Nasib Nirmala dan TKI
Jakarta, KCM, 23 Mei 2004.
MAU menyenangkan orang tua di kampung dengan bekerja di luar negeri
merupakan keinginan Nirmala Bonat (19). Berbekal tekad memperbaiki nasib, Nirmala
meninggalkan keluarganya di Kupang, NTT untuk bekerja di Malaysia, tepatnya di
Apartemen Nomor 33B, Villa Putra Lorong Tun Ismail, Kuala Lumpur sebagai pembantu
rumah tangga sejak September 2003.
Namun, apa daya hanya gara-gara memecahkan cangkir, itupun tanpa sengaja
dilakukan Nirmala, majikan perempuannya yakni Hii Ik Ting kontan marah dan dengan
geramnya menyiramkan air panas ke tubuh Nirmala.
Sejak saat itulah, penyiksaan demi penyiksaan kerap menderanya. Majikan
perempuannya tanpa tanggung-tanggung sering menamparnya karena Nirmala dianggap tidak
becus menyeterika pakaian. Begitu sadisnya sang majikan, sampai-sampai setrika yang
sedang panas-panasnya itu langsung ditempel di dada Nirmala.
PENDERITAAN Nirmala memang luar biasa dan justru terjadi di negeri orang,
jauh dari kampung halamannya. Beruntunglah siksaan yang dialami selama lima bulan itu
akhirnya terhenti, setelah Nirmala berhasil melarikan diri dari rumah majikannya dan
polisi setempat, Selasa (17/5) menemukan perempuan malang ini dengan tubuh penuh luka.
Nirmala dilarikan ke rumah sakit dan polisi segera menangkap majikan Nirmala dan
memprosesnya sesuai hukum di Malaysia dengan tuduhan melakukan penyiksaan.
Siksaan terhadap Nirmala mengundang simpati dari masyarakat di negeri
jiran itu. Banyak yang mengecam tindakan majikan Nirmala yang sungguh brutal menyiksa
seorang pembantu rumah tangga sehingga tubuh Nirmala dipenuhi bekas luka bakar dan
luka siraman air panas.
KECEPATAN pemerintah Malaysia memproses kasus tersebut sungguh melegakan
kita. Perdana Menteri Malaysia Ahmad Badawi sangat terkejut dan marah besar ketika
mengetahui ada warganya melakukan tindakan keji menyiksa seorang pembantu rumah tangga.
Kejadian ini sebaiknya menjadi pelajaran bagi Depnakertrans dan perusahaan
pengerah TKI, terutama perlindungan terhadap TKI agar menjadi persoalan utama dan
mendasar yang harus mendapat perhatian.
Kasus yang menimpa Nirmala jangan sampai terulang lagi terhadap para TKI,
khususnya untuk pembantu rumah tangga, yang bekerja di luar negeri. Seharusnya
pihak-pihak yang terlibat dalam masalah pengiriman TKI bisa memantau keberadaan TKI
yang mereka kirim ke luar negeri. Keluhan atau pekerjaan tidak sesuai kontrak, apalagi
siksaan dari majikan sudah sepatutnya diketahui sejak awal, sehingga langkah-langkah
hukum bisa dilakukan untuk melindungi mereka. Semoga kasus penyiksaan terhadap Nirmala
ini merupakan kasus terburuk terakhir yang menimpa TKI di luar negeri. (**)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/