Soal Rasa Takut Siang hari saya tidak takut. Yang saya tahu soal rasa takut adalah ketika saya kecil saya takut gelap, karena saya kira ada setan di sana yang tidak mampu saya lihat yang ingin menakuti saya. Saya juga takut terpisah dari kumpulan orang yang sudah saya kenal yang selalu berada di sekitar saya ketika saya berada di tempat umum karena saya kira akan ada yang menculik saya. Saya hanya seorang anak kecil yang menyatakan kepada dirinya sendiri bahwa dirinya sangat lemah. Saya takut pada apapun yang belum saya kenal; apakah ini karena saya mengatakan kepada diri saya sendiri bahwa saya lemah atau saya takut berada di luar ruangan?
Diantara semua persoalan tentang rasa takut yang saya tahu, satu pengalaman ini mungkin bisa disebut sesuatu yang baru. Pengalaman yang cukup satu hari saja mengubah konsep di dalam kepala saya. Saya menyerah untuk yang satu ini� Beberapa waktu yang lalu saya pergi ke Bali. Saya berangkat dari Jakarta 4 Juni 2004 Menggunakan pesawat Star Air dengan nomor penerbangan 702. Saya berangkat pukul 11.35 waktu jakarta dan tiba pukul 14.15 waktu Bali. Saya pulang sembilan hari kemudian dengan menggunakan jasa penerbangan yang sama, nomor penerbangan 701. Berangkat pukul 10.15 waktu Bali dan tiba pukul 10.55 waktu Jakarta. Tidak seperti perjalanan dengan pesawat yang umum dilakukan oleh seorang anak sekolahan semacam saya, ketika berangkat tujuan saya adalah untuk belajar bagaimana oom saya ber-bussiness. Dia memiliki perusahaan Hachery dan export ikan hias cukup sukses hingga sampai semua anaknya bersekolah ke Amerika. Oom saya lulusan SMU sehari, saya perlu belajar dari perjuangannya yang mulai dari titik Nol hingga titik sukses. Tiga hari sebelum berangkat hingga saya tiba di bandar udara di Denpasar, saya rasa saya telah berusaha dengan sungguh-sungguh memprogram kepala saya untuk siap belajar ber-bussiness dari sang oom, tetapi dari perbincangan pertama di mobil saya tahu bahwa saya akan belajar hal lain di sana yaitu Spiritual. Saya seorang Obsesive Compulsive Disorder jadi semua tergantung pada obsesi yang saya program di kepala saya. Sembilan hari itu saya belajar spiritual dengan standart kerja ber-bussiness, tentu kesimpulan yang saya peroleh tidak akan wajar bagi orang kebanyakan. Saya ingin bercerita mengenai pengalaman saya pada hari Senin 7 Juni 2004. Sesuai dengan anjuran pak Ngurah guru spiritual kami, saya pergi ke Tampak siring untuk melukat diantar oleh oom saya. Dalam perjalanan kami melalui sebuah danau dekat Trunyan, saya lupa nama danaunya. Kami memparkir mobil untuk beristirahat sejenak, saya mencoba memandang keindahan danau. Saya sempat melihat bayangan istana gaib yang melayang di tengah danau anehnya saya tidak merasa takut. Saya malahan menantang si oom supaya lain waktu bilamana saya dan si oom melewati tempat itu kami ingin mengadakan lomba lukis melukis bayangan tersebut. Saya tidak secara sengaja melakukan hal yang kurang sopan atau menantang, saya tetap menjaga sikap. Saya heran mengapa saya tidak merasa takut saat itu, saya hanya bertaruh pada diri saya sendiri soal rasa takut tetapi saya tidak tahu mengapa saya belum takut. Saya kehilangan alasan untuk takut. Saya pergi ke Tampaksiring untuk melukat sesuai dengan petunjuk si oom yang belum benar-benar saya mengerti. Saya menilai segala hal itu dengan sudut pandang individu tanpa mengaitkan dengan konsep orang lain soal baik dan tidak baik. Dalam berdoa di pemandian di sana saya hanya berdoa secara umum kepada tuhan yang maha esa tanpa menggunakan mantra atau sesuatu di luar tuhan. Saya melalui semuanya dengan santai dan fun seperti sudah bakat alam saya. Dari Tampaksiring saya mampir ke rumah pak Ngurah sang guru, saya duduk lalu ia membuka mata batin saya lebih jelas lagi. Sejenak setelah mata batin saya dibuka dengan santai pula saya melihat di sisi kiri dari tempat saya duduk ada sosok seperti tokoh wayang dengan kepala dan badan gemuk, mengenakan baju kotak-kotak seperti catur. Saya malah menanyakan kepada pak Ngurah;�Di situ ada orang halus dengan kepala dan badan besar seperti tokoh wayang?� Pak Ngurah membalas;�Ya. Ada banyak kekuatan di sekitar sini.� Saya juga melihat banyak bentuk-bentuk lain di sekitar itu. Dengan santai saya menunjuk semua yang tampak. Sebelum pulang saya pamit ke individu baik itu manusia maupun bukan manusia. Oom saya menajak saya ke tempat berbeda yaitu rumah seorang tabib, saya memanggilnya pak Ketut. Sesampainya di rumah pak Ketut, pak Ketit meminta saya mencari dimana letak orang halus yang tinggal di rumahnya. Saya menunjuk ke sosok besar setinggi rumah dua tingkat. Lalu pak Ketut membenarkan dan mengatakan bahwa makhluk tersebutlah yang memintanya untuk mengetes saya. Orang halus itu tinggal di rumah pak Ketut untuk membantunya mengobati orang. Dari sini rasa takut saya semakin hilang, saya semakin bingung. Semua semakin tidak cocok dengan pelajaran yang saya terima di sekolah. Saya malah berimajinasi soal main petak-umpet Dari rumah pak Ketut saya pulang ke rumah si oom, saat itu hari telah malam. Saya pergi ke toilet untuk buang air besar. Tiba-tiba saya dapat merasakan beberapa roh yang merupakan bagian dari diri saya keluar dan berputar-putar di langit-langit kamar mandi. Saya buang air lalu mandi dengan ketakutan. Saya dengan sadar tahu bahwa saya tidak takut pada makhluk lain, tetapi takut pada diri saya sendiri. Ketika saya berangkat tidur saya dapat merasakan bahwa selain ada detak jantung, ada beberapa jantung lain di dalam diri saya berdetak dengan frekwensi berbeda. Saya berusaha berdamai dengan diri saya untuk tidak sekedar takut lalu melarikan diri dari kenyataan. Saya memilih diam dan mempelajari. Ketika saya sudah mulai tenang, saya rasakan bahwa jantung saya berada di titik diam dan ruangan tempat saya tidur berdetak seperti tadi jantung saya berdetak. Saya kembali menenangkan diri dan pada titik tertentu saya dapat melihat getaran sinar pada lampu neon. Saya matikan lampu neon-nya. Saya mencoba untuk tidur. Efek berikutnya saya dapat merasakan nafas anjing yang ada di luar rumah saya. Saya merasakana kegelisahannya. Saya mencoba kembali mengosongkan pikiran hingga akhirnya saya dapat tertidur. Esok harinya saya mendapatkan efek yang tidak saya sangka. Dengan mudah saya dapat mengenal Anjing di rumah orang asing. Saat pertama si anjing menggonggong, saya jongkok mengulurkan tangan saya, sampai saya bisa memegang anjing itu seperti sudah saya kenal. Bahkan saya berani memasukkan tangan saya diantara mulutnya. Dari mobil saya dapat melihat Anjing di jalan dan merasakan perasaan mereka. Pengalaman yang juga menarik buat saya adalah pengalaman saya pada tanggal 11 Juni 2004. Hari itu saya menginap di rumah milik oom saya yang sudah lama tidak ditempati. Sebelum tidur saya ngobrol hingga larut. Ketika ngobrol saya merasakan ada orang halus yang berdiri di pintu. Dengan sopan ia tidak masuk ke ruangan mengganggu keasikan kami berbicara. Ia hanya berdiri di sana, saya dapat rasakan bagaimana ia berpikir seperti orang yang penuh dengan pertanyaan atas kehadiran kami di sana, di rumah yang biasanya kosong. Saya menghargai sikapnya dengan tidak memberikan respon. Saya tidak ingin sampai mengganggunya seperti saya tidak ingin ditakut-takuti.. Sembilan hari itu banyak mengubah saya terutama soal rasa takut. Teori-teori psikologi yang biasa ada di dalam tulisan turut terpakai juga dalam kasus ini, paling tidak saya praktek-kan. Soal mereka, saya hanya berpikir bahwa mereka adalah individu yang berbeda dengan saya, makhluk yang berbeda dengan saya. Saya menyadari mereka sebagai individu setelah saya melihat. Jika sebelumnya dunia ini terasa belum cukup, saat ini saya malah merasa takut karena menyadari bahwa dunia terlalu luas. Beberapa teman yang fanatik dalam beragama menuduh saya setan. Dan saya jawab;� Saya tidak memperbudak mereka maka mereka tidak memperbudak saya. Saya tidak meminta maka tidak perlu memberi. Kenal kebetulan, lihat kebetulan, ketemu kebetulan. Bila kalian mengeneralisasi mereka semuanya sebagai setan, maka mereka akan takut karena individu mereka juga takut setan. Saya menganggap mereka individu biasa maka saya tidak takut. Saya takut pada kekuatan alam karena saya tidak dapat melihat tepinya ketika saya merasakannya. Saya masih tidak mengerti mengapa saya takut diri saya sendiri biarlah begitu saja. Mungkin karena spiritual yang saya jalankan dengan teori Ekonomi yaitu individu dengan kepentingan masing-masing, dengan kesepakatan diam-diam untuk tidak saling merugikan. Vincent Liong 17 Juni 2004 :::NOTE::: Segala balasan atas email ini harap di post di maillist tempat anda membacanya dan harap di Fw ke alamat email [EMAIL PROTECTED] supaya dengan cepat dapat saya baca. Jika ada dari anda yang suka tukar pengalaman atau berbagi ilmu soal hal semacam ini silahkan contact saya di (62)811-919-765 (62)21-5482193,5348567 Find local movie times and trailers on Yahoo! Movies. http://au.movies.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

