KAMPANYE ANTI-ROKOK: KEPENTINGAN GLOBAL DAN LOKAL?

Oleh Tangkisan Letug

Mengapa begitu gencarnya kampanye anti rokok dengan
alasan kesehatan? Saya hanya heran saja akan fenomen
ini, mengingat rokok bukanlah satu-satunya sebab
kematian seseorang. Mengapa kampanye anti alkohol
tidak segencar anti-rokok?

Kalau kita lihat, konsumen rokok di negera-negara
sedang berkembang sebenarnya sangat besar. Masalahnya
itu bukan soal kesehatan, tetapi kultural. Rokok sejak
berabad-abad telah menjadi bagian "leisure life" atau
kebutuhan hidup rileks di banyak negara, termasuk
Indonesia. 

Sama halnya, masalah alkohol di dunia Eropa dan
negara-negara lain juga telah menjadi bagian dari
kultur. Kalau mau dilihat efek sampingnya, barangkali
alkohol tidak kalah hebatnya dengan rokok. Sebab efek
negatif entah dari rokok maupun alkohol itu sangat
tergantung dari pemakainya. Anehnya, solusi untuk
alkohol sepertinya lebih akomodatif daripada rokok. 

Di sini saya tidak mau membela para pecinta rokok.
Tidak. Saya hanya mau mengajak bertanya dan kalau
perlu bersikap kritis terhadap kampanye anti rokok
yang berciri global ini. Kalau dilihat konsumen rokok
di Indonesia yang begitu banyak, dan pabrik-pabriknya
yang sudah ada sejak dahulu kala, bukankah itu
sebetulnya merupakan salah satu pilar kemandirian
ekonomi dalam negeri? Bayangkan bila kebutuhan rokok
ini nanti tergeser pada kebutuhan pada alkohol,
pil-pil ekstasi, atau kebutuhan orang modern lain yang
pemenuhannya harus mendatangkan produk dari
luarnegeri. Siapa sebetulnya yang sedang diuntungkan
dengan kampanye rokok secara global ini?

Saya bukan ilmuwan sosial, dan juga bukan ahli
ekonomi. Sebagai orang warganegara saja, yang
sekali-kali menikmati rokok juga, hanya mengajak jeli
saja terhadap segala trik-trik kepentingan global
lewat berbagai hasil penelitian yang dijadikan acuan
oleh para pengambil keputusan. Seringkali solusi juga
sudah ditawarkan oleh kekuatan global, dan
meminggirkan kepentingan lokal. 

Jadi, mungkin kekhawatiran saya bisa diungkapkan
begini: Sejauh mana kampanye anti-rokok tidak sedang
menggeser jenis konsumsi masyarakat dalam kebutuhan
"leisure life"-nya? Kalau rokok benar-benar dihapus,
apa ganti daripadanya? Siapa yang lebih siap mensuplai
hasil produksinya? Inilah yang tampaknya menjadi
sebuah bentuk "perang global" antara kepentingan
raksasa dollar dengan rupiah kang amat penjual rokok
di kampung-kampung Nusantara.

3 Juni 2004


        
                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Friends.  Fun.  Try the all-new Yahoo! Messenger.
http://messenger.yahoo.com/ 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke