Surat Kembang Kemuning: MALAM FINLANDIA
Sini Cedercreutz, antropolog Finlandia, yang menjadikan nelayan Amurang sebagai daerah penelitiannya dan telah membuat dirinya bagian dari Indonesia, dan Michael , suaminya direktur perusahaan kertas Finlandia untuk Eropa Barat, akhirnya pada bulan ini kembali ke Helsinki. Semalam mereka menyelenggarakan pertemuan perpisahan dengan teman-teman dekat di Koperasi Restoran Indonesia termasuk dengan teman-teman Finlandia sehingga malam kemarin bisa dikatakan Malam Finlandia di Restoran Indonesia. Nyanyian Indonesia dari Ambon dinyanyikan oleh Alex dan istri disambut oleh nyanyian Finlandia dan sebagai hadiah sederhana saya membacakan sanjak "Kepada Sini Cerdercreutz dan Michael" di mana saya katakan bahwa "tak kuucapkan selamat jalan/karena cinta adalah negeri kita hidupi bersama selamanya". Koperasi Restoran Indonesia dan teman-teman Indonesia seperti Yita yang penari, Alex dan istrinya -- pegawai rendahan KBRI Paris , tapi paham benar arti persahabatan manusiawi -- memberikan tanda kenangan kasihsayang persahabatan terbaik yang bisa diberikan kepada Sini dan Michael. Tak banyak kata pidato diucapkan karena kata agaknya sudah mencapai ambang batas kemampuan mengungkapkan segala perasaan yang terjalin di hati selama ribuan hari bersama.Semua hadirin bungkam dengan perasaan masing-masing dan mencoba mengungkapkannya dengan cara sendiri-sendiri. Yang kurasakan pada Malam Finlandia di Koperasi Restoran Indonesia malam ini terutama dalil yang kupungut dari tengah-tengah Tragedi Sampit Berdarah Februari 2000 bahwa etnik dan bangsa hanyalah perbatasan semu bagi kemanusiaan. Bahwa seperti kata filosof Perancis Paul Ricoeur: "kebudayaan itu majemuk tapi kamanunsiaan itu tunggal". Kembali kurasakan betapa indahnya perdamaian dan betapa sulitnya ia diujudkan tapi ia bukan fatamorgana. Hal ini kemudian tertuang keesokan harinya dalam surat-surat kesan sahabat-sahabat Finlandia. Sini dan Michael dengan cara mereka sendiri mengukirkan persahabatan anak manusia kedua bangsa dan negeri -- penamaan bagi keragaman budaya tunggalnya kemanusiaan. Satu di utara, satu di selatan bumi. Kalau Rudyard Kipling hidup, barangkali ia akan segera mengkoreksi pernyataannnya "Barat adalah Barat, Timur adalah Timur adalah Timur:Dua ujung tak pernah bertemu". Tapi ternyata di Malam Finlandia di Koperasi Restoran Indonesia semalam, nurani dan kasih sayang dan persahabatan telah membantah Kipling. Kipling barangkali malu pada mentalitas dan pola pikir kolonialisnya dan ia berhak mengkoreksi diri, karena melakukan kekeliruan adalah hak setara dengan hak mengkoreksi kesalahan. Kesalahan hanyalah petunjuk keterbatasan manusia yang selalu dibatasi oleh syarat sosial dan sejarah zaman yang membuat kita tak sanggup membaca realita. Syarat-syarat sosial , sejarah dan zaman yang tidak tidak dipahami atau disalahtafsirkan sering menampar keras wajah keangkuhan dalam berbagai bentuk, seperti merasa diri serba dan serba tahu sebagai cara menarik perhatian oleh kehampaan jiwa. Di Malam Finlandia semalam sama sekali tidak ada sedikitpun terpecik tanda-tanda demikian. Yang menonjol adalah sikap saling menghargai perbedaan dan keragaman. Keragaman yang justru mengentalkan rasa persahabatan dan solidaritas. Ketika Sini nmemperlihatkan tandamata demi tandamata dari teman-teman Indonesianya yang diserahkan kepadanya dan Michael pada malam itu, saya membayangkan betapa kelak tamu-tamu yang datang ke rumah mereka di Helsinki membayangkan Indonesia, budaya dan manusianya. Barangkali orang-orang itu akan seperti Aleksander yang Agung membayangkan negeri-negeri katulistiwa sebelum ia dan pasukannya menyerbu ke Timur. Hanya tentu saja berbeda dengan Aleksander yang Agung, orang-orang Finlandia yang kelak datang ke rumah Sini dan Michael di Helsinki membayangkan dengan bayangan masing-masing rasa persahabatan orang Indonesia yang telah dijumpai oleh Sini dan Michael. Belum sampai di Helsinki keesokan harinya, teman-teman Finlandia , bersurat melalui e-mail kepada Sini menyatakan kebahagiaan dan kegirangan mereka memperoleh kesempatan hadir di Malam Finlandia di Koperasi Restoran Indonesia. Mereka tidak pernah membayangkan adanya malam persahabatan demikian. Tidak terbayangkan, tidak sama dengan tidak ada. Dan ternyata yang tidak terbayangkan itu memang ada. Barangkali jarak demikian melukiskan keterbatasan daya bayang dan imajinasi anak manusia sekaligus menggambarkan betapa hidup tetap satu misteri di mana tersimpan antara lain keindahan tak terduga. Persahabatan dan kasihsayang tulus antar anak manusia adalah salah satu keindahan tak terlukiskan dan ia ada seperti telah diperlihatkan oleh Malam Finlandia di Koperasi Restoran Indonesia semalam -- malam melepaskan Sini dan Michael kembali ke Helsinki. Ketika meninggalkan Koperasi Restoran Indonesia di antar dengan mobil yang dibawakan oleh Michael, saya melirik bulan di langit musim semi di atas Paris dikitari oleh awan kelabu. Perjalanan sekian puluhtahun terhampar kembali di hadapan mata saya dengan segala rupa cerita. Ingin saya namakan koperasi sederhana ini pangkal dari sebuah jembatan pelangi dan di atasnya berjalan bergandengan sekian putera-puteri bumi dengan rasa kemanusiaan mereka. Saya melihat kemanusiaan tak obah sebagai dbunga mei [may hoa] yang tumbuh di tengah putih salju. May hoa ini pun kusaksikan di Malam Finlandia ketika Laurent menyerahkan serangkum bunga kepada Sini dan Michael mengungkapkan perasaannya. Kembali dan lagi-lagi kusaksikan di jembatan pelangi ini kemanusiaan itu tunggal sedangkan etnik dan bangsa hanyalah perbatasan semu. Tak kuucapkan selamat jalan kepada kalian Sini dan Michael karena kita hidup selamanya di sebuah negeri indah bernama cinta dan kemanusiaan. Paris, Juni 2004. --------------- JJ.Kusni [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

