http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004052500170008

      Selasa, 25 Mei 2004

      NUSANTARA

      TKW Asal Lombok Meninggal di Abu Dhabi Jenazahnya belum Diterima Keluarga
     
      MATARAM (Media): Seni Johan binti Durasif, 24, tenaga kerja wanita (TKW) asal 
Dusun Buwuh, Desa Mambalan, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, yang bekerja 
di Abu Dhabi, Timur Tengah, baru-baru ini dikabarkan meninggal, namun mayatnya hingga 
kini belum dikirimkan kepada keluarga korban.

      Seni Johan dikabarkan meninggal akibat kecelakaan kerja di Abu Dhabi pada 31 
Desember 2003, dan pada Januari 2004 keluarga korban mengaku sudah melaporkan kejadian 
tersebut kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan harapan agar jenazah Seni 
Johan bisa segera dipulangkan.

      Menurut Endang Susilowati, Direktur Yayasan Panca Karsa, sebuah lembaga swadaya 
masyarakat (LSM) advokasi TKI/TKW di Mataram, almarhumah Seni Johan berangkat dengan 
menggunakan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Asindo yang berpusat di 
Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

      Tapi kemudian yang muncul pernyataan bahwa almarhumah dituding berstatus sebagai 
TKW ilegal, sehingga upaya pemulangan menemui kesulitan dan menjadi terkatung-katung 
hingga lima bulan.

      Kepala Balai Pelayanan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI) Mataram 
Purnomo Rahardjo mengatakan TKW itu meninggal di Amman, Yordania, sementara Kepala 
Dinas Tenaga Kerja (Dinasker) NTB Sirojul Munir menyebutkan korban meninggal di Abu 
Dhabi, dan itu pun informasinya baru saja diterima. "Inilah yang kita pertanyakan 
kenapa ada dua pendapat," kata Endang.

      Endang menduga menyangkut pemulangan TKW tersebut ada kerja sama antara PJTKI 
dengan instansi pemerintah untuk mengaburkan kasus ini, dengan tujuan seakan-akan 
kasusnya menjadi ruwet. "Makanya, kemudian dugaan saya, pengembalian mayat ini 
informasinya dikaburkan sedemikian rupa. Sehingga ada kesan bahwa PJTKI tidak 
bertanggung jawab, dan BP2TKI serta Disnaker seperti lepas tangan," katanya.

      Menurut Endang, pihaknya kini tengah berupaya membuka jaringan dengan para 
aktivis buruh migran yang tergabung di Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia 
(Kopbumi) di Jakarta.

      Di sisi lain, kata Endang, keluarga Seni Johan didatangi seseorang yang 
menawarkan jasa untuk membawa pulang jenazah Seni Johan dengan imbalan uang Rp1,250 
juta. "Kan kasihan keluarga korban, sudah jatuh tertimpa tangga pula dengan adanya 
upaya pemerasan seperti itu," kata Endang.

      Kepala Disnaker NTB mengatakan Seni Johan meninggal di Abu Dhabi, dan itu baru 
diketahui atas informasi yang dia terima baru-baru ini dari Kedutaan Besar RI di Abu 
Dhabi. "Terus terang saya baru mengetahui," ujarnya.

      Sirojul membantah pengakuan pihak keluarga Seni Johan yang telah berkirim surat 
ke Gubernur NTB per Januari lalu. "Saya tidak komentar masalah itu. Coba saya cek," 
ujar Sirojul, kemarin, di Mataram.

      Seni Johan tewas setelah terjatuh dari lantai tiga di Abu Dhabi pada 31 Desember 
2003. Korban mengalami cedera berat. Tengkorak kepala Seni Johan pecah, berikut ada 
luka di perut dan beberapa tulang rusuk kanan korban patah.

      Informasi tentang kematian Seni Johan didapat dari hasil autopsi seorang dokter 
di Abu Dhabi. "Tapi informasi ini baru saya ketahui lho," tambah Sirojul.

      Asisten I Gubernur NTB, Muhammad Rifai, mengatakan pemulangan kasus TKW asal 
Lombok yang meninggal di Timur Tengah merupakan pekerjaan rumah.

      "Kita akan kontak dengan Departemen Luar Negeri dan Depnakertrans untuk 
pemulangan kasus ini" katanya.

      Dengan kasus Seni Johan ini, menambah jumlah korban meninggal akibat kecelakaan 
kerja di Luar Negeri. Menurut catatan BP2TKI, kasus kematian TKW di luar negeri cukup 
besar. Pada 2002 tercatat sebanyak 21 orang, 2003 sebanyak 32 orang, dan pada 2004 
terhitung Januari-Mei sebanyak 20 orang, termasuk Seni Johan yang hingga saat ini 
mayatnya belum dipulangkan ke keluarganya. (YR/N-1).

       Cetak  



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke