIS
Indonesia tidak Memiliki Kebijakan Politik Pertanian
JAKARTA (Media): Indonesia saat ini tidak memiliki kebijakan politik pertanian
yang jelas untuk menata masa depan pertanian di Tanah Air. Akibatnya, kebijakan di
bidang pertanian selalu terkalahkan oleh kebijakan sektor lain.
"Contohnya adalah pada kebijakan pemerintah untuk mendukung investasi di jalan
tol. Hal ini menunjukkan pemerintah menganggap jalan tol lebih penting daripada
pertanian. Jadi, perlu ada politik pertanian yang jelas dan bukannya memolitisasi
pertanian," kata pengamat ekonomi pertanian Bayu Krisnamurti dalam jumpa pers
menjelang Konferensi Nasional Ekonomi Pertanian di Jakarta, kemarin.
Padahal, jika pemerintah benar-benar menaruh perhatian terhadap sektor
pertanian, maka pemerintah bisa mengalokasikan dananya untuk memperbaiki 70% saluran
irigasi yang telah rusak di sentra-sentra produksi pertanian.
Apabila tidak terjadi perubahan besar dari pemerintah terhadap pertanian, maka
posisi negara kita akan rentan terhadap guncangan yang terjadi di pasar pangan
internasional.
"Jangan heran kalau pada Juni atau Juli nanti harga beras melonjak menjadi
Rp4.000 per kilogram (kg). Penyebabnya adalah karena China mulai mengimpor beras
sehingga harga di pasar internasional naik," katanya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Agus
Pakpahan mengatakan bahwa sebagai negara agraris sudah seharusnya pembangunan ekonomi
berkembang atas dasar kemampuan sumber daya pertanian.
Faktanya saat ini pertanian masih dipandang sebelah mata. Pemerintah yang
seharusnya dapat memberikan arahan jelas ke mana sektor pertanian ini dibawa justru
seperti kehilangan arah.
"Karena itu, maka dalam Konferensi Nasional Ekonomi Pertanian yang kami
selenggarakan pada 28-30 Mei 2004, kami akan mengundang para calon presiden dan calon
wakil presiden untuk memaparkan visi dan misinya mengenai pertanian. Apa yang mereka
paparkan akan didokumentasikan, sehingga dapat ditagih ketika mereka sudah menjabat,"
kata Agus. (JA/E-2)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/